Penyakit GERD Bisa Sembuh dengan Kurangi Faktor Risiko, Ini Cara Efektifnya
Penyakit GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease dapat sembuh jika penderita melakukan perubahan gaya hidup dan mengurangi faktor risiko penyebabnya. Menurut Prof Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam dari FK UI RSCM, kesembuhan GERD sangat mungkin dicapai dengan kombinasi pengobatan yang tuntas serta modifikasi kebiasaan sehari-hari.
Faktor Risiko dan Cara Menguranginya
Prof Ari menegaskan bahwa menghilangkan gejala dan komplikasi GERD membutuhkan upaya mengurangi faktor risiko yang meliputi:
- Berhenti merokok
- Berhenti mengonsumsi alkohol
- Menurunkan berat badan, terutama bagi yang mengalami obesitas
- Menjalani diet rendah lemak
"Obatinya memang menghilangkan gejala juga komplikasi, gaya hidup kalau dia merokok harus stop merokok, jika minum alkohol juga harus dihentikan, berat badan penting untuk diturunkan, kemudian diet rendah lemak, jadi ini memang mesti diturunkan," jelas Prof Ari dalam diskusi kesehatan bersama Primaya Hospital pada 5 Maret 2026.
Peran Pola Makan dan Aktivitas Fisik
Selain faktor risiko utama, perubahan pola makan dan aktivitas fisik juga sangat menentukan keparahan GERD. Pola makan yang baik, olahraga teratur, cukup tidur, dan pengelolaan stres terbukti membantu mengurangi gejala GERD. Prof Ari menambahkan bahwa rata-rata penderita GERD adalah pria berusia di atas 40 tahun dengan kebiasaan merokok dan obesitas.
Namun, fenomena GERD kini juga banyak ditemukan pada anak-anak akibat pola makan tidak sehat, seperti konsumsi berlebihan makanan mengandung keju dan coklat sejak bayi, serta kebiasaan tidur segera setelah makan. Kurangnya aktivitas fisik akibat penggunaan gadget berlebihan juga menjadi faktor pemicu pada anak.
"Makan coklat keju yang berlebihan sejak kecil, kemudian juga kebiasaan makan langsung tidur. Anak-anak sekarang cenderung kurang bergerak karena gadget, jadi mereka harus sering bermain di playground," ujar Prof Ari.
Deteksi dan Pengobatan GERD
Untuk memastikan diagnosis dan tingkat keparahan GERD, dokter biasanya melakukan endoskopi. Prosedur ini bertujuan melihat luka pada saluran pencernaan dan kondisi katup lambung yang menahan asam lambung agar tidak naik ke kerongkongan.
Pasien yang mengalami gejala seperti nyeri dada, rasa terbakar di dada, dan muntah berulang disarankan melakukan endoskopi guna mengantisipasi komplikasi serius, termasuk risiko kanker jika luka dibiarkan tanpa pengobatan.
Dari sisi pengobatan, terdapat obat penekan asam lambung baru golongan P-CAB seperti Vonoparazan, Tegoprazan, dan Fexuprazan yang menjadi harapan baru bagi penderita GERD, terutama yang juga terinfeksi bakteri Helicobacter pylori. Prof Ari menyatakan bahwa obat-obatan ini efektif mengatasi kasus yang sebelumnya sulit diobati dengan obat lama.
Puasa Intermiten dan Asupan Nutrisi
Prof Ari juga mengungkapkan bahwa puasa intermiten dapat membantu mengurangi GERD. Menjaga asupan protein dan menghindari makanan pemicu asam lambung menjadi bagian dari strategi pengendalian penyakit ini.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, berita ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam penanganan GERD yang tidak hanya bergantung pada obat-obatan, tetapi juga perubahan gaya hidup. Faktor risiko seperti obesitas, merokok, dan konsumsi makanan tinggi lemak menjadi kunci utama yang harus dikendalikan untuk mencegah kekambuhan GERD.
Fenomena meningkatnya kasus GERD pada anak-anak juga menjadi peringatan penting bahwa pola makan dan gaya hidup sehat harus diajarkan sejak dini. Penggunaan gadget yang berlebihan dan kebiasaan tidur langsung setelah makan merupakan tanda bahaya yang perlu diwaspadai orang tua.
Ke depan, perkembangan obat baru golongan P-CAB menjadi angin segar bagi pasien yang selama ini mengalami kesulitan pengobatan. Namun, pengobatan tuntas harus diimbangi dengan edukasi dan perubahan gaya hidup agar hasil optimal dapat dicapai.
Penting bagi masyarakat untuk mengenali gejala GERD sejak awal dan segera melakukan pemeriksaan endoskopi jika gejala berat muncul. Langkah ini tidak hanya mencegah komplikasi tapi juga membantu deteksi dini kanker saluran pencernaan yang berpotensi fatal.
Dengan pemahaman dan tindakan yang tepat, GERD bukan lagi penyakit kronis yang menghantui, melainkan kondisi yang bisa dikontrol dan sembuh melalui gaya hidup sehat dan pengobatan lengkap.
Terus ikuti update kesehatan terbaru untuk mendapatkan informasi terpercaya tentang cara menjaga kesehatan pencernaan dan mengatasi GERD secara efektif.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0