Airlangga Tegaskan Indonesia Tak Masuk Daftar Negara Manipulasi Kurs Versi AS

Apr 29, 2026 - 08:10
 0  6
Airlangga Tegaskan Indonesia Tak Masuk Daftar Negara Manipulasi Kurs Versi AS

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan penegasan bahwa Indonesia tidak termasuk dalam daftar negara Asia yang dituding oleh Amerika Serikat (AS) melakukan manipulasi mata uang untuk memperkuat daya saing ekspor. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah diskusi bertajuk "Menakar Denyut Ekonomi di Tengah Gejolak Global" yang digelar di Jakarta Selatan, Selasa (28/4).

Ad
Ad

Dalam acara tersebut, Airlangga menanggapi kekhawatiran terkait pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh titik terendah sepanjang sejarah yakni Rp17.300 per dolar AS pada 23 April 2026. Menurutnya, tudingan dari AS yang menuding beberapa negara Asia melakukan "currency manipulation" tidak termasuk Indonesia.

"Amerika merasa bahwa beberapa negara di Asia itu melakukan currency manipulation untuk memperkuat daya saing, sengaja memperlemah currency-nya. Indonesia tidak termasuk dalam negara tersebut. Jadi ini yang terus kita jaga," jelas Airlangga.

Upaya Pemerintah dan Bank Indonesia Menjaga Stabilitas Rupiah

Menanggapi kondisi pelemahan rupiah yang terjadi, Airlangga menyatakan pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) secara ketat memantau pergerakan mata uang dan menjaga stabilitas makroprudensial. Namun, pemerintah tidak akan mengambil langkah yang bertentangan secara frontal dengan tekanan pasar global yang bersifat eksternal.

"Pemerintah tetap menjaga makroprudensialnya bersama dengan BI memonitor rupiah. Namun tentu kita tidak against the flow ya. Kalau flow-nya, anginnya headwind tentu kita tidak untuk menabrak, tapi dengan berbagai kebijakan," tambahnya.

Selain rupiah, sejumlah mata uang Asia lain seperti yen Jepang juga mengalami tekanan akibat sentimen global yang sama. Hal ini menegaskan bahwa pelemahan rupiah lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal, bukan kebijakan pemerintah yang sengaja membiarkan nilai tukar melemah demi mendongkrak ekspor.

Pengaruh Kenaikan Harga Minyak Dunia terhadap Ekonomi Domestik

Airlangga juga menyoroti lonjakan harga minyak dunia yang ikut memperburuk sentimen terhadap ekonomi domestik. Meski demikian, dia meyakinkan bahwa harga minyak saat ini masih dalam rentang yang dapat dikelola oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Harga minyak ini dijaga semacam yoyo, US$100 (per barel) lebih dikit turun lagi, US$100, turun lagi. Nah, bagi Indonesia yang di APBN kita (dipatok) angkanya US$70, dalam tiga bulan kemarin kira-kira US$77. Jadi masih relatif within the range," ujar Airlangga.

Dengan harga minyak yang belum melesat jauh di atas US$100 per barel, pemerintah masih dapat menjaga beban subsidi energi, terutama untuk bahan bakar seperti Pertalite dan biodiesel.

Program Biodiesel B50 dan Pengaruhnya terhadap Subsidi Energi

Lebih lanjut, Airlangga menyebutkan bahwa program konversi Biodiesel 50 (B50) yang akan dilaksanakan pada semester II tahun ini diperkirakan akan membantu mengurangi beban subsidi energi. Hal ini disebabkan oleh selisih harga antara minyak sawit dan bahan bakar fosil yang makin menyempit akibat kenaikan harga minyak global.

"Saving daripada tidak menggunakan solar tetapi menggunakan Biodiesel B50 itu sampai sekitar Rp48 triliun," jelasnya.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penegasan Airlangga bahwa Indonesia tidak termasuk dalam daftar negara yang melakukan manipulasi kurs mata uang sangat penting untuk menjaga kepercayaan investor dan mitra dagang internasional. Tuduhan manipulasi kurs dapat menimbulkan risiko sanksi ekonomi atau perlakuan proteksionis dari negara lain, terutama dari AS yang merupakan mitra dagang utama.

Selain itu, pelemahan rupiah yang dipicu oleh faktor eksternal seperti sentimen global dan kenaikan harga minyak menunjukkan bahwa pemerintah perlu terus menguatkan kebijakan fiskal dan moneter yang adaptif. Program Biodiesel B50 yang mampu menghemat subsidi energi adalah contoh langkah strategis yang tidak hanya menekan defisit anggaran, tetapi juga mendukung target transisi energi.

Ke depan, perkembangan geopolitik dan dinamika pasar energi global akan sangat menentukan stabilitas ekonomi Indonesia. Oleh sebab itu, masyarakat dan pelaku usaha disarankan untuk terus mengikuti informasi terbaru dan kebijakan pemerintah terkait stabilitas nilai tukar dan harga energi. Informasi lebih lengkap dapat dilihat pada CNN Indonesia dan sumber resmi pemerintah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad