Simulasi Biaya Operasional Mobil PHEV dan Listrik Jaecoo: J5 EV Paling Hemat

Mar 22, 2026 - 16:40
 0  4
Simulasi Biaya Operasional Mobil PHEV dan Listrik Jaecoo: J5 EV Paling Hemat

Jakarta – Jaecoo, produsen kendaraan listrik dan plug-in hybrid (PHEV), merilis simulasi biaya operasional untuk tiga model andalannya, yaitu J5 EV, J7 SHS-P, dan J8 SHS-P ARDIS. Simulasi ini disusun dengan asumsi penggunaan kendaraan sejauh 1.500 kilometer per bulan, yang mewakili pola mobilitas rata-rata pengguna di kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Ad
Ad

Simulasi Biaya Energi dengan Pola Penggunaan Realistis

Perhitungan biaya operasional ini didasarkan pada penggunaan harian sekitar 50 kilometer pada hari kerja atau sekitar 1.000 kilometer per bulan, kemudian ditambah perjalanan tambahan sekitar 500 kilometer setiap bulan. Dengan pendekatan ini, Jaecoo memberikan gambaran realistis terhadap estimasi biaya energi yang dibutuhkan untuk menjaga kendaraan tetap berjalan.

Dari hasil simulasi tersebut, J5 EV muncul sebagai model dengan biaya energi paling rendah. Dengan asumsi tarif listrik sekitar Rp1.700 per kWh, biaya energi bulanan untuk J5 EV diperkirakan mencapai Rp290.760, atau sekitar Rp9.600 per hari. Efisiensi ini didukung oleh kapasitas baterai besar 60,9 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 534 kilometer berdasarkan pengujian internal Jaecoo di Indonesia. Jarak tempuh ini bahkan lebih tinggi dibandingkan estimasi standar NEDC sebesar 461 kilometer.

Dengan rata-rata penggunaan harian 50 kilometer, pengisian daya J5 EV tidak perlu dilakukan setiap hari, sehingga memberikan kemudahan dan penghematan bagi pengguna dalam jangka panjang. Biaya energi untuk tiga bulan diperkirakan sekitar Rp872.000, atau sekitar Rp3.490.000 per tahun, menjadikan J5 EV pilihan efisien bagi pengguna yang mengutamakan penghematan energi dan biaya.

Perbandingan dengan Model Plug-in Hybrid Jaecoo

Untuk segmen plug-in hybrid, Jaecoo menawarkan J7 SHS-P dengan teknologi Super Hybrid System (SHS). Model ini memiliki konsumsi bahan bakar sekitar 35 kilometer per liter. Dengan asumsi penggunaan bulanan yang sama, biaya energi J7 SHS-P diperkirakan mencapai Rp486.814 per bulan atau sekitar Rp5.840.000 per tahun. Biaya ini masih tergolong efisien untuk kendaraan hybrid dengan teknologi canggih.

Sementara itu, J8 SHS-P ARDIS merupakan model premium yang mengombinasikan efisiensi dan performa. Mobil ini mampu menempuh jarak hingga 180 kilometer dalam mode listrik dan memiliki konsumsi bensin sekitar 23,7 kilometer per liter. Biaya energi bulanan J8 SHS-P ARDIS diperkirakan sekitar Rp584.793, atau sekitar Rp7.010.000 per tahun. Walaupun lebih tinggi dibandingkan kendaraan listrik murni, biaya ini masih tergolong efisien untuk SUV premium berukuran besar yang dilengkapi sistem penggerak All Wheel Drive (AWD), yang mendukung performa dan stabilitas berkendara.

Efisiensi Biaya Energi Dibandingkan dengan Mobil Konvensional

Secara keseluruhan, simulasi biaya energi kendaraan Jaecoo menunjukkan nilai yang lebih kompetitif jika dibandingkan dengan mobil konvensional di kelas yang sama. Sebagai perbandingan, mobil konvensional biasanya menghabiskan biaya bahan bakar antara Rp1.500.000 hingga Rp2.000.000 per bulan. Dengan demikian, efisiensi biaya energi menjadi salah satu faktor utama yang menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia saat ini, terutama di kota-kota besar dengan tingkat mobilitas tinggi.

Keterangan dari Business Unit Director Jaecoo Indonesia

"Kami melihat banyak calon pembeli yang masih membandingkan berbagai teknologi kendaraan sebelum menentukan pilihan. Lewat simulasi biaya operasional ini, kami ingin membantu konsumen memahami estimasi pengeluaran energi dari setiap lini Jaecoo sehingga mereka dapat memilih model yang paling sesuai dengan kebutuhan mobilitas mereka," jelas Jim Ma, Business Unit Director Jaecoo Indonesia.

Simulasi ini dibuat untuk memberikan transparansi dan memudahkan konsumen dalam membuat keputusan pembelian yang tepat berdasarkan kebutuhan dan anggaran mereka.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, simulasi biaya operasional yang dirilis Jaecoo ini menjadi game-changer dalam memudahkan konsumen memahami keuntungan ekonomi dari kendaraan listrik dan PHEV di Indonesia. Dengan angka biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional, terutama J5 EV yang menawarkan jarak tempuh dan kapasitas baterai yang impresif, masyarakat kini memiliki gambaran jelas tentang potensi penghematan jangka panjang.

Selain itu, hadirnya teknologi plug-in hybrid dengan efisiensi tinggi pada model J7 SHS-P dan J8 SHS-P ARDIS juga menunjukkan tren diversifikasi kendaraan ramah lingkungan yang tidak hanya mengandalkan listrik murni, tetapi juga menawarkan fleksibilitas bahan bakar. Hal ini penting mengingat infrastruktur pengisian listrik yang masih berkembang di beberapa daerah Indonesia.

Ke depan, konsumen harus memperhatikan tidak hanya harga beli, tetapi juga total biaya kepemilikan kendaraan, termasuk biaya energi dan perawatan. Jaecoo telah membuka wawasan baru bagi pasar otomotif di Indonesia dengan simulasi yang transparan dan edukatif ini. Kita tunggu bagaimana respons pasar dan kebijakan pemerintah mendukung percepatan adopsi kendaraan ramah lingkungan.

Simak terus update terbaru terkait perkembangan mobil listrik dan PHEV untuk mengetahui tren otomotif terbaru di Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad