Katarak pada Anak Muda: Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya yang Perlu Diketahui

Apr 29, 2026 - 07:31
 0  6
Katarak pada Anak Muda: Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya yang Perlu Diketahui

Katarak sering dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang orang lanjut usia. Namun, katarak pada anak muda atau katarak juvenil juga dapat terjadi akibat berbagai faktor yang berbeda dari katarak pada usia tua. Memahami penyebab dan gejala katarak pada usia muda sangat penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Ad
Ad

Apa Itu Katarak Juvenil dan Penyebabnya

Katarak juvenil adalah kekeruhan lensa mata yang muncul pada usia produktif, jauh sebelum usia lanjut. Menurut dokter spesialis mata Florence Meilani Manurung, katarak jenis ini memang tidak sebanyak katarak senilis, namun tetap berpotensi mengganggu penglihatan secara signifikan.

Beberapa penyebab utama katarak pada anak muda antara lain:

  • Trauma atau cedera pada mata, seperti benturan langsung atau luka akibat benda tajam yang mengenai area mata.
  • Masalah metabolisme seperti diabetes dan hipertensi yang dapat mempercepat pembentukan katarak.
  • Rabun jauh berat (miopia tinggi) yang meningkatkan risiko kekeruhan lensa.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu yang memiliki efek samping pada mata.
  • Faktor genetik dan lingkungan yang turut berkontribusi pada risiko katarak.

Florence juga menekankan pentingnya mengenali bahwa katarak pada usia muda tidak selalu berhubungan dengan proses penuaan alami, melainkan bisa dipicu oleh faktor-faktor yang dapat dicegah atau dikontrol.

Gejala Awal Katarak pada Anak Muda

Gejala katarak pada usia produktif sering kali tidak disadari karena aktivitas yang masih padat dan penglihatan yang tampak normal pada awalnya. Namun, beberapa tanda awal yang perlu diwaspadai adalah:

  • Pandangan yang mulai terlihat berkabut, berasap, atau buram meskipun sudah menggunakan kacamata.
  • Penurunan kualitas penglihatan secara bertahap yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kondisi ini sering terlambat terdeteksi karena penderitanya masih aktif dan tidak menganggap gangguan penglihatan tersebut serius.

Pencegahan dan Penanganan Katarak pada Usia Muda

Meskipun katarak merupakan bagian dari proses penuaan alami, risiko katarak pada anak muda dapat ditekan dengan langkah-langkah berikut:

  1. Menggunakan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar ruangan atau saat berpotensi mengalami cedera mata.
  2. Menghindari cedera atau trauma pada mata dengan hati-hati saat berolahraga atau bekerja.
  3. Menerapkan pola hidup sehat dengan menjaga gula darah dan tekanan darah agar tetap stabil.
  4. Rutin memeriksakan kesehatan mata terutama bagi yang memiliki faktor risiko seperti diabetes atau riwayat keluarga katarak.

Jika katarak sudah mulai mengganggu penglihatan secara signifikan, operasi katarak menjadi solusi pengobatan yang efektif dan telah terjangkau melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Katarak sebagai Penyebab Utama Kebutaan di Indonesia

Katarak adalah penyebab utama kebutaan di Indonesia, terutama pada usia di atas 50 tahun. Data Kementerian Kesehatan RI mencatat sekitar 600 ribu hingga 650 ribu kasus kebutaan akibat katarak pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan urgensi penanganan yang serius.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyampaikan,

“Jika katarak tidak ditangani, yang hilang bukan hanya penglihatan, melainkan juga peran sosial dan produktivitas mereka.”

Untuk mengatasi ini, pemerintah telah mengintegrasikan skrining mata dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026 dan memastikan layanan operasi katarak terjamin melalui JKN. Hingga tahun 2025, layanan operasi katarak telah menjangkau 634.642 orang, mencapai sekitar 92 persen dari target pemerintah.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, fenomena munculnya katarak pada anak muda menjadi peringatan penting bahwa gangguan kesehatan mata tidak bisa dianggap remeh dan hanya berkaitan dengan usia lanjut. Faktor gaya hidup modern, seperti peningkatan kasus diabetes dan hipertensi pada usia produktif, serta risiko cedera mata akibat aktivitas fisik, menjadi pemicu yang semakin menonjol.

Selain itu, kurangnya kesadaran terhadap gejala awal katarak pada anak muda dapat menyebabkan keterlambatan diagnosis dan pengobatan, yang berpotensi menurunkan produktivitas dan kualitas hidup generasi muda. Oleh karena itu, edukasi dan pemeriksaan mata rutin harus lebih digalakkan, terutama di lingkungan kerja dan sekolah.

Ke depan, masyarakat perlu waspada dan proaktif melakukan pencegahan serta segera mencari penanganan medis jika mengalami gangguan penglihatan. Pemerintah dan penyedia layanan kesehatan juga harus memperluas cakupan program skrining dan operasi katarak agar target penurunan angka kebutaan tercapai, tidak hanya bagi lansia tetapi juga kelompok usia produktif.

Informasi lengkap mengenai katarak dan pencegahannya bisa Anda baca lebih lanjut di Liputan6 Health serta sumber terpercaya lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad