
Sejak awal tahun 2026 hingga saat ini, provinsi Tay Ninh telah mencatat 24 wabah Demam Babi Afrika (ASF) di 15 komune, yang memengaruhi total 969 ekor babi. Sebanyak 868 ekor babi, dengan berat 45.925 kg, telah dimusnahkan. Dari jumlah tersebut, 23/24 wabah terjadi di peternakan rumah tangga skala kecil dengan fasilitas terbatas, kebersihan veteriner yang tidak memadai, pengolahan limbah, pengendalian ternak dan pakan, serta akses terbatas bagi masyarakat dan kendaraan. Implementasi tindakan biosekuriti yang tidak lengkap meningkatkan risiko masuknya, bertahannya, dan penyebaran patogen di dalam kawanan ternak.