Jurnalis Rusia Terluka Akibat Serangan Roket Israel di Lebanon, Moskow Kecam Keras

Mar 20, 2026 - 15:00
 0  11
Jurnalis Rusia Terluka Akibat Serangan Roket Israel di Lebanon, Moskow Kecam Keras

Dua jurnalis Rusia dari kantor berita RT, yakni Steve Sweeney dan Ali Rida Sbeity, mengalami luka-luka setelah terkena serangan roket yang diluncurkan oleh militer Israel saat mereka sedang melakukan liputan di Lebanon selatan, Kamis (19/3/2026). Insiden ini memicu kemarahan pemerintah Moskow yang menilai serangan tersebut merupakan tindakan yang disengaja dan terarah terhadap media.

Ad
Ad

Detik-detik Serangan Roket Israel pada Jurnalis Rusia

Kejadian tersebut terekam dalam sebuah video saat Rida sedang merekam laporan langsung dari Sweeney dekat Jembatan Al-Qasmiya, lokasi terbuka yang tidak jauh dari kota Tirus, Lebanon selatan. Saat roket menghantam tanah beberapa meter dari mereka, keduanya terlempar dan mengalami luka-luka akibat pecahan roket tersebut.

Dalam video tersebut, terlihat jelas kedua jurnalis mengenakan rompi berlabel "PRESS", menandakan identitas mereka sebagai pekerja media. Namun, serangan roket tetap menghantam lokasi mereka, yang menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, bukanlah sebuah kecelakaan.

Reaksi Keras Moskow dan Kondisi Korban

Maria Zakharova dengan tegas mengutuk serangan Israel tersebut. Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa kejadian ini bukan insiden terpisah, melainkan bagian dari pola agresi yang telah menewaskan ratusan jurnalis di Gaza sejak Oktober 2023.

"Serangan ini tidak dapat disebut kecelakaan mengingat pembunuhan dua ratus jurnalis di Gaza. Roket tersebut menyasar lokasi peliputan, bukan fasilitas militer strategis," kata Zakharova melalui akun Telegram resminya.

Kedua jurnalis kini menerima perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat. Rida menyatakan kondisinya stabil dan bahkan berseloroh, "Ternyata ketika rudal terbang ke arah Anda, Anda bisa mendengarnya." Sweeney mengaku dirawat karena luka akibat serpihan roket di lengannya dan menyebut keberuntungan mereka karena hanya mengalami cedera ringan.

"Ini adalah serangan yang disengaja dan terarah. Tidak ada keraguan tentang itu," ujar Sweeney dalam sebuah wawancara daring.

Latar Belakang Serangan Israel di Lebanon dan Dampaknya

Serangan roket ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan regional yang meningkat sejak awal Maret 2026, ketika AS dan Israel melakukan serangan terhadap Iran. Israel juga intensif membombardir wilayah Lebanon, khususnya di selatan Beirut, yang diklaim sebagai basis kelompok milisi Hizbullah.

Presiden Lebanon Joseph Aoun mengecam serangan tersebut dan mendesak Israel untuk menghentikan aksi militer yang menyeret Lebanon ke dalam konflik yang lebih luas. Sejak awal Maret, serangan udara dan roket antara Israel dan Hizbullah telah menewaskan lebih dari 1.000 orang di kedua belah pihak.

  • Israel memburu milisi Hizbullah di Lebanon selatan.
  • Hizbullah menembakkan roket ke wilayah Israel sebagai balasan.
  • Konflik ini meningkatkan risiko perang regional yang lebih besar.

Selain itu, Komite Perlindungan Jurnalis mencatat bahwa sejak eskalasi konflik terbaru, setidaknya tiga jurnalis telah tewas di Iran dan Gaza, dan banyak yang menuduh militer Israel sengaja menargetkan pekerja media.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, insiden yang menimpa jurnalis Rusia ini bukan hanya soal keselamatan individu wartawan, tetapi juga mencerminkan meningkatnya risiko bagi kebebasan pers di zona konflik yang semakin berbahaya. Serangan yang sengaja menargetkan media ini menunjukkan adanya upaya sistematis untuk membungkam suara peliput lapangan, yang sangat berbahaya bagi transparansi dan akuntabilitas dalam konflik bersenjata.

Kejadian ini juga berpotensi memperburuk hubungan diplomatik antara Rusia dan Israel, di tengah ketegangan global yang sudah tinggi akibat perang di Timur Tengah. Moskow kemungkinan akan menekan organisasi internasional untuk memberikan perhatian lebih serius terhadap perlindungan jurnalis di zona konflik.

Kedepannya, publik dan komunitas internasional harus mengawasi dengan seksama perkembangan situasi ini, terutama apakah Israel akan menghadapi tekanan hukum atau diplomatik atas tuduhan penargetan jurnalis. Perlindungan bagi pekerja media adalah kunci agar informasi yang akurat terus mengalir dan agar konflik tidak semakin memburuk akibat informasi yang terdistorsi atau hilang.

Kesimpulannya, insiden ini menegaskan bahwa konflik di Timur Tengah semakin kompleks dan berbahaya, tidak hanya bagi warga sipil tapi juga bagi jurnalis yang berusaha melaporkan kebenaran di tengah ketegangan yang mematikan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad