AS-Israel Serang Iran, Kenapa Negara Arab Malah Dukung Amerika?

Mar 4, 2026 - 11:02
 0  4
AS-Israel Serang Iran, Kenapa Negara Arab Malah Dukung Amerika?

Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama ke Iran yang mengguncang stabilitas kawasan Timur Tengah sejak akhir Februari 2026. Namun, negara-negara Arab di kawasan justru cenderung mendukung Washington dan mengecam tindakan balasan Iran. Apa alasan di balik dukungan kontroversial negara Arab terhadap Amerika Serikat dalam konflik ini?

Ad
Ad

Negara Arab 'Main Aman' dan Pilihan Strategis

Kemelut yang terjadi pasca serangan AS-Israel terhadap Iran memicu respons keras dari Iran, termasuk serangan balasan ke pangkalan militer AS yang tersebar di negara-negara Arab. Meski Iran menegaskan bahwa pangkalan-pangkalan tersebut adalah target militer, negara Arab justru mengambil sikap berbeda dengan mengecam aksi Iran. Mereka menegaskan akan mempertahankan kedaulatan dan bahkan siap mengambil tindakan tegas jika perlu.

Menurut Ketua Program Studi Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia, Yon Machmudi, sikap negara Arab sangat dipengaruhi oleh keanggotaannya dalam Board of Peace (BoP), sebuah inisiatif yang dibentuk Presiden Donald Trump dan beranggotakan 27 negara termasuk Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, Indonesia, dan Israel.

"Ketika ketua dan salah satu anggota BoP terlibat dalam peperangan, hal ini menciptakan dilema bagi anggota lainnya untuk mengecam atau menentang serangan tersebut," ujar Yon.

BoP sendiri dimaksudkan sebagai organisasi yang mendorong perdamaian abadi di Timur Tengah, namun kenyataannya konflik justru meluas di tengah keberadaan organisasi ini.

Ketergantungan Keamanan dan Politik Arab pada Amerika

Faktor utama lain yang membuat negara-negara Arab cenderung mendukung AS adalah ketergantungan mereka pada perlindungan militer dan kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat. Negara-negara seperti Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Bahrain memiliki pangkalan militer AS di wilayahnya dan mengandalkan teknologi serta persenjataan Amerika untuk menjaga keamanan regional.

Pengamat hubungan internasional Sya'roni Rofii menegaskan bahwa posisi negara Arab sangat dilematis karena serangan balasan Iran yang menargetkan aset militer AS di wilayah mereka dianggap pelanggaran kedaulatan. Namun, mereka juga tidak ingin berkonfrontasi langsung dengan Iran demi menghindari eskalasi konflik yang lebih besar.

  • AS memiliki pangkalan militer di Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Yordania, Irak, dan Israel.
  • Kerja sama pertahanan seperti Defence Cooperation Agreement (DCA) antara AS dan Kuwait menunjukkan kedekatan militer yang erat.
  • Arab Saudi menganggap AS sebagai mitra strategis utama dalam menjaga keamanan kawasan.

Konflik Berkepanjangan dan Peluang Diplomasi

Serangan balasan Iran yang besar-besaran memperpanjang ketegangan dan menimbulkan risiko konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Yon Machmudi memprediksi perang ini tidak akan selesai dalam hitungan hari, melainkan berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan, bertolak belakang dengan harapan AS dan Israel yang mengira Iran akan cepat menyerah setelah kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Iran telah menargetkan 27 pangkalan militer AS dan beberapa fasilitas Israel, menunjukkan kesiapan untuk perlawanan intensif dan berkepanjangan. Bahkan upaya negosiasi yang diajukan Amerika Serikat ditolak oleh Iran, sementara Israel pun menyadari sulitnya mengalahkan Iran secara militer.

Yon Machmudi menambahkan bahwa peluang perdamaian akan terbuka jika Iran mau bernegosiasi dan menyesuaikan kepentingannya agar lebih US-friendly, termasuk menghentikan program nuklir yang dianggap ancaman oleh AS.

Peran Negara Arab dalam Meredam Konflik

Menurut Sya'roni Rofii, negara-negara Arab sejatinya memiliki peran penting untuk menghentikan perang dengan memanfaatkan mekanisme internasional seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), PBB, atau Dewan Kerja Sama Teluk (GCC). Bila negara-negara Arab bersatu dalam mendorong gencatan senjata dan negosiasi, tekanan terhadap AS untuk mengakhiri serangan bisa meningkat.

"Jika negara-negara GCC bersatu suara, saya kira Presiden Trump akan mempertimbangkan untuk menghentikan serangan," ujar Sya'roni.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, dukungan negara-negara Arab terhadap Amerika Serikat dalam konflik ini mencerminkan realitas geopolitik dan ketergantungan militer yang dalam. Meski secara agama dan budaya mereka memiliki kedekatan dengan Iran, mereka memilih pragmatisme demi menjaga stabilitas dan keamanan internalnya. Ini sekaligus menunjukkan betapa kompleksnya politik Timur Tengah, di mana aliansi tidak selalu didasarkan pada kesamaan ideologi melainkan kepentingan strategis dan keamanan nasional.

Konflik ini juga berpotensi memperuncing ketegangan regional jika dibiarkan berkepanjangan, mengingat keterlibatan banyak aktor dan kepentingan global. Oleh karena itu, peran negara-negara Arab sebagai mediator sangat krusial untuk mendorong dialog damai dan menghindari eskalasi militer yang mengancam stabilitas kawasan dan dunia.

Ke depan, publik dan pengamat perlu terus memantau dinamika hubungan AS-Arab dan Iran, terutama bagaimana diplomasi dan tekanan internasional akan mempengaruhi jalannya konflik ini. Apakah negara Arab akan terus mendukung Amerika secara terbuka, atau mulai mengambil posisi lebih independen, akan menjadi kunci utama dalam menentukan masa depan Timur Tengah.

Simpulan: Sementara AS dan Israel terlibat langsung dalam konflik dengan Iran, negara-negara Arab memainkan peran yang lebih berhati-hati dan pragmatis, berusaha menjaga hubungan strategis dengan AS sembari menghindari perang langsung. Dukungan mereka bukan tanpa risiko, tetapi merupakan cerminan dari kebutuhan mempertahankan keamanan dan stabilitas regional yang rapuh.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad