Menlu Iran Kecam Pernyataan Netanyahu Soal Yesus Kristus yang Kontroversial

Mar 21, 2026 - 15:50
 0  5
Menlu Iran Kecam Pernyataan Netanyahu Soal Yesus Kristus yang Kontroversial

Jakarta, CNN Indonesia – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengeluarkan kritik tajam terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas pernyataannya yang dianggap menyinggung Yesus Kristus. Pernyataan tersebut memicu kecaman keras karena dinilai sebagai penghinaan terbuka terhadap tokoh agama yang sangat dihormati, apalagi Netanyahu selama ini dikenal mendapatkan dukungan signifikan dari komunitas Kristen di Amerika Serikat (AS).

Ad
Ad

Araghchi menyatakan melalui media sosial X, bahwa sikap Netanyahu sangat mencolok dan tidak sejalan dengan dukungan yang ia peroleh dari umat Kristen AS.

"Untuk seseorang yang sangat bergantung pada dukungan umat Kristen di Amerika Serikat, penghinaan terbuka Netanyahu terhadap Yesus Kristus (PBUH) sangat mencolok," tulis Araghchi dikutip dari Anadolu News, Sabtu (21/3).

Pernyataan Kontroversial Netanyahu soal Yesus Kristus dan Genghis Khan

Pernyataan kontroversial itu disampaikan Netanyahu dalam pidato yang disiarkan televisi pada Kamis malam (19/3). Dalam pidatonya, Netanyahu membandingkan Yesus Kristus dengan Genghis Khan, menyatakan bahwa tidak ada keunggulan antara keduanya.

"Jesus Christ has no advantage over Genghis Khan. Because if you are strong enough, ruthless enough, powerful enough, evil will overcome good. Aggression will overcome moderation," ujar Netanyahu.

Artinya, Netanyahu berpendapat bahwa jika seseorang cukup kuat dan kejam, kejahatan akan mengalahkan kebaikan, serta agresi mengalahkan moderasi. Pernyataan ini dianggap sangat provokatif dan memicu kontroversi luas, terutama di wilayah yang secara historis sangat sensitif terhadap tema agama dan kekuasaan.

Selain itu, Araghchi juga menyinggung pujian Netanyahu terhadap Genghis Khan, yang disebutnya sebagai "pembantai terburuk yang pernah ada di kawasan". Ia mengaitkan hal ini dengan status Netanyahu yang kini tengah menghadapi tuduhan penjahat perang dan buron.

Ketegangan Meningkat di Kawasan Timur Tengah

Pernyataan Netanyahu muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Ketegangan ini dipicu oleh serangan gabungan antara Israel dan AS ke Iran pada 28 Februari 2026, yang menurut laporan telah menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Iran membalas dengan melancarkan serangan drone dan rudal ke berbagai wilayah, termasuk Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS. Serangan ini menimbulkan korban jiwa dan kerusakan serius pada infrastruktur, serta mengganggu pasar global dan penerbangan internasional.

  • Serangan Israel-AS tanggal 28 Februari menewaskan ribuan orang di Iran.
  • Iran membalas dengan serangan drone dan rudal ke wilayah strategis di Timur Tengah.
  • Kerusakan infrastruktur dan gangguan pasar global menjadi dampak signifikan dari konflik ini.

Reaksi dan Dampak Pernyataan Netanyahu

Pernyataan Netanyahu yang menyamakan tokoh keagamaan dengan pemimpin militer brutal ini menimbulkan gelombang kritik internasional. Banyak pihak melihatnya sebagai langkah yang dinilai kontroversial dan berpotensi memperkeruh situasi yang sedang memanas di kawasan.

Penghinaan terhadap figur agama yang dihormati tidak hanya menyulut kemarahan masyarakat di Timur Tengah tapi juga berpotensi merusak hubungan diplomatik Israel dengan komunitas Kristen di AS yang selama ini menjadi salah satu pendukung utama Netanyahu.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pernyataan Netanyahu bukan sekadar kontroversial secara retorika, melainkan juga mencerminkan dinamika politik yang kompleks dan sensitif di Timur Tengah. Dalam konteks ketegangan yang sudah tinggi akibat konflik militer antara Israel, AS, dan Iran, pernyataan yang menyentuh isu agama dan sejarah ini berpotensi memperbesar jurang perpecahan antar kelompok dan negara.

Lebih jauh, sikap Netanyahu bisa dilihat sebagai upaya untuk mengkonsolidasikan dukungan domestik dan internasional dengan mengambil posisi yang keras, meskipun berisiko menimbulkan reaksi negatif dari sekutu pentingnya, seperti komunitas Kristen di AS. Ini juga menimbulkan pertanyaan tentang strategi diplomasi Israel dalam menghadapi konflik yang berlarut-larut di kawasan.

Ke depan, publik dan pengamat internasional perlu mengikuti bagaimana reaksi komunitas internasional, khususnya negara-negara Barat dan kelompok agama, terhadap pernyataan ini. Apakah langkah Netanyahu akan memperburuk isolasi diplomatik Israel atau justru memperkuat posisinya secara politik? Ini menjadi salah satu isu penting yang harus diperhatikan dalam dinamika politik Timur Tengah ke depan.

Dengan situasi yang terus berkembang, segala pernyataan dan langkah politik di kawasan ini memiliki potensi dampak luas, tidak hanya bagi keamanan regional tetapi juga hubungan antaragama dan geopolitik global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad