Luhut Tegaskan Indonesia Jangan Ikut Musuhi Iran di Tengah Konflik Timur Tengah

Mar 6, 2026 - 15:31
 0  11
Luhut Tegaskan Indonesia Jangan Ikut Musuhi Iran di Tengah Konflik Timur Tengah

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan pentingnya Indonesia menjaga posisi netral dan tidak ikut memusuhi pihak manapun, termasuk Iran, di tengah konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Ad
Ad

Pernyataan ini disampaikan Luhut melalui unggahan resmi di akun Instagram pribadinya @luhut.pandjaitan pada Jumat, 6 Maret 2026. Ia menekankan bahwa posisi Indonesia sebagai negara non-blok harus menjadi landasan utama dalam menyusun kebijakan luar negeri.

Indonesia dan Prinsip Politik Bebas Aktif

Luhut menjelaskan bahwa dalam situasi tarik-menarik kepentingan kekuatan-kekuatan besar global, Indonesia harus terus berpegang pada prinsip politik luar negeri Bebas Aktif. Prinsip ini menuntut Indonesia untuk tidak berpihak atau memusuhi negara mana pun.

"Di tengah tarik-menarik kepentingan kekuatan besar, prinsip politik luar negeri Bebas Aktif harus terus menjadi pedoman yang paling relevan bagi bangsa ini," ujar Luhut.

Menurutnya, sikap bermusuhan dengan Iran tidak membawa keuntungan bagi Indonesia. Sebaliknya, Indonesia harus membangun hubungan yang saling menguntungkan dengan berbagai negara, baik negara maju maupun negara berkembang, termasuk negara-negara Muslim seperti Iran.

Sikap Netral di Tengah Konflik Global

Luhut juga mengingatkan bahwa Indonesia tidak boleh memihak kepada negara manapun, baik AS maupun negara besar lain seperti Rusia dan China yang juga terdampak konflik tersebut. Indonesia harus mengedepankan kemitraan dan persahabatan sebagai prinsip yang diwariskan oleh para founding fathers.

"Indonesia tidak dalam posisi untuk memihak negara manapun. Bermitra dan membangun hubungan yang saling menguntungkan dengan negara-negara maju ataupun menghormati hubungan persahabatan dengan negara-negara berkembang, dan juga negara muslim seperti Iran, adalah prinsip yang diamanatkan oleh para founding fathers untuk kami jaga dan laksanakan," jelas Luhut.

Diplomasi Luwes dan Penguatan Ketahanan Nasional

Luhut menegaskan bahwa diplomasi Indonesia harus dijalankan dengan cara yang luwes, proaktif, dan selalu mengutamakan penguatan ketahanan domestik. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu menghadapi dampak perang global yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional.

  • Menjaga ketahanan energi dan pangan
  • Memastikan keamanan dalam negeri tetap terjaga
  • Memberikan dukungan penuh kepada pemerintah dalam mengambil kebijakan strategis

Menurut Luhut, semua elemen bangsa memiliki tanggung jawab menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional, bukan hanya pemerintah saja.

"Jangan ada yang berpikiran ekstrem ke sana ke sini. Kita harus mendukung pemerintah supaya pemerintah bisa mengambil kebijakan-kebijakan yang proaktif untuk menjaga ketahanan energi kita maupun pangan dan keamanan dalam negeri kita juga," pungkasnya.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pernyataan Luhut ini sangat krusial di tengah ketegangan geopolitik global yang semakin kompleks. Sikap Indonesia sebagai negara non-blok dan menjalankan politik luar negeri bebas aktif menjadi penopang utama agar negara tidak terjebak dalam konflik yang berpotensi merugikan stabilitas nasional dan hubungan diplomatik dengan berbagai negara.

Selain itu, sikap netral ini membuka ruang bagi Indonesia untuk tetap menjalankan peran strategis sebagai mediator dan penjaga perdamaian di kawasan, yang bisa meningkatkan kredibilitas dan pengaruh Indonesia di panggung internasional. Namun, tantangan terbesar adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara menjalin hubungan baik dengan negara-negara besar sekaligus memperkuat ketahanan nasional dalam aspek energi, pangan, dan keamanan.

Ke depan, masyarakat dan pemerintah harus terus berkolaborasi agar kebijakan luar negeri Indonesia tidak sekadar retorika, tetapi benar-benar efektif menjaga kepentingan nasional. Penguatan diplomasi yang luwes dan kesiapsiagaan menghadapi dampak konflik global menjadi kunci penting yang harus diperhatikan.

Dengan begitu, Indonesia dapat memastikan bahwa posisi non-blok bukan hanya slogan, tetapi menjadi strategi nyata yang berdampak positif untuk kemajuan dan stabilitas negara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad