Viral Kamar Kos Penuh Sampah, Kenali Hoarding Disorder dan Dampaknya

Apr 1, 2026 - 11:39
 0  4
Viral Kamar Kos Penuh Sampah, Kenali Hoarding Disorder dan Dampaknya

Baru-baru ini, sebuah video viral di media sosial menampilkan kondisi kamar kos yang dipenuhi tumpukan barang dan sampah hingga menyulitkan aktivitas sehari-hari. Fenomena ini memicu diskusi luas tentang hoarding disorder, sebuah gangguan kesehatan mental yang belum banyak dipahami masyarakat. Apa sebenarnya hoarding disorder dan bagaimana dampaknya bagi pengidap maupun lingkungan sekitar?

Ad
Ad

Apa Itu Hoarding Disorder?

Berdasarkan penjelasan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, hoarding disorder adalah gangguan mental yang menyebabkan seseorang memiliki kebiasaan menimbun barang secara berlebihan, termasuk barang yang sudah tidak berguna atau rusak. Gangguan ini bukan sekadar perilaku berantakan biasa, melainkan kondisi yang memengaruhi psikologis pengidapnya.

"Penderita akan merasa stres jika harus membuang barang-barang tersebut. Akibatnya, kumpulan barang terus menumpuk meskipun sebagian besar sudah rusak dan tidak bernilai," tulis Kemenkes RI.

Pengidap hoarding disorder biasanya merasa bahwa barang-barang tersebut memiliki nilai emosional, bisa berguna di masa depan, atau memberi rasa aman. Karena itu, mereka mengalami kecemasan berat ketika harus melepaskan barang-barang tersebut.

Fenomena Viral Kamar Kos Penuh Sampah

Video viral yang beredar di TikTok memperlihatkan pemilik kos mendatangi kamar penghuni dengan kondisi yang sangat berantakan. Barang dan sampah menumpuk hingga lantai tidak terlihat, dengan situasi yang disebut netizen seperti "kapal pecah".

Tumpukan barang dan sampah ini bahkan merusak fasilitas kamar, termasuk tempat tidur dan kamar mandi. Alat makan yang kotor dengan sisa makanan membusuk juga ditemukan, menimbulkan risiko kesehatan. Video ini memancing berbagai komentar dan spekulasi bahwa penghuni tersebut mengalami hoarding disorder.

Penyebab dan Faktor Risiko Hoarding Disorder

Hingga kini, penyebab pasti hoarding disorder belum sepenuhnya dipahami. Namun, sejumlah faktor diduga berkontribusi, antara lain:

  • Riwayat gangguan mental lain seperti depresi, skizofrenia, atau gangguan obsesif kompulsif (OCD).
  • Pola asuh dan lingkungan keluarga yang kurang mendukung.
  • Pengalaman kehilangan orang terdekat atau trauma emosional.
  • Kesulitan ekonomi atau tekanan sosial.
  • Trauma akibat kehilangan harta benda sebelumnya.

Beberapa tanda khas hoarding disorder meliputi:

  • Sulit membuang barang, meskipun sudah tidak berguna.
  • Rasa cemas berlebihan saat harus melepaskan benda pribadi.
  • Kesulitan mengambil keputusan terkait barang-barang yang dimiliki.
  • Perasaan tidak nyaman jika orang lain menyentuh atau merapikan barang miliknya.

Dampak Hoarding Disorder pada Kehidupan dan Lingkungan

Kondisi menimbun barang secara berlebihan ini tidak hanya mengganggu kesehatan mental pengidap, tetapi juga berdampak pada kualitas hidup dan lingkungan sekitar. Beberapa konsekuensi yang mungkin timbul adalah:

  • Gangguan kebersihan dan kesehatan lingkungan, seperti risiko infeksi dan serangga.
  • Kerusakan fasilitas rumah atau kamar, menurunkan kenyamanan dan fungsi ruang.
  • Isolasi sosial akibat malu atau ketidakmampuan menerima tamu.
  • Kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, seperti tidur atau memasak.

Penanganan hoarding disorder biasanya memerlukan bantuan profesional, termasuk terapi psikologis dan dukungan sosial untuk membantu pengidap mengenali dan mengubah perilaku menimbun barang.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, viralnya video kamar kos penuh sampah ini membuka mata publik terhadap sebuah masalah kesehatan mental yang selama ini kurang mendapat perhatian serius. Hoarding disorder bukan sekadar masalah kebersihan, melainkan kondisi psikologis kompleks yang membutuhkan pemahaman dan penanganan tepat.

Fenomena ini juga mengingatkan kita akan pentingnya edukasi kesehatan mental di masyarakat. Banyak pengidap hoarding disorder terjebak dalam lingkaran stigma dan ketidaktahuan, sehingga sulit mencari bantuan. Untuk itu, peran keluarga, lingkungan kos, dan pemerintah sangat krusial dalam memberikan dukungan dan intervensi dini.

Kedepannya, masyarakat perlu lebih peka terhadap tanda-tanda gangguan semacam ini agar tidak berujung pada kondisi yang membahayakan pengidap maupun lingkungan sekitar. Sumber asli menyajikan informasi yang dapat dijadikan acuan memahami kondisi ini secara lebih mendalam.

Simak terus perkembangan terkait kesehatan mental dan fenomena sosial lainnya agar kita semakin peduli dan peka terhadap isu yang sering tersembunyi di balik viralitas media sosial.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad