Habib Idrus Kritik Keseriusan Pemkot Tangerang Tangani Banjir Periuk
Tangerang, 14 Maret 2026 — Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Habib Idrus Aljufri, menyuarakan keprihatinannya dan mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kota Tangerang dalam menangani masalah banjir yang berulang kali melanda kawasan Periuk. Banjir ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga tetapi juga merendam permukiman secara berkepanjangan.
Permasalahan Banjir di Kawasan Periuk
Wilayah Periuk merupakan salah satu daerah yang paling sering terdampak banjir di Kota Tangerang. Curah hujan yang tinggi kerap kali membuat air meluap dan merendam rumah-rumah penduduk. Situasi ini menyebabkan banyak warga mengalami kesulitan dalam beraktivitas dan kehilangan harta benda.
Habib Idrus menilai penanganan banjir oleh Pemkot Tangerang belum optimal. Menurutnya, upaya yang dilakukan selama ini belum mampu mengatasi akar masalah seperti sistem drainase yang buruk dan pengelolaan air hujan yang belum memadai.
Faktor Penyebab dan Kondisi Drainase
Beberapa faktor penyebab banjir di Periuk antara lain:
- Sistem drainase yang tersumbat akibat sampah dan sedimentasi
- Pembangunan tanpa memperhatikan tata kelola air yang menyebabkan aliran air terhambat
- Kurangnya perawatan rutin pada saluran-saluran air
- Perubahan fungsi lahan yang mengurangi daerah resapan air
Habib Idrus menekankan bahwa tanpa perbaikan menyeluruh, banjir akan terus berulang dan merugikan warga Periuk.
Tanggapan dan Tuntutan dari Habib Idrus
"Pemkot Tangerang harus menunjukkan komitmen nyata dalam mengatasi banjir ini. Jangan sampai warga terus menjadi korban dan merasa diabaikan," ujar Habib Idrus dalam sebuah pernyataan resmi.
Ia juga menuntut agar Pemerintah Kota segera mengimplementasikan program-program penanggulangan banjir yang terintegrasi, termasuk:
- Perbaikan dan pembersihan sistem drainase secara berkala
- Pembangunan infrastruktur pengelolaan air yang memadai
- Pengawasan ketat terhadap pembangunan yang berpotensi memperburuk banjir
- Pelibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelancaran saluran air
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, kritik yang disampaikan oleh Habib Idrus Aljufri mencerminkan kegelisahan masyarakat terhadap penanganan banjir yang selama ini belum menyentuh akar permasalahan. Banjir di Periuk bukan hanya soal curah hujan tinggi, melainkan juga kegagalan sistem pengelolaan tata ruang dan drainase yang memadai.
Langkah yang dinilai kontroversial oleh Pemkot Tangerang, seperti membiarkan pembangunan tanpa aturan ketat, turut memperparah situasi. Jika tidak ada tindakan tegas dan perencanaan matang, banjir akan terus menjadi momok yang menakutkan bagi warga. Pemerintah daerah harus segera berkoordinasi dengan pihak terkait dan melibatkan masyarakat agar solusi yang diambil konkret dan berkelanjutan.
Ke depan, publik perlu mengawasi perkembangan penanganan ini secara ketat. Apakah Pemkot Tangerang benar-benar serius dalam menangani banjir Periuk atau hanya sebatas janji politik yang berulang? Ini menjadi kunci agar masalah banjir tidak sekadar menjadi siklus tahunan yang merugikan banyak pihak.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0