Masjid Al Aqsa Ditutup Israel, Ratusan Warga Palestina Salat Id di Jalanan

Mar 20, 2026 - 17:40
 0  4
Masjid Al Aqsa Ditutup Israel, Ratusan Warga Palestina Salat Id di Jalanan

Ratusan warga Palestina terpaksa melaksanakan salat Idulfitri di pinggir jalan sekitar kompleks Masjid Al Aqsa pada Jumat, 20 Maret 2026. Penutupan masjid ini dilakukan oleh pihak Israel, yang melarang warga Palestina memasuki kawasan Masjid Al Aqsa, menandai larangan pertama dalam 60 tahun terakhir terhadap akses ke tempat suci tersebut.

Ad
Ad

Menurut laporan Kantor Berita Palestina WAFA, para jemaah menggelar sajadah di sejumlah lokasi di sekitar Masjid Al Aqsa, termasuk di kawasan Bab Al Amud (Gerbang Damaskus) dan Bab Al Sahira (Gerbang Herodes). Mereka tidak bisa memasuki masjid karena pasukan Israel melarang warga Palestina mendekati kompleks tersebut.

Penutupan Masjid Al Aqsa dan Respons Palestina

Penutupan ini merupakan eskalasi berbahaya yang mendapatkan kecaman keras dari Pemerintah Provinsi Yerusalem. Mereka menyatakan bahwa tindakan tersebut melanggar kebebasan beribadah dan memecah tradisi status quo yang selama ini mengatur pengelolaan Masjid Al Aqsa.

Pemerintah Provinsi Yerusalem mengutuk penutupan kompleks Masjid Al Aqsa yang dilakukan Israel sebagai upaya memaksakan realitas baru dan mengisolasi masjid dari lingkungan Palestina di sekitarnya.

Selama ini, Masjid Al Aqsa diatur berdasarkan status quo, sebuah kesepakatan internasional yang menempatkan kendali akses dan pengelolaan situs di bawah Wakaf Islam, lembaga keagamaan yang ditunjuk oleh Yordania. Namun, sejak Israel menduduki Yerusalem Timur pada 1967, ada pelanggaran dengan meningkatnya kehadiran pemukim Israel dan pembatasan akses umat Islam.

Situasi Keamanan dan Pembatasan Akses

Sejak dini hari pada hari Idulfitri, pasukan keamanan Israel melempar gas air mata dan bom kejut kepada para jemaah yang mencoba mendekati kompleks masjid. Bahkan, seorang jemaah yang berasal dari Jalan Salahuddin ditahan karena berusaha masuk ke area masjid.

Selain itu, pos pemeriksaan militer Al Jib di barat laut Kota Yerusalem juga ditutup, sehingga ratusan warga Palestina di Tepi Barat tidak dapat mengakses masjid-masjid terdekat. Pengetatan militer ini terjadi setelah tahanan Palestina dibebaskan dalam kesepakatan gencatan senjata pada Januari 2025.

  • Beberapa kota dan provinsi di Tepi Barat dipisahkan dengan penghalang dan blok beton.
  • Warga harus melewati pos pemeriksaan untuk bepergian dari satu lokasi ke lokasi lain.
  • Langkah ini semakin membatasi kebebasan bergerak warga Palestina.

Konflik Berkepanjangan dan Implikasi

Penutupan Masjid Al Aqsa ini memperlihatkan bagaimana konflik Israel-Palestina masih jauh dari penyelesaian damai. Tempat suci yang menjadi simbol penting bagi umat Islam di seluruh dunia kini menjadi titik ketegangan yang bisa memicu konflik lebih luas.

Warga Palestina yang terpaksa beribadah di jalanan menunjukkan betapa mendalamnya ketegangan dan ketidakadilan yang dirasakan. Larangan akses ini bukan hanya soal tempat ibadah, tapi juga soal hak dan identitas rakyat Palestina di Yerusalem.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penutupan Masjid Al Aqsa oleh Israel merupakan langkah yang sangat signifikan dan berisiko tinggiUpaya memaksakan kontrol penuh atas Masjid Al Aqsa bisa memicu gelombang protes dan kekerasan baru, tidak hanya di Palestina tapi juga di seluruh dunia Muslim. Selain itu, pembatasan akses yang semakin ketat di Tepi Barat memperlihatkan strategi militer Israel untuk mengisolasi dan melemahkan perlawanan Palestina secara sistematis.

Kedepannya, pemantauan perkembangan situasi di Yerusalem menjadi sangat penting. Jika tidak ada upaya dialog dan penegakan hak beribadah yang adil, risiko eskalasi konflik akan semakin besar, yang tentu berdampak buruk bagi stabilitas kawasan dan perdamaian dunia.

Warga dunia dan pemangku kepentingan internasional harus menaruh perhatian serius agar hak beribadah di Masjid Al Aqsa dapat dijaga dan konflik ini dapat diredakan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad