Harga Bensin di AS Melonjak Hampir 75% dalam Sebulan, Senator Schumer Salahkan Trump

Mar 24, 2026 - 14:00
 0  11
Harga Bensin di AS Melonjak Hampir 75% dalam Sebulan, Senator Schumer Salahkan Trump

Harga bensin di Amerika Serikat (AS) naik hampir 75% dalam waktu kurang dari sebulan, dan Pemimpin Minoritas Senat AS, Chuck Schumer, secara terbuka menyalahkan Presiden Donald Trump atas lonjakan tersebut. Kenaikan ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik dan gangguan pasokan minyak global yang semakin memperumit situasi pasar energi di AS dan dunia.

Ad
Ad

Kenaikan Harga Bensin: Fakta dan Penyebab Utama

Dalam sebuah unggahan di platform X (dahulu Twitter) pada Selasa, 24 Maret 2026, Chuck Schumer menegaskan bahwa harga bensin nasional melonjak dari USD 2,93 per gallon menjadi USD 3,94 per gallon dalam waktu kurang dari satu bulan. Schumer menyatakan dengan tegas, "Satu orang yang harus disalahkan: Donald Trump." Pernyataan ini mendapat sorotan luas, mengingat Schumer merupakan tokoh oposisi utama dari Partai Demokrat.

Lonjakan harga ini dipicu oleh serangkaian peristiwa geopolitik terkini, terutama serangan AS dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada akhir Februari 2026. Konflik ini menyebabkan gangguan pasokan minyak karena Iran sebagai salah satu produsen minyak utama di dunia, dan serangan balasan Iran terhadap pelayaran di Selat Hormuz menghambat ekspor minyak dari Timur Tengah.

Menurut data American Automobile Association (AAA), harga bensin telah naik sekitar 90 sen per gallon atau lebih dari 30% sejak serangan tersebut. Pada Kamis pekan lalu, harga rata-rata mencapai USD 3,88 per gallon, dan analis memprediksi harga akan menembus angka USD 4 per gallon dalam waktu dekat.

Patrick De Haan, analis GasBuddy, menyatakan:

"Sekarang tampaknya harga bensin akan mencapai USD 4 per gallon minggu depan, dan bisa terus naik hingga USD 4,10 per gallon atau lebih."

Lonjakan harga ini tentu saja memberikan tekanan tambahan kepada konsumen AS yang sudah terdampak inflasi dan kenaikan biaya hidup lainnya.

Implikasi Politik Kenaikan Harga Bensin bagi Donald Trump

Harga bensin yang meroket ini menjadi masalah serius bagi Donald Trump dan Partai Republik menjelang pemilihan paruh waktu Kongres AS pada November 2026. Trump yang menjabat kembali sebagai presiden telah berjanji menurunkan harga energi dan meningkatkan produksi minyak dan gas domestik sebagai bagian dari platformnya.

Namun, realita di lapangan menunjukkan pasar energi yang bergejolak akibat berbagai kebijakan, tarif, dan situasi geopolitik yang kompleks membuat janji tersebut sulit diwujudkan. Perang yang melibatkan AS dan Israel melawan Iran telah memperparah kondisi pasokan minyak dunia, sehingga harga bahan bakar naik di seluruh negeri.

Schumer pun memanfaatkan kondisi ini untuk mengkritik kebijakan Trump yang dianggapnya memperpanjang konflik dan membuang puluhan miliar dolar AS tanpa hasil yang jelas.

Langkah-langkah Pemerintah Trump dan Efeknya

Menanggapi krisis harga bahan bakar, pemerintahan Trump mengambil beberapa langkah, seperti pengumuman pengecualian sementara selama 60 hari terhadap Jones Act—undang-undang yang membatasi pengiriman barang antar pelabuhan AS hanya menggunakan kapal berbendera Amerika.

Langkah ini memungkinkan kapal berbendera asing mengangkut bahan bakar dan barang lain antar pelabuhan, yang diharapkan dapat memperlancar distribusi dan menekan harga. Namun, para pelaku industri dan analis memandang bahwa dampak kebijakan ini terhadap harga bensin akan sangat terbatas.

"Harga minyak ditetapkan secara independen dari biaya transportasi. Pengecualian ini hanya akan memungkinkan kapal tambahan untuk mengangkut pasokan," ujar seorang sumber perdagangan bahan bakar.

Selain itu, pemerintah Trump berencana mencabut regulasi bensin musim panas yang membatasi polusi udara, sehingga diharapkan dapat menurunkan harga bensin eceran sebesar 10-20 sen per galon, terutama di kota-kota besar seperti Chicago, New York, dan Washington, D.C.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kenaikan harga bensin hampir 75% dalam waktu singkat ini mencerminkan keterkaitan erat antara kebijakan politik, konflik geopolitik, dan pasar energi global. Tuduhan Schumer terhadap Trump bukan hanya soal harga bensin semata, tetapi juga cerminan kegagalan pemerintah dalam mengantisipasi dan mengelola dampak konflik Timur Tengah terhadap ekonomi domestik.

Lebih jauh, langkah-langkah yang diambil Trump, meskipun bersifat darurat seperti pengecualian Jones Act dan pelonggaran regulasi bahan bakar, hanya memberikan solusi jangka pendek dengan dampak minimal. Hal ini menunjukkan bahwa solusi struktural dan diplomasi yang stabil menjadi kunci utama menstabilkan harga energi.

Pemilihan paruh waktu AS yang akan datang menjadi momentum penting bagi kedua partai untuk mengatasi isu harga bahan bakar dan energi. Publik akan menilai bagaimana kebijakan dan tindakan pemerintah dapat secara nyata mengurangi beban ekonomi yang dirasakan sehari-hari.

Ke depan, pengamat dan masyarakat perlu mengawasi apakah ketegangan geopolitik akan mereda atau malah meningkat, serta bagaimana kebijakan energi AS beradaptasi terhadap perubahan pasar global. Harga bensin yang stabil dan terjangkau akan sangat menentukan kestabilan ekonomi dan politik di AS.

Kesimpulan

Lonjakan harga bensin di AS hampir 75% dalam sebulan merupakan kombinasi faktor geopolitik dan kebijakan dalam negeri yang saling terkait. Donald Trump menjadi sasaran kritik tajam dari pihak oposisi, terutama Chuck Schumer, yang menilai langkah pemerintah tidak efektif menekan harga. Sementara itu, konsumen di seluruh AS menghadapi beban ekonomi yang semakin berat.

Dengan pemilihan paruh waktu yang semakin dekat, isu ini diprediksi akan menjadi bahan kampanye politik yang sangat menentukan. Masyarakat dan pengamat global harus terus mengikuti perkembangan agar dapat memahami dampak jangka panjang dari dinamika energi dan politik ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad