70% Perempuan Alami Kekerasan di Tempat Kerja: Ini Cara Melindungi Diri Anda
70% perempuan di Indonesia mengalami kekerasan di tempat kerja, namun ironisnya hanya sekitar 30% dari mereka yang berani melapor. Data ini mengungkap sebuah realitas yang mengkhawatirkan di tengah peringatan International Women's Day pada 8 Maret 2026. Kekerasan terhadap perempuan, dalam berbagai bentuknya, masih menjadi tantangan besar khususnya di lingkungan kerja yang seharusnya aman.
Kekerasan di Tempat Kerja: Fakta Mengejutkan dari Data ILO
Laporan International Labor Organization (ILO) tahun 2022 menunjukkan bahwa dari 1.173 responden perempuan di Indonesia, 70,93% pernah mengalami kekerasan di tempat kerja. Bentuk kekerasan ini bisa berupa pelecehan seksual, intimidasi, diskriminasi, maupun bentuk kekerasan psikologis lainnya yang membuat perempuan merasa tidak aman saat bekerja.
Meski angkanya tinggi, fenomena underreporting atau rendahnya angka pelaporan menjadi masalah serius. Mayoritas korban memilih diam karena berbagai alasan, termasuk takut kehilangan pekerjaan dan stigma sosial.
Alasan Rendahnya Pelaporan Kekerasan di Tempat Kerja
Livia Iskandar, aktivis gender sekaligus Direktur Eksekutif Yayasan Pulih, mengungkapkan bahwa konsekuensi yang mungkin timbul menjadi penghalang utama korban untuk melapor. "Dibutuhkan keberanian untuk speak up karena konsekuensinya banyak," ujarnya dalam acara Beauty That Moves: International Women's Day pada 5 Maret 2026.
Selain itu, meskipun Indonesia telah memiliki Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, masih ada pekerjaan rumah besar untuk menciptakan ruang aman dan lingkungan kerja yang mendukung agar perempuan bisa melawan dan mencegah kekerasan.
Tips Memilih Tempat Kerja yang Aman untuk Perempuan
Dalam mencari pekerjaan, perempuan disarankan untuk jeli dalam memilih lingkungan kerja. Livia membagikan beberapa tips penting agar perempuan bisa mengenali red flag di tempat kerja, antara lain:
- Tanyakan kebijakan perusahaan terkait pencegahan kekerasan selama wawancara kerja.
- Periksa apakah perusahaan memiliki program whistle blower sebagai saluran pelaporan yang aman.
- Amati apakah ada komitmen nyata dari perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan bebas kekerasan.
Melanie Masriel, Chief of Corporate Affairs, Engagement & Sustainability L'Oréal Indonesia, menegaskan pentingnya adanya platform pelaporan yang terpercaya. L'Oréal Indonesia memiliki platform Speak Up yang berfungsi membangun budaya melapor segala bentuk kekerasan, ketidakadilan, dan diskriminasi. "Kami memiliki SOP baku untuk investigasi pelaporan, termasuk kekerasan seksual," jelas Melanie. "Kami pastikan tempat kerja kami bebas dari kekerasan."
Data Kekerasan Berbasis Gender dan Tantangan di Era Digital
Menurut data CATAHU Komnas Perempuan 2024, sepanjang 2024 tercatat sebanyak 445.502 kasus Kekerasan Berbasis Gender terhadap Perempuan (KBGtP), naik lebih dari 43.000 kasus dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan ini juga dipengaruhi oleh maraknya kekerasan berbasis gender di dunia digital, memperluas risiko yang dihadapi perempuan di kehidupan sehari-hari.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, tingginya angka kekerasan di tempat kerja yang mencapai hampir 70% bukan hanya soal angka, tetapi mencerminkan kegagalan sistem perlindungan dan budaya kerja yang masih permisif terhadap kekerasan. Rendahnya pelaporan menjadi alarm bahwa korban masih merasa terisolasi dan takut menghadapi konsekuensi sosial maupun ekonomi.
Perlu adanya sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem kerja yang tidak hanya mengutamakan produktivitas, tetapi juga keamanan dan kesejahteraan perempuan. Program pelatihan, kebijakan anti kekerasan yang tegas, serta perlindungan hukum yang nyata harus menjadi prioritas. Selain itu, edukasi publik tentang hak perempuan dan konsekuensi hukum bagi pelaku kekerasan harus diperkuat.
Ke depan, pembaca perlu mengawasi perkembangan kebijakan dan implementasi perlindungan di perusahaan, serta mendorong transparansi dalam penanganan kasus kekerasan. Kesadaran kolektif untuk mendukung perempuan berani melapor dan mendapatkan keadilan menjadi kunci utama perubahan.
International Women's Day menjadi momentum penting untuk mendorong langkah-langkah konkret agar kekerasan terhadap perempuan di tempat kerja dapat ditekan seminimal mungkin. Mari bersama wujudkan tempat kerja yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0