Harga Minyak Goreng Naik di 224 Daerah, Gula dan Beras Ikut Melambung

Apr 27, 2026 - 22:40
 0  5
Harga Minyak Goreng Naik di 224 Daerah, Gula dan Beras Ikut Melambung

Harga minyak goreng kembali mengalami kenaikan signifikan di mayoritas daerah di Indonesia pada pekan keempat April 2026. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan 224 kabupaten/kota mencatat kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) minyak goreng, meningkat dari 207 kabupaten/kota pada pekan sebelumnya.

Ad
Ad

Kenaikan Harga Minyak Goreng Menyeluruh

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyatakan bahwa kenaikan harga minyak goreng perlu menjadi perhatian serius karena jumlah daerah yang terdampak terus bertambah. "Di minggu ketiga April hanya ada 207 kabupaten/kota, sekarang sudah 224 kabupaten/kota yang mengalami peningkatan IPH minyak goreng pada minggu keempat April 2026," ujar Ateng dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, Senin (27/4).

Secara nasional, harga minyak goreng gabungan—meliputi minyak goreng curah, premium, dan Minyakita—naik rata-rata 1,50 persen dari Rp19.358 per liter pada Maret menjadi Rp19.648 per liter pada pekan keempat April. Kenaikan paling tajam dialami oleh minyak goreng curah yang melonjak 3,24 persen dari Rp18.277 menjadi Rp18.870 per liter.

Minyak goreng kemasan premium naik 1,68 persen menjadi Rp22.650 per liter, sementara Minyakita hanya mengalami kenaikan tipis 0,02 persen menjadi Rp16.357 per liter.

BPS juga mencatat harga minyak goreng tertinggi ditemukan di wilayah Papua, dengan Kabupaten Intan Jaya mencapai Rp60.000 per liter, disusul Kabupaten Pegunungan Bintang Rp50.000 dan Kabupaten Puncak Jaya Rp42.500 per liter. Kenaikan ini sudah terjadi di lebih dari 62 persen wilayah Indonesia.

Gula Pasir dan Beras Ikut Melambung

Tidak hanya minyak goreng, komoditas gula pasir juga mengalami tren kenaikan harga yang serupa. Harga gula pasir nasional naik 1,50 persen dari Rp18.488 per kilogram pada Maret menjadi Rp18.765 per kilogram pada pekan keempat April. Jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga gula pasir bertambah menjadi 185 kabupaten/kota.

Harga tertinggi gula pasir juga tercatat di Kabupaten Puncak dengan Rp40.000 per kilogram, diikuti Kabupaten Pegunungan Bintang Rp35.263 per kilogram dan Kabupaten Puncak Jaya Rp35.000 per kilogram.

Sementara itu, kenaikan harga beras juga mulai dirasakan di berbagai daerah. Jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH beras melonjak dari 72 pada Januari menjadi 109 kabupaten/kota pada April 2026. Harga beras medium naik 0,47 persen dari Rp14.255 menjadi Rp14.321 per kilogram, sedangkan beras premium naik 0,34 persen menjadi Rp16.074 per kilogram.

Kenaikan Harga Komoditas Lain

Selain minyak goreng, gula, dan beras, harga cabai merah terus merangkak naik dan tercatat naik di 137 kabupaten/kota. Meskipun secara nasional harga cabai masih berada dalam rentang harga acuan, beberapa wilayah seperti Kabupaten Kepulauan Tanimbar mencatat harga sangat tinggi hingga Rp116.842 per kilogram.

Di sisi lain, harga telur ayam ras dan daging ayam ras secara nasional mengalami penurunan masing-masing 1,57 persen dan 3,07 persen, namun kenaikan harga masih terjadi di beberapa daerah dengan 98 kabupaten/kota mengalami kenaikan harga telur dan 89 kabupaten/kota untuk daging ayam ras.

Bawang merah juga menjadi perhatian khusus BPS karena menjadi komoditas yang menyumbang kenaikan harga terluas, terjadi di 227 kabupaten/kota.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kenaikan harga minyak goreng yang meluas ke lebih dari 62 persen wilayah Indonesia merupakan sinyal kuat adanya tekanan inflasi pada bahan pokok yang berpotensi memperberat beban masyarakat, terutama golongan menengah ke bawah yang sangat bergantung pada komoditas seperti minyak goreng, gula, dan beras. Kenaikan yang terus menyebar ke banyak daerah menandakan gangguan pasokan atau kenaikan biaya produksi yang belum tertangani secara optimal oleh pemerintah.

Lebih jauh, dampak gabungan dari kenaikan harga minyak goreng, gula, beras, dan bawang merah ini dapat mempercepat inflasi pangan nasional, yang jika tidak dikendalikan bisa mempengaruhi daya beli masyarakat secara luas. Pemerintah dan stakeholder terkait harus segera melakukan langkah strategis, seperti memperkuat distribusi, menstabilkan pasokan bahan pokok, dan memperketat pengawasan harga di pasar.

Ke depan, masyarakat dan pelaku usaha harus terus memantau perkembangan harga komoditas ini karena kenaikan yang tidak terkendali dapat memicu ketidakstabilan ekonomi mikro hingga makro. Untuk informasi terbaru dan analisis mendalam, pembaca dapat mengikuti update terkini dari CNN Indonesia dan sumber resmi BPS.

Dengan situasi harga yang fluktuatif, penting bagi pemerintah untuk mengantisipasi dampak sosial ekonomi dengan kebijakan yang tepat sasaran agar inflasi bahan pokok tidak semakin membebani masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad