Banjir dan Longsor di Prigen-Pandaan Rusak Infrastruktur, Akses Jalan Terganggu

Mar 18, 2026 - 06:10
 0  8
Banjir dan Longsor di Prigen-Pandaan Rusak Infrastruktur, Akses Jalan Terganggu

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Prigen dan Pandaan di Kabupaten Pasuruan pada Selasa sore, 17 Maret 2026, memicu banjir dan tanah longsor yang menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur lokal serta menimbulkan gangguan akses jalan bagi warga setempat.

Ad
Ad

Banjir dan Longsor Melanda Prigen-Pandaan

Hujan lebat yang berlangsung selama sekitar satu jam tersebut membuat air dengan cepat meluap dan mengalir deras ke jalan permukiman warga di Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen. Material tanah dari perbukitan terbawa arus air, menyebabkan genangan dan longsoran yang menghambat aktivitas masyarakat sekitar.

Lurah Pecalukan, Fefy Purbahayu, menjelaskan, "Plengsengan atau tembok penahan tanah (TPT) alami longsor sekitar pukul 15.00 sore saat hujan deras turun." Longsor tersebut menggerus TPT sepanjang sekitar 15 meter dengan lebar 1,5 meter dan kedalaman antara 10-15 meter.

Akibat longsor ini, beberapa ruas jalan hanya dapat dilalui secara bergantian dengan kendaraan yang harus berhati-hati melewati area terdampak. Meskipun demikian, akses jalan belum sepenuhnya terputus.

Dampak Kerusakan Infrastruktur dan Wisata

Selain mengganggu akses jalan, debit air sungai di wilayah bawah Kecamatan Pandaan meningkat drastis. Kondisi ini menyebabkan banjir yang merusak sejumlah fasilitas wisata, termasuk tempat wisata Lembah Pandawa yang berada di wilayah tersebut.

Belum ada data pasti mengenai jumlah titik infrastruktur dan bangunan yang terdampak oleh bencana ini. Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menyatakan, "Kami masih melakukan asesmen untuk mengetahui dampak secara keseluruhan." Hal ini menunjukkan bahwa proses evaluasi kerusakan dan kebutuhan penanganan darurat masih berlangsung.

Respons Warga dan Penanganan Darurat

Warga setempat tampak berjibaku membersihkan lumpur dan material longsoran yang terbawa arus air setelah hujan reda. Upaya ini penting untuk mempercepat pemulihan akses dan mencegah kerusakan lebih parah pada fasilitas umum serta permukiman.

Penanganan darurat yang dilakukan BPBD dan pemerintah daerah diharapkan dapat segera memulihkan kondisi infrastruktur dan mencegah risiko bencana susulan, seperti longsor lanjutan atau banjir kembali.

Potensi Risiko dan Waspada Bencana di Masa Mendatang

Fenomena banjir dan longsor yang terjadi akibat hujan deras ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap bencana alam di wilayah rawan seperti Pasuruan. Daerah dengan kontur perbukitan dan drainase yang kurang optimal sangat rentan mengalami kerusakan akibat curah hujan tinggi.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan masyarakat dan pemerintah setempat meliputi:

  • Memperkuat struktur TPT dan plengsengan untuk mencegah longsor berulang.
  • Meningkatkan sistem drainase dan pengelolaan aliran air hujan agar tidak menyebabkan genangan parah.
  • Melakukan pemantauan intensif terhadap daerah rawan bencana, khususnya saat musim hujan.
  • Menyosialisasikan mitigasi bencana kepada warga agar siap menghadapi situasi darurat.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, bencana banjir dan longsor yang melanda kawasan Prigen dan Pandaan ini bukan hanya masalah lokal biasa, melainkan cerminan dari tantangan pengelolaan lingkungan dan mitigasi bencana yang harus menjadi fokus utama pemerintah daerah. Kerusakan TPT sepanjang 15 meter menunjukkan bahwa infrastruktur penahan longsor yang ada belum cukup kuat menghadapi dinamika alam yang semakin ekstrem akibat perubahan iklim.

Selain itu, dampak pada sektor pariwisata seperti Lembah Pandawa bisa berimbas pada perekonomian lokal, mengingat wisata merupakan sumber penghasilan penting warga setempat. Oleh karenanya, penanganan yang cepat dan terkoordinasi sangat dibutuhkan agar kerugian tidak meluas dan pemulihan dapat berjalan optimal.

Ke depan, pemerintah daerah dan masyarakat wajib meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan ekstrem dengan langkah-langkah preventif seperti penguatan struktur, perbaikan drainase, dan edukasi mitigasi bencana. Pemantauan berkelanjutan dan respons cepat juga harus menjadi prioritas agar potensi kerusakan dapat diminimalisir.

Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BPBD dan instansi terkait agar tetap waspada dan siap menghadapi kemungkinan bencana susulan.

Perkembangan situasi dan hasil asesmen dampak bencana ini akan terus kami pantau dan laporkan untuk memberikan informasi terkini kepada publik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad