Pemulihan Trauma Kecelakaan Kereta Api Perlu Dilakukan Secara Bertahap

Apr 29, 2026 - 07:31
 0  6
Pemulihan Trauma Kecelakaan Kereta Api Perlu Dilakukan Secara Bertahap

Korban kecelakaan kereta api yang mengalami trauma psikologis memerlukan proses pemulihan yang dilakukan secara bertahap agar dapat kembali beraktivitas dengan lancar tanpa memicu kecemasan berlebihan. Hal ini ditegaskan oleh Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi., Psikolog, yang menjelaskan pentingnya pendekatan terstruktur dalam mengatasi trauma akibat kecelakaan kereta.

Ad
Ad

Pentingnya Pendekatan Bertahap dalam Pemulihan Trauma

Romi, sapaan Prof. Rose Mini Agoes Salim, menuturkan bahwa rasa takut terhadap kereta atau situasi yang berkaitan dengan kecelakaan merupakan respons alami. Namun, ketakutan ini harus diatasi dengan metode yang sistematis seperti terapi exposure, di mana korban tidak langsung dihadapkan pada situasi pemicu trauma secara intens.

“Jika seseorang merasa takut dengan kereta, maka bisa dilakukan secara bertahap melalui exposure. Tidak langsung dihadapkan pada situasi yang memicu ketakutan,” jelas Romi saat dihubungi ANTARA pada Selasa (28/4/2026).

Terapi ini dimulai dari hal sederhana, misalnya melihat gambar kereta tanpa suara untuk membangun toleransi terhadap stimulus pemicu trauma. Selanjutnya, korban secara perlahan dapat meningkatkan paparan, seperti melewati area stasiun atau mendengarkan suara kereta dari jarak yang aman sebelum akhirnya kembali beraktivitas di lingkungan yang sama.

Strategi Pemulihan yang Realistis dan Berkelanjutan

Pendekatan bertahap ini bertujuan melatih otak agar dapat beradaptasi dengan situasi yang sebelumnya menimbulkan ketakutan. Dengan cara ini, respons kecemasan akan berkurang secara perlahan dan korban dapat menyesuaikan diri tanpa tekanan psikologis yang berlebihan.

Romi juga mengingatkan bahwa memaksakan diri kembali ke situasi traumatis secara tiba-tiba berisiko memperburuk kondisi psikologis. Sebaliknya, menghindari sepenuhnya stimulus trauma dalam jangka panjang juga dapat menghambat proses pemulihan.

Kecelakaan kereta api di Bekasi Timur telah menyebabkan banyak korban tidak hanya mengalami luka fisik, tetapi juga tekanan psikologis. Namun, keterbatasan pilihan transportasi membuat sebagian korban tetap harus menggunakan kereta dalam aktivitas sehari-hari, sehingga diperlukan strategi pemulihan yang realistis dan dapat diterapkan secara bertahap.

Dukungan Lingkungan dan Konsistensi dalam Proses Pemulihan

Menurut Romi, proses pemulihan trauma psikologis tidak hanya bergantung pada korban saja, tapi juga membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar. Hal ini penting agar korban merasa aman dan nyaman kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.

"Pemulihan membutuhkan waktu dan konsistensi, serta dukungan agar korban dapat kembali merasa aman dalam aktivitasnya," tambah Romi.

  • Mulai dengan paparan ringan terhadap stimulus trauma
  • Perlahan tingkatkan intensitas paparan secara bertahap
  • Hindari pemaksaan yang bisa memperburuk kondisi psikologis
  • Jangan menghindari stimulus trauma secara total dalam jangka panjang
  • Libatkan dukungan keluarga dan lingkungan sekitar dalam proses pemulihan

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, diharapkan korban trauma kecelakaan kereta api dapat pulih secara optimal dan kembali produktif dalam aktivitas sehari-hari.

Untuk informasi lebih lengkap terkait pemulihan trauma dan kesehatan mental setelah kecelakaan, Anda dapat merujuk langsung ke sumber berita di ANTARA News Jogja.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pemulihan trauma pasca-kecelakaan kereta api harus dilihat sebagai proses jangka panjang yang membutuhkan kesabaran dan strategi psikologis yang tepat. Banyak korban yang mungkin merasa tertekan karena harus kembali menggunakan transportasi yang sempat menjadi sumber trauma mereka. Oleh karena itu, pendekatan bertahap seperti terapi exposure menjadi kunci agar proses penyembuhan tidak terhambat dan korban dapat beradaptasi dengan lingkungan tanpa rasa takut yang berlebihan.

Lebih jauh, redaksi melihat perlunya dukungan dari pemerintah dan lembaga kesehatan mental untuk menyediakan layanan psikologis yang mudah diakses oleh korban kecelakaan, terutama mereka yang terdampak secara psikologis. Stigma terhadap masalah kesehatan mental juga harus terus dikurangi agar korban tidak merasa malu mencari bantuan.

Ke depan, pemantauan berkala dan evaluasi terhadap perkembangan psikologis korban sangat penting agar pemulihan dapat berjalan efektif. Pembaca disarankan untuk mengikuti berita ini secara berkelanjutan karena penanganan trauma psikologis merupakan bagian penting dari pemulihan pasca-kecelakaan yang tidak boleh diabaikan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad