AI di China Meluas ke Perangkat Fisik: Dari Mikrofon hingga Robot Humanoid

Apr 28, 2026 - 08:00
 0  4
AI di China Meluas ke Perangkat Fisik: Dari Mikrofon hingga Robot Humanoid

Kecerdasan buatan (AI) di China kini mengalami transformasi signifikan dengan perluasan dari sistem berbasis cloud menjadi perangkat fisik yang langsung berinteraksi dengan pengguna. Perkembangan ini tidak hanya mengubah lanskap teknologi di sana, tetapi juga menandai babak baru dalam perlombaan teknologi AI global.

Ad
Ad

Startup AI China Mulai Fokus pada Perangkat Fisik

Di Hangzhou, startup EinClaw baru saja meluncurkan perangkat berupa mikrofon clip-on seharga $43 yang memungkinkan pengguna mengirim perintah suara ke agen AI OpenClaw. Perangkat ini dikembangkan dan dirakit oleh hanya dua orang dengan komponen yang didapatkan dari berbagai wilayah di China. Peluncuran seratus unit pertama ini menandai langkah awal serius dalam mengintegrasikan AI ke dalam perangkat fisik yang mudah diakses.

Tak hanya itu, di Suzhou, startup JoyIn mengklaim telah menghadirkan robot humanoid Zeroth M1 yang dapat dikendalikan secara remote menggunakan alat Tencent Cloud. Pre-order robot ini diharapkan dimulai pada Juli mendatang. Inovasi ini menegaskan pergeseran industri dari AI yang hanya tersedia di internet menjadi AI yang melekat di perangkat keras.

Perubahan Paradigma dari Cloud ke Perangkat Lokal

"Cloud-native kini mulai terasa usang. Teknologinya berguna, tapi model bisnisnya sudah tidak relevan," ujar Ray Von, pendiri dan CEO OpenPie, startup yang didukung Tencent. Von menambahkan bahwa kekhawatiran tentang kedaulatan data menjadi alasan utama perusahaan manufaktur enggan mengirimkan data ke cloud.

OpenPie kini fokus membangun perangkat yang mampu menjalankan AI secara lokal menggunakan chip murah buatan China. Target mereka adalah mengirim 10.000 unit perangkat seharga 100.000 yuan (sekitar 14.627 USD) pada akhir tahun ini sebelum melakukan ekspansi lebih besar.

Dampak pada Perusahaan Software dan Industri Otomotif

Ekspansi ke dunia fisik juga memengaruhi perusahaan yang sebelumnya hanya fokus pada software. Style3D, yang didirikan pada 2015 dan membantu industri pakaian mempercepat proses desain hingga produksi, kini meluncurkan platform robotik SynReal. CEO Eric Liu menjelaskan, untuk robot humanoid berfungsi optimal, mereka perlu data khusus tentang tekstur bahan, mulai dari jeruk hingga kain sutra, yang disediakan oleh perusahaan.

Selain startup, perusahaan besar juga mengikuti tren ini. Volkswagen dan beberapa produsen mobil listrik lainnya mengumumkan penggunaan alat AI di kendaraan yang memungkinkan perintah suara pengemudi. Sementara itu, Alibaba mengembangkan robot berkaki empat menggunakan data peta digital selama 20 tahun dari unit peta mereka, Amap.

"Data peta membantu sensor robot dalam navigasi, sedangkan AI memungkinkan robot menemukan toko terdekat lewat perintah seperti, 'Saya haus'," kata Mu Xu, kepala algoritma AI embodied di Amap. Ia juga memperingatkan bahwa kemampuan memproses AI secara langsung di perangkat menjadi tantangan utama dalam pengembangan robotik.

Implikasi dan Tantangan ke Depan

Perkembangan ini menunjukkan bahwa batasan utama bukan lagi seberapa canggih model AI secara teoretis, melainkan seberapa efektif teknologi tersebut dapat diintegrasikan ke dalam perangkat sehari-hari. Dengan kemampuan AI yang menyatu di setiap alat, mulai dari mikrofon hingga robot, potensi aplikasi di berbagai sektor akan meningkat drastis.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pergeseran AI dari cloud ke perangkat fisik adalah game-changer bagi industri teknologi China dan bahkan global. Ini bukan sekadar soal inovasi produk, melainkan perubahan mendasar dalam model bisnis dan keamanan data. Dengan semakin banyaknya perangkat yang dapat menjalankan AI secara lokal, perusahaan di China mengatasi kekhawatiran terkait privasi data yang selama ini menjadi penghambat adopsi AI di sektor manufaktur dan lain-lain.

Selain itu, kemajuan ini juga memperlihatkan strategi China untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing khususnya di bidang chip dan komputasi awan. Dengan mengembangkan perangkat keras AI berbasis chip lokal, mereka memperkuat ekosistem teknologi domestik yang lebih mandiri dan tahan di tengah ketegangan geopolitik.

Namun, tantangan terbesar tetap pada bagaimana mengoptimalkan kemampuan komputasi AI secara efisien di perangkat dengan keterbatasan sumber daya. Keberhasilan mengatasi hal ini akan menentukan siapa yang memimpin inovasi AI berikutnya. Pembaca sebaiknya mengikuti perkembangan ini karena teknologi AI yang semakin menyatu dengan perangkat fisik akan segera mengubah cara kita berinteraksi dengan dunia digital dan fisik.

Untuk informasi lebih lanjut dan perkembangan terbaru, Anda dapat membaca artikel lengkap di CNBC serta mengikuti berita dari CNN Indonesia Teknologi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad