Pernikahan Banyak Kandas di Tahun ke-8, Ini Penjelasan Psikolog Terpercaya

Apr 9, 2026 - 13:00
 0  4
Pernikahan Banyak Kandas di Tahun ke-8, Ini Penjelasan Psikolog Terpercaya

Pernikahan banyak berakhir di tahun kedelapan, sebuah fenomena yang dikenal luas sebagai "seven-year itch". Data dari biro sensus mengungkapkan bahwa rata-rata usia pernikahan pertama yang berakhir dengan perceraian adalah sekitar 8,2 tahun. Mengapa fase ini menjadi titik krusial dalam sebuah hubungan? Melansir Psychology Today, penjelasan datang dari para pakar psikologi seperti Daniel Levinson, George Vaillant, dan Gail Sheehy yang menyoroti bahwa perkembangan psikologis manusia biasanya bergerak dalam siklus sekitar tujuh tahunan.

Ad
Ad

Siklus Psikologis dan Perubahan dalam Pernikahan

Dalam siklus tujuh tahunan ini, seseorang biasanya mengalami periode stabilitas diikuti oleh fase kegelisahan dan transisi selama dua hingga tiga tahun. Fase ini menandai perubahan penting dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk karier, rencana jangka panjang, penuaan, dan hubungan dengan pasangan.

Di tahap awal pernikahan, pasangan sering kali membentuk "kesepakatan tidak tertulis" yang memenuhi kebutuhan psikologis seperti kemandirian, stabilitas, atau rasa dicintai. Namun, seiring waktu, kebutuhan ini berubah dan seringkali tidak disadari oleh pasangan.

Masalah Umum Muncul di Tahun Kelima hingga Kedelapan

Setelah beberapa tahun membangun rutinitas dan aturan dalam rumah tangga—dari pembagian tugas, pola interaksi keluarga, hingga hubungan intim—masalah mulai muncul pada tahun kelima hingga kedelapan. Pasangan yang tadinya merasa nyaman mulai mengalami kegelisahan karena kebutuhan yang dulu terpenuhi kini berubah.

Sifat pasangan yang dulu menarik bisa berubah menjadi sumber konflik: yang stabil kini dianggap kaku, yang spontan dianggap berlebihan. Inilah inti dari fenomena "seven-year itch" yang ditandai dengan:

  • Sering bertengkar
  • Menjauh secara emosional
  • Terlibat perselingkuhan
  • Keinginan salah satu pihak untuk memulai hidup baru

Strategi Menghadapi Krisis dan Memperbarui Hubungan

Sebagian pasangan memilih bercerai dan mengulangi pola yang sama pada pernikahan berikutnya. Namun, ada pula yang menghindari konflik terbuka dengan mengalihkan fokus pada anak, pekerjaan, atau aktivitas lain sehingga hubungan bertransformasi menjadi lebih fungsional daripada emosional.

Strategi ini mungkin bertahan beberapa tahun, tapi tidak menyelesaikan akar masalah. Saat fase kehidupan berikutnya datang, seperti anak yang mulai remaja atau kejenuhan karier, perasaan terjebak dapat muncul kembali hingga memicu krisis paruh baya.

Kunci utama adalah kesadaran akan perubahan kebutuhan dalam hubungan. Pasangan dapat memperbarui "kontrak" hubungan mereka dengan:

  • Membangun kerja sama yang lebih seimbang
  • Meningkatkan komunikasi efektif
  • Menyesuaikan gaya hidup bersama
  • Memperkuat kedekatan emosional dan fisik

Jika sulit dilakukan secara mandiri, bantuan profesional dari terapis atau konselor pernikahan sangat dianjurkan untuk melewati fase kritis ini.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, fenomena "seven-year itch" bukan sekadar mitos, melainkan refleksi nyata dari dinamika psikologis yang terjadi dalam pernikahan. Fase tahun ke-7 hingga ke-8 menjadi cermin dari kebutuhan manusia yang terus berkembang dan menuntut adaptasi dalam hubungan.

Masalah yang sering muncul sebenarnya adalah akibat dari kegagalan pasangan untuk beradaptasi dengan perubahan tersebut. Banyak pasangan yang terjebak dalam rutinitas dan harapan lama, sehingga ketika kebutuhan berubah, mereka mengalami konflik yang tajam. Oleh karena itu, penting bagi pasangan untuk selalu melakukan evaluasi hubungan secara berkala, bukan hanya pada saat krisis muncul.

Lebih jauh, fenomena ini juga membuka ruang diskusi tentang pentingnya edukasi pra-nikah dan pelatihan keterampilan komunikasi dalam rumah tangga agar pasangan lebih siap menghadapi transisi kehidupan yang dinamis.

Kedepannya, pasangan yang mampu mengenali dan menyesuaikan diri dengan siklus ini berpeluang besar untuk memperkuat hubungan dan menghindari perceraian. Jadi, jangan abaikan tanda-tanda gelisah di hubungan Anda. Perhatikan, evaluasi, dan bertindaklah sebelum krisis menjadi parah.

Untuk informasi lengkap dan sumber terpercaya, Anda bisa membaca langsung artikel aslinya di CNBC Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad