BPBD Jayapura Normalisasi Sungai Kehiran 1.200 Meter untuk Cegah Banjir
Pemerintah Kabupaten Jayapura, Papua, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, tengah melakukan normalisasi Sungai Kehiran sepanjang 1.200 meter sebagai upaya strategis untuk mencegah dan mengurangi risiko banjir yang kerap melanda kawasan permukiman di daerah tersebut.
Normalisasi Sungai Kehiran dan Pembangunan Tanggul
Kepala BPBD Kabupaten Jayapura, Jan Willem Rumere, menjelaskan bahwa normalisasi dilakukan dengan membangun tanggul di sepanjang aliran Sungai Kehiran. Pembangunan tanggul ini bertujuan agar sungai mampu menampung debit air yang meningkat secara signifikan saat musim hujan tiba.
"Kami membangun tanggul di sepanjang Sungai Kehiran agar ketika debit air meningkat, sungai ini mampu menampung air dengan baik," ujar Jan Willem Rumere di Sentani, Sabtu (14/3/2026).
Langkah ini diambil mengingat tingginya tingkat sedimentasi yang terjadi di sepanjang sungai, yang jika tidak diatasi akan semakin memperparah risiko banjir. Namun, pelaksanaan pembangunan tanggul disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah, sehingga prioritas diberikan pada titik-titik yang paling mendesak.
Area Prioritas dan Dampak Banjir
Menurut Jan Willem, beberapa kawasan yang kerap terdampak banjir saat musim hujan adalah kawasan permukiman seperti BTN Griya Rofelle, kawasan Gajah Mada, serta sekitar SD Mutiara Sion. Pembangunan tanggul di Sungai Kehiran diharapkan dapat mengurangi frekuensi dan intensitas banjir yang selama ini sering mengganggu aktivitas warga di wilayah tersebut.
Upaya Pencegahan dan Ajakan untuk Masyarakat
Selain pembangunan infrastruktur, BPBD Kabupaten Jayapura juga mengimbau masyarakat untuk turut menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan. Jan Willem menekankan pentingnya kesadaran kolektif agar sungai tidak menjadi tempat pembuangan sampah yang dapat memperparah penyumbatan aliran air.
"Pesan saya, mari bersama-sama menjaga sungai dan jangan menjadikannya sebagai tempat pembuangan sampah," tambahnya.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, normalisasi Sungai Kehiran oleh BPBD Jayapura merupakan langkah penting yang bukan hanya menyelesaikan masalah banjir secara teknis, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat. Banjir yang kerap terjadi dapat mengganggu aktivitas harian, menyebabkan kerusakan properti, dan meningkatkan risiko kesehatan. Dengan adanya tanggul yang memadai, risiko tersebut dapat diminimalisir.
Namun demikian, pendekatan ini harus diiringi dengan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, termasuk pengendalian sedimentasi dan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai. Jika tidak, pembangunan tanggul saja tidak cukup untuk mengatasi masalah banjir secara tuntas.
Ke depan, pemerintah daerah perlu mengintegrasikan normalisasi sungai dengan program pengelolaan sumber daya air dan tata ruang yang lebih komprehensif. Masyarakat juga harus dilibatkan aktif agar tercipta kesadaran kolektif dalam menjaga ekosistem sungai demi mencegah bencana banjir berulang.
Langkah Selanjutnya
Pemkab Jayapura melalui BPBD diharapkan dapat melanjutkan pembangunan tanggul dengan skala prioritas yang tepat serta memastikan pendanaan yang cukup untuk menyelesaikan proyek ini. Monitoring dan evaluasi kondisi sungai secara berkala juga sangat penting agar normalisasi yang dilakukan memberikan hasil maksimal dan berkelanjutan.
Sementara itu, masyarakat diimbau untuk terus berperan aktif menjaga kebersihan dan kelestarian Sungai Kehiran agar upaya pemerintah ini tidak sia-sia. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Jayapura dapat terhindar dari ancaman banjir yang selama ini menjadi momok saat musim hujan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0