Israel Larang Salat Id di Masjid Al Aqsa: Alasan Keamanan dan Dampaknya

Mar 20, 2026 - 13:41
 0  3
Israel Larang Salat Id di Masjid Al Aqsa: Alasan Keamanan dan Dampaknya

Israel melarang umat Islam menunaikan salat Idulfitri di Masjid Al Aqsa, sebuah langkah yang memicu kecaman dan ketegangan di wilayah Yerusalem Timur. Keputusan ini diambil oleh otoritas Israel dengan alasan situasi keamanan yang memburuk akibat perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Ad
Ad

Penutupan Masjid Al Aqsa dan Larangan Salat Id

Menurut laporan Middle East Eye (MEE), Israel telah menutup Masjid Al Aqsa sejak awal Maret 2026, termasuk melarang umat Islam melaksanakan salat Jumat dan salat malam selama bulan Ramadan. Ini menjadi kejadian pertama sejak Israel menduduki Yerusalem Timur pada 1967.

Keputusan penutupan ini juga mencakup pelarangan salat Idulfitri di kompleks masjid, yang biasanya menjadi momen penting bagi umat Islam di seluruh dunia, khususnya di Palestina. Pihak berwenang Israel menyampaikan larangan ini kepada Wakaf Islam, lembaga keagamaan yang mengelola Masjid Al Aqsa dan ditunjuk oleh pemerintah Yordania.

Dampak Penutupan dan Pembatasan Akses

Penutupan ini menyebabkan Kota Tua Yerusalem Timur berubah menjadi kota hantu, karena tempat yang biasanya ramai seperti pasar dan jalanan di sekitar masjid kini sunyi. Polisi Israel bahkan memasang blokade ketat dan memaksa umat Islam melakukan salat di luar jalan, dengan pengusiran paksa menggunakan pentungan, granat suara, dan gas air mata.

Menurut laporan Anadolu Agency, pembatasan akses ini tidak hanya berlaku untuk jemaah, tetapi juga untuk staf Wakaf Islam. Hanya 25 staf yang diizinkan bekerja per shift, dan polisi mengancam akan membiarkan pemukim Israel menyerang jika ada staf tambahan yang mencoba masuk.

Status Quo Masjid Al Aqsa dan Pelanggarannya

Masjid Al Aqsa diatur berdasarkan status quo internasional yang memberikan kendali pengelolaan kepada Wakaf Islam, bukan kepada pemerintah Israel. Namun, sejak pendudukan Yerusalem Timur pada 1967, Israel secara bertahap melanggar aturan ini dengan meningkatkan kehadiran pemukim dan membatasi akses umat Islam ke masjid.

Dr. Mustafa Abu Sway, seorang profesor di Masjid Al Aqsa sekaligus anggota Dewan Wakaf Islam di Yerusalem, menegaskan bahwa penutupan Kota Tua dengan cara seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini mencerminkan eskalasi ketegangan yang dapat memperburuk situasi keamanan dan kemanusiaan di wilayah tersebut.

Reaksi dan Implikasi Politik

  • Pihak berwenang Palestina mengecam keras larangan ini dan menyebutnya sebagai pelanggaran hak beribadah.
  • Kerajaan Yordania, sebagai pengelola Wakaf Islam, juga mengkritik tindakan Israel yang dianggap merusak status quo dan perdamaian regional.
  • Larangan ini berpotensi memicu protes dan bentrokan baru di Yerusalem Timur serta meningkatkan ketegangan antar komunitas di Timur Tengah.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, larangan salat Id di Masjid Al Aqsa bukan sekadar tindakan keamanan biasa, melainkan bagian dari strategi Israel untuk memperkuat kontrol atas Yerusalem Timur. Langkah ini berpotensi memicu ketegangan lebih dalam antara warga Palestina dan pemerintah Israel, serta memperkeruh hubungan diplomatik dengan negara-negara Arab dan komunitas internasional.

Penutupan dan pembatasan akses terhadap tempat suci seperti Al Aqsa memiliki dampak tidak hanya keagamaan, tetapi juga sosial dan politik. Ketika hak beribadah dibatasi, rasa ketidakadilan dan frustrasi masyarakat lokal meningkat, yang dapat memicu gelombang protes dan bahkan kekerasan. Ini juga mengancam stabilitas wilayah yang sudah rapuh akibat konflik berkepanjangan.

Kedepannya, penting untuk terus memantau respons komunitas internasional dan langkah diplomasi yang dapat menekan Israel agar menghormati status quo dan hak beribadah umat Islam. Pertaruhan atas Masjid Al Aqsa adalah simbol pertempuran yang lebih besar di Timur Tengah, yang memerlukan solusi damai dan penghormatan terhadap hak semua pihak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad