Crypto.com PHK 12% Karyawan, Alasan Utama Integrasi AI di Perusahaan

Mar 20, 2026 - 04:40
 0  10
Crypto.com PHK 12% Karyawan, Alasan Utama Integrasi AI di Perusahaan

Crypto.com melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 12% karyawannya dalam langkah terbaru yang dilakukan perusahaan kripto tersebut untuk mengintegrasikan teknologi artificial intelligence (AI) secara menyeluruh.

Ad
Ad

Transformasi Perusahaan Melalui Integrasi AI

CEO Crypto.com, Kris Marszalek, menjelaskan bahwa PHK ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan dunia kerja yang baru akibat kemajuan AI. Dalam sebuah unggahan di platform X (sebelumnya Twitter), Marszalek menyatakan,

"Kami bergabung dengan daftar perusahaan yang mengintegrasikan AI secara menyeluruh. Perusahaan yang tidak segera melakukan pivot ini akan gagal."

Lebih lanjut, Marszalek menambahkan,

"Sebagai bagian dari langkah ini, kami melakukan pengurangan sekitar 12% tenaga kerja pada peran-peran yang tidak bisa beradaptasi dalam dunia baru kami,"
dan menegaskan bahwa restrukturisasi ini dipersiapkan demi kesuksesan jangka panjang perusahaan.

Seorang juru bicara Crypto.com kepada CNBC mengkonfirmasi bahwa semua karyawan yang terdampak sudah diberitahu, namun tidak mengungkapkan jumlah pasti staf yang diberhentikan.

AI Jadi Alasan Utama PHK Massal di Berbagai Perusahaan

Crypto.com bukan satu-satunya perusahaan yang menggunakan alasan integrasi AI untuk melakukan pengurangan karyawan dalam skala besar. Tren ini semakin jelas terlihat di sejumlah perusahaan teknologi besar di dunia.

  • Block, perusahaan milik Jack Dorsey, bulan lalu melakukan PHK terhadap lebih dari 4.000 karyawan—hampir setengah dari total pekerjanya. Dorsey menjelaskan, "Alat intelijen mengubah cara membangun dan menjalankan perusahaan," dan tim yang lebih kecil dengan bantuan AI bisa melakukan pekerjaan lebih banyak dan lebih baik.
  • Meta berencana memangkas hingga 20% karyawannya sebagai upaya mengimbangi pengeluaran besar untuk infrastruktur AI dan meningkatkan efisiensi kerja dengan bantuan AI.
  • Atlassian, perusahaan perangkat lunak yang berbasis di Sydney, mengumumkan pengurangan 10% tenaga kerjanya atau sekitar 1.600 posisi. CEO Mike Cannon-Brookes menyatakan PHK ini bertujuan untuk "mendanai investasi lebih lanjut di AI dan penjualan enterprise sekaligus memperkuat profil keuangan perusahaan."

Teknologi AI yang berkembang pesat tidak hanya memengaruhi perusahaan besar, tetapi juga berdampak pada pasar tenaga kerja secara umum, terutama bagi pekerja pemula. CEO ServiceNow, Bill McDermott, bahkan memperkirakan tingkat pengangguran di kalangan lulusan baru bisa meningkat drastis dalam beberapa tahun ke depan karena banyak pekerjaan yang mulai digantikan oleh agen AI.

Sejarah PHK dan Investasi Besar Crypto.com di AI

Sebelumnya, pada tahun 2023, Crypto.com yang berpusat di Singapura dan memiliki kantor di Amerika Serikat serta beberapa lokasi lain, juga pernah melakukan pemutusan hubungan kerja sebesar 20% akibat dampak runtuhnya perusahaan crypto FTX dan kebutuhan untuk pengelolaan keuangan yang lebih hati-hati.

Menariknya, pada Februari 2026, Kris Marszalek membeli domain AI.com dengan harga 70 juta dolar AS—harga tertinggi yang pernah diumumkan untuk pembelian domain. Domain ini digunakan sebagai bagian dari peluncuran agen AI perusahaan yang pernah tayang dalam iklan Super Bowl berdurasi 30 detik.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, langkah Crypto.com untuk memangkas 12% tenaga kerja dalam rangka mengadopsi AI merupakan tanda nyata bagaimana teknologi ini mengubah lanskap bisnis dan dunia kerja secara fundamental. Integrasi AI bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan strategis agar perusahaan bisa bertahan dan berkembang dalam era digital yang sangat kompetitif.

Namun, dampak sosial dari PHK massal ini juga tak bisa diabaikan. Pengurangan tenaga kerja pada peran yang "tidak bisa beradaptasi" mencerminkan bagaimana AI menggantikan fungsi manusia dalam banyak tugas rutin maupun kompleks. Hal ini menimbulkan tantangan besar di sektor ketenagakerjaan, terutama bagi pekerja pemula dan mereka yang belum memiliki keterampilan digital yang kuat.

Ke depan, penting bagi pemerintah dan pelaku industri untuk merancang program pelatihan ulang dan peningkatan keterampilan agar tenaga kerja dapat beradaptasi dengan perubahan ini. Sementara itu, perusahaan seperti Crypto.com harus memastikan bahwa transformasi digital mereka berjalan dengan mempertimbangkan aspek sosial dan keberlanjutan jangka panjang.

Terus ikuti perkembangan terbaru mengenai dampak AI di dunia kerja dan bagaimana perusahaan teknologi besar menyesuaikan strategi bisnis mereka di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad