Longsor di Blitar: Pencari Rumput Tewas Tertimbun Tanah, Ini Kronologinya
Seorang pencari rumput bernama Suyoto (57), warga Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, meninggal dunia setelah tertimbun tanah longsor yang terjadi pada Minggu, 15 Maret 2026.
Kronologi Longsor yang Menewaskan Pencari Rumput di Blitar
Menurut penjelasan petugas Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Saiful, korban berasal dari Dusun Genjong, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi. Saat itu, Suyoto sedang mencari rumput dan melintas di lokasi longsor ketika hujan deras mengguyur daerah tersebut.
Saat longsor susulan terjadi, korban yang melintas tertimpa material tanah longsor dari dapur rumah milik warga lain yang juga ikut longsor, sehingga mengakibatkan meninggal dunia.
Saiful menambahkan, awalnya terjadi longsor ringan, namun intensitas hujan yang tinggi menyebabkan tanah menjadi labil sehingga memicu longsor susulan yang lebih besar. Pemilik rumah yang longsor beserta keluarganya selamat karena tidak berada di dapur saat kejadian.
Upaya Evakuasi dan Penanganan Pasca Longsor
Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Blitar dan Polres Blitar segera melakukan pencarian korban. Setelah pencarian yang melibatkan warga sekitar, jenazah Suyoto berhasil ditemukan dan dievakuasi dari lokasi longsor.
Untuk mencegah dampak longsor lebih lanjut, BPBD Blitar telah memasang terpal di area tebing yang terdampak sebagai langkah mitigasi sementara. Selain itu, mereka juga berkoordinasi dengan perangkat desa dan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut, termasuk kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan apabila hujan kembali turun.
Lokasi Longsor dan Imbauan kepada Masyarakat
Selain di Dusun Genjong, longsor serupa juga dilaporkan terjadi di Dusun Ringintelu, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi. Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Saeful Muheni, menyatakan bahwa keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
- Lokasi: Dusun Genjong dan Dusun Ringintelu, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar
- Korban: Suyoto (57), pencari rumput
- Penyebab: Longsor susulan akibat hujan dengan intensitas tinggi
- Penanganan: Evakuasi oleh BPBD dan Polres Blitar, pemasangan terpal di tebing longsor
- Imbauan: Warga sekitar diminta waspada terhadap potensi longsor susulan
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, kejadian longsor yang menewaskan Suyoto ini menjadi peringatan serius mengenai risiko bencana alam di daerah dengan curah hujan tinggi seperti Kabupaten Blitar. Kondisi tanah yang labil akibat hujan deras rentan memicu longsor susulan yang seringkali lebih berbahaya dan sulit diprediksi.
Meski upaya mitigasi telah dilakukan oleh BPBD dengan pemasangan terpal dan koordinasi dengan perangkat desa, hal ini belum cukup untuk mencegah bencana serupa di masa depan. Perlu adanya langkah yang lebih sistematis, seperti pembangunan infrastruktur pengendali longsor, serta edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih waspada dan siap menghadapi bencana.
Ke depan, pemerintah daerah harus meningkatkan sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan bencana. Selain itu, pemetaan daerah rawan longsor harus diperbarui secara berkala dengan melibatkan para ahli geologi dan lingkungan. Masyarakat pun diharapkan aktif melaporkan kondisi tanah dan curah hujan ekstrem agar respons cepat dapat dilakukan.
Kejadian ini juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap keselamatan warga yang menggantungkan hidup pada aktivitas di area rawan bencana. Penguatan program perlindungan sosial dan alternatif penghidupan bisa menjadi langkah berkelanjutan untuk mengurangi risiko korban jiwa akibat bencana alam.
Simak terus perkembangan berita terkait penanganan pasca longsor di Blitar dan upaya mitigasi bencana lainnya hanya di kanal terpercaya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0