OpenClaw di China: Dari Penggemar Teknologi Hingga Nenek-nenek Ikut Ramai

Mar 19, 2026 - 11:28
 0  3
OpenClaw di China: Dari Penggemar Teknologi Hingga Nenek-nenek Ikut Ramai

China kini tengah melakukan dorongan besar-besaran dalam adopsi kecerdasan buatan (AI), terutama melalui asisten digital personal bernama OpenClaw yang tengah viral di masyarakat. Berbagai perusahaan teknologi raksasa dan pemerintah daerah menggelar acara publik untuk membantu masyarakat umum menginstal dan menggunakan OpenClaw pada perangkat mereka.

Ad
Ad

OpenClaw: Asisten Digital yang Menjadi Fenomena di China

OpenClaw dikembangkan oleh Peter Steinberger, seorang pengembang asal Austria, dan telah menjadi populer dengan cepat terutama di China. Sebelumnya dikenal dengan nama Clawdbot dan Moltbot, OpenClaw kini menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan, mulai dari profesional teknologi hingga para lansia.

"Sepertinya semua orang di sekitar saya—rekan kerja dan teman-teman—sudah pakai OpenClaw," kata Gong Sheng, pengguna baru yang sedang antre untuk menginstal OpenClaw di Beijing. "Saya tidak mau tertinggal."

Acara pemasangan dan pelatihan OpenClaw sering diadakan oleh perusahaan seperti Baidu dan Tencent di berbagai kota besar seperti Beijing dan Shenzhen. Di acara yang diselenggarakan Baidu pada hari Selasa lalu, ratusan orang antusias mengantri untuk mendapatkan bantuan instalasi OpenClaw pada laptop dan ponsel mereka.

OpenClaw dan Peran Raksasa Teknologi China

Menurut Jensen Huang, CEO Nvidia, OpenClaw adalah "pasti penerus ChatGPT", pandangan yang juga banyak didukung oleh masyarakat China. Tencent dan Baidu aktif menyelenggarakan sesi pengenalan OpenClaw yang tidak hanya menarik pelajar dan pekerja muda, tetapi juga para pensiunan yang ingin memanfaatkan teknologi AI.

Dalam pertemuan komunitas OpenClaw di Beijing, Koki Xu, seorang profesional di bidang hukum, mengungkapkan, "OpenClaw benar-benar sedang naik daun!" Peningkatan pemakaian ini menandai gelombang baru adopsi AI yang menyentuh lapisan masyarakat lebih luas.

OpenClaw sebagai Infrastruktur Produktivitas Nasional

Menurut Tom van Dillen, managing partner dari konsultan Greenkern, OpenClaw memungkinkan lahirnya fenomena "one-person company" (OPC)—usaha yang dijalankan seorang diri dengan bantuan otomasi AI penuh.

"Karyawan manusia butuh istirahat, tapi OpenClaw bisa bekerja 24/7," jelas Wang Xiaoyan, pengguna yang mulai membangun bisnisnya dengan OpenClaw.

Pemerintah China sendiri sudah mengusung rencana strategis sejak musim panas tahun lalu untuk menyebarkan teknologi AI di 90% sektor industri dan seluruh lapisan masyarakat pada tahun 2030. OpenClaw dianggap sebagai elemen kunci dalam pencapaian visi ini.

Selain perusahaan teknologi besar, pemerintah daerah juga memberikan subsidi kepada pengembang aplikasi yang menggunakan OpenClaw, mempercepat integrasi AI dalam berbagai fungsi seperti pemasaran, keuangan, dan administrasi.

Tantangan dan Kekhawatiran Keamanan

Meskipun antusiasme tinggi, pemerintah China mulai mengeluarkan peringatan terkait risiko keamanan dan data yang mungkin timbul dari penggunaan OpenClaw, terutama di sektor-sektor sensitif seperti perbankan.

"Sulit bagi kami orang biasa untuk mengetahui akses apa saja yang telah kami berikan dan data apa yang telah diambil," ujar Gong Zheng, pengguna baru, menggambarkan ketidakpastian yang dirasakan banyak orang.

Oleh karena itu, meskipun penggunaan OpenClaw terus didorong, ada upaya pengendalian dan regulasi ketat dari pemerintah untuk memastikan keamanan dan privasi tetap terjaga.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, fenomena OpenClaw di China merupakan contoh nyata bagaimana sebuah negara dapat dengan cepat mengadopsi dan mengintegrasikan teknologi AI ke dalam kehidupan sehari-hari dengan dukungan penuh dari pemerintah dan sektor swasta. Langkah ini bukan hanya soal kemajuan teknologi, tetapi juga transformasi ekonomi berbasis otomasi yang dapat mengubah pola kerja dan bisnis secara radikal.

Namun, manfaat besar tersebut datang dengan risiko yang tidak bisa diabaikan, terutama terkait keamanan data dan potensi penyalahgunaan teknologi. Transparansi dan regulasi yang ketat harus menjadi prioritas agar kepercayaan publik tidak terkikis di tengah gelombang adopsi teknologi baru ini.

Ke depannya, penting untuk terus memantau bagaimana pemerintah mengelola keseimbangan antara inovasi dan keamanan, serta bagaimana masyarakat umum dapat diberdayakan untuk memahami dan mengendalikan teknologi yang mereka gunakan sehari-hari.

OpenClaw bukan sekadar tren teknologi sesaat, melainkan simbol dari era baru kecerdasan buatan yang semakin dekat dengan kehidupan kita semua. Tetap ikuti perkembangan berita teknologi untuk mengetahui dampak dan inovasi terbaru seputar AI di Indonesia dan dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad