Kali Cipinang Meluap: 9 RW di Ciracas Terendam Banjir Akibat Cuaca Ekstrem
Kali Cipinang mengalami luapan signifikan pada Sabtu sore, 21 Maret 2026, yang menyebabkan sembilan Rukun Warga (RW) di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, terendam banjir. Banjir kiriman dari hulu Kali Cipinang di kawasan Cimanggis, Depok meningkatkan debit air secara drastis hingga melampaui kapasitas tanggul yang ada dan akhirnya memasuki kawasan permukiman warga.
Cuaca Ekstrem Picu Meluapnya Kali Cipinang
Camat Ciracas, Panangaran Ritonga, mengungkapkan bahwa hujan deras sejak sore hari di kawasan hulu Cimanggis menjadi pemicu utama kenaikan debit air Kali Cipinang. Ia menjelaskan, "Hujannya dari sore. Volume air dari hulu di kawasan Cimanggis, Depok cukup besar, sehingga menyebabkan Kali Cipinang meluap." Luapan ini berdampak pada empat kelurahan, yaitu Cibubur, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, dan Rambutan.
Biasanya, genangan air tersebut hanya bertahan selama dua jam, namun kali ini banjir terpantau masih bertahan hingga lebih dari tiga jam. "Biasanya dua jam sudah surut, tapi sampai pukul 22.00 WIB air masih belum surut, awet banget banjirnya," tambah Panangaran.
Dampak Banjir dan Evakuasi Warga
Di beberapa titik seperti Jalan H. Mardah, ketinggian muka air mencapai 1,7 meter, memaksa petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur melakukan evakuasi massal. Fokus utama evakuasi ini adalah menyelamatkan kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, serta warga yang sedang sakit.
"Fokus utama kami adalah menyelamatkan warga yang paling berisiko, seperti balita, lansia, ibu hamil, dan warga yang sakit," ujar Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur, Muchtar Zakaria.
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengevakuasi 47 jiwa, termasuk 6 balita, 6 lansia, dan 1 ibu hamil. Di lokasi lain, tepatnya di Jalan H. Syarif, petugas juga menyelamatkan enam warga yang terjebak banjir setinggi 105 sentimeter. Sebanyak satu unit light rescue dikerahkan untuk memastikan seluruh warga dapat sampai ke tempat aman.
Upaya Pemantauan dan Imbauan Warga
Pihak kecamatan bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan intensif di sepanjang bantaran Kali Cipinang untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan akibat potensi hujan yang masih tinggi. Warga diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan kondisi darurat melalui kanal resmi yang tersedia agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, kejadian luapan Kali Cipinang yang menggenangi sembilan RW di Ciracas bukan hanya akibat cuaca ekstrem sesaat, tetapi juga menunjukkan keterbatasan infrastruktur pengendalian banjir di kawasan tersebut. Debit air yang melonjak dari daerah hulu memperlihatkan betapa rentannya sistem drainase dan tanggul di Jakarta Timur dalam menghadapi cuaca ekstrim yang semakin sering terjadi belakangan ini.
Efek banjir ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga secara langsung, tetapi juga menimbulkan risiko kesehatan dan keselamatan, terutama bagi kelompok rentan yang harus dievakuasi. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu mempercepat upaya normalisasi sungai dan peningkatan kapasitas tanggul serta sistem drainase agar tidak terus menerus terjadi banjir kiriman seperti ini.
Ke depan, warga dan aparat terkait harus selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama selama musim hujan. Peningkatan koordinasi antardaerah hulu dan hilir serta pemanfaatan teknologi pemantauan cuaca dan debit air secara real-time dapat menjadi solusi jangka panjang untuk meminimalisir risiko banjir yang lebih besar di masa mendatang.
Terus ikuti perkembangan situasi banjir dan cuaca ekstrem melalui kanal resmi dan media terpercaya agar tetap mendapatkan informasi akurat dan cepat.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0