Harga Rumah Tak Terjangkau di RI dan Asia: Ini 9 Negara Paling Parah

Apr 7, 2026 - 13:10
 0  5
Harga Rumah Tak Terjangkau di RI dan Asia: Ini 9 Negara Paling Parah

Harga rumah yang semakin mahal menjadi masalah serius di banyak negara, termasuk Indonesia. Menurut laporan terbaru The Economist, banyak negara terutama di Asia menghadapi krisis perumahan dengan harga rumah yang jauh tak terjangkau oleh warga mereka. Hal ini disebabkan oleh rasio yang timpang antara pendapatan rata-rata dan harga properti yang melonjak cepat.

Ad
Ad

Rasio Pendapatan dan Harga Rumah Jadi Indikator Ketidakterjangkauan

Rumah adalah kebutuhan primer, namun kenaikan harga properti yang jauh melebihi kenaikan pendapatan membuat banyak orang sulit memiliki hunian sendiri. Rasio harga rumah terhadap pendapatan rata-rata menjadi ukuran utama untuk menilai keterjangkauan rumah di sebuah negara. Semakin rendah rasio ini, semakin mudah warga membeli rumah.

Sayangnya, di banyak negara Asia, rasio ini sangat tinggi, menunjukkan harga rumah yang sangat mahal dibanding pendapatan penduduknya.

Asia Jadi Pusat Krisis Perumahan Global

Percepatan urbanisasi di kota-kota Asia memperburuk situasi perumahan. Selain harga yang melambung, pasokan rumah tidak cukup memenuhi permintaan yang terus meningkat. Kondisi ini menciptakan backlog perumahan yang parah dan memperlebar kesenjangan akses kepemilikan rumah.

Salah satu contoh paling ekstrim adalah Filipina, di mana harga rumah bisa mencapai hingga 20 kali pendapatan tahunan rata-rata. Ini berarti warga harus mengalokasikan penghasilan selama dua dekade hanya untuk membeli rumah.

Negara dengan Harga Rumah Paling Tak Terjangkau di Dunia

Berdasarkan laporan The Economist, berikut adalah 9 negara dengan harga rumah paling tidak terjangkau secara global:

  1. Filipina
  2. Sri Lanka
  3. Thailand
  4. India
  5. Korea Selatan
  6. Indonesia
  7. China
  8. Amerika Serikat
  9. Inggris Raya

Posisi Indonesia yang masuk di peringkat keenam menandakan tantangan besar dalam sektor perumahan nasional. Hal ini menunjukkan harga properti di Indonesia juga jauh melampaui daya beli penduduk rata-rata.

Perbedaan Masalah Hunian antara Negara Berkembang dan Maju

Di negara maju seperti Hong Kong, Sydney, dan Vancouver, masalah ketidakterjangkauan rumah juga nyata, namun penyebabnya berbeda. Di sana, keterbatasan lahan dan tingginya permintaan di pusat ekonomi menjadi faktor utama yang mendorong harga rumah tetap tinggi.

Sementara itu, di negara berkembang seperti Indonesia dan negara Asia lainnya, masalah utama adalah ketimpangan yang tajam antara pendapatan dan harga rumah serta kurangnya pasokan rumah yang terjangkau.

Implikasi dan Tantangan ke Depan

Krisis perumahan ini bukan hanya soal harga, tetapi juga berdampak pada kualitas hidup masyarakat dan pembangunan kota. Ketidakmampuan memiliki rumah sendiri dapat memperbesar kesenjangan sosial dan menghambat mobilitas ekonomi.

Para pembuat kebijakan perlu merumuskan strategi terpadu termasuk peningkatan pasokan rumah murah, pengendalian harga properti, dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, masuknya Indonesia dalam daftar negara dengan harga rumah paling tidak terjangkau adalah alarm serius bagi pemerintah dan pelaku industri properti. Permasalahan ini tidak hanya soal kenaikan harga properti, tetapi juga mencerminkan ketidakmerataan pendapatan dan urbanisasi yang tidak terkendali.

Jika tidak segera ditangani, krisis perumahan dapat memperburuk kesenjangan sosial dan menghambat pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Pemerintah harus memperkuat kebijakan perumahan yang inklusif dan mendorong inovasi dalam penyediaan hunian terjangkau.

Selain itu, publik perlu terus mengikuti perkembangan pasar properti dan kebijakan terkait agar dapat mengambil keputusan terbaik dalam menghadapi situasi ini. Untuk informasi lebih lengkap dan update terkini, lihat laporan lengkap dari CNBC Indonesia dan berita ekonomi terpercaya lainnya.

Ke depan, tantangan utama adalah bagaimana menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kenaikan pendapatan, dan penyediaan hunian yang terjangkau agar seluruh lapisan masyarakat dapat memiliki tempat tinggal yang layak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad