Sitha Marino Comeback di Film Keluarga Suami Adalah Hama Usai Diet Sehat

May 1, 2026 - 17:25
 0  6
Sitha Marino Comeback di Film Keluarga Suami Adalah Hama Usai Diet Sehat

Aktris Sitha Marino menandai kembalinya ke dunia seni peran dengan membintangi film terbaru berjudul Keluarga Suami Adalah Hama yang diproduksi di Jakarta pada Selasa, 28 April 2026. Penampilan Sitha dalam proyek ini menjadi sorotan utama karena perubahan fisiknya yang lebih ramping dibandingkan sebelumnya.

Ad
Ad

Perubahan bentuk tubuh yang dialami Sitha dianggap sebagai kunci keberhasilan mendapat peran utama, setelah sempat mengalami masa vakum karena jarang mendapatkan tawaran pekerjaan. Dalam wawancara dengan media, pemeran berusia 26 tahun ini mengungkapkan bahwa saat berat badannya masih berlebih, ia sulit mendapatkan proyek film.

"Jujur sebenarnya film Keluarga Suami Adalah Hama ini adalah film comeback aku setelah aku kurus sebenarnya. Iya dulu pas aku gembrot aku belum ada film-film sama sekali kan," ungkap Sitha Marino.

Lebih jauh, Sitha menjelaskan bahwa setelah berat badannya turun, dirinya mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan sutradara Anggy Umbara, yang menghubunginya kembali. Ia sangat bersyukur bisa kembali aktif di industri perfilman lewat proses yang dijalaninya secara konsisten.

"Terus akhirnya pas aku udah turun berat badan, akhirnya dari timnya Mas Anggy (sutradara) ngehubungin. I'm so happy akhirnya aku balik lagi," tambah Sitha.

Mengenai metode penurunan berat badan, adik dari Putri Marino ini menegaskan bahwa ia tidak menempuh cara instan atau diet ekstrem. Sitha memilih untuk menerapkan pola makan sehat dan rutin berolahraga dengan intensitas tinggi.

  • Berat badan yang turun dari sekitar 64-65 kilogram ke angka 60-an
  • Olahraga yang dijalani meliputi weightlifting, pilates, dan kardio
  • Fokus pada konsistensi pola hidup sehat tanpa metode instan

Selain faktor fisik, Sitha tertarik dengan naskah film Keluarga Suami Adalah Hama karena mengangkat tema yang sangat relevan dengan kondisi sosial perempuan di Indonesia. Film ini menggambarkan dinamika keluarga yang tidak sehat dan tantangan bagi individu, terutama perempuan, untuk bersuara dan menghadapi tekanan psikologis.

"Pas aku baca, ini tuh film sebuah urgensi menurut aku. Di mana banyak perempuan yang enggak berani bersuara karena takut salah ngomong. Banyak banget perempuan di luar sana yang merasakan seperti film ini tapi belum berani speak up," jelas Sitha.

Melalui perannya dalam film ini, Sitha berharap dapat memberikan dukungan moral bagi penonton yang tengah mengalami situasi serupa, serta mendorong keberanian untuk jujur terhadap perasaan tanpa rasa bersalah atau penyangkalan.

"Kenapa aku mau ngambil ini adalah sebuah platform di mana nyuruh kayak, 'Lu, it's okay to feel that way.' Kalau lu mau speak up, go ahead. Enggak perlu takut karena kebanyakan perempuan mereka cuman kayak denial, padahal sebenarnya mereka tuh sakit," imbuhnya.

Dalam proyek ini, Sitha berkolaborasi dengan aktor dan aktris senior seperti Meriam Bellina dan Raihaanun. Meski awalnya merasa gugup dan harus beradaptasi, dukungan dari para pemain senior dan suasana kerja yang positif sangat membantu proses aktingnya.

Transformasi dan Relevansi Film Keluarga Suami Adalah Hama

Transformasi Sitha Marino yang signifikan membuka kembali peluang kariernya di perfilman Indonesia. Perubahan ini menjadi bukti nyata bahwa konsistensi dalam menjaga pola hidup sehat dan rutinitas olahraga dapat membawa dampak positif tidak hanya bagi kesehatan, tetapi juga karier profesional.

Sementara itu, film Keluarga Suami Adalah Hama berpotensi menjadi karya yang mengangkat isu sosial penting terkait suara perempuan dalam keluarga dan masyarakat. Tema ini sangat relevan dengan perkembangan kesadaran publik terhadap isu kekerasan psikologis dan dinamika rumah tangga yang kerap tersembunyi.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kembalinya Sitha Marino ke dunia perfilman setelah menjalani transformasi fisik bukan hanya soal penampilan, tetapi juga mencerminkan dinamika industri hiburan yang masih sangat terfokus pada standar penampilan. Ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana aktor dan aktris dipaksa menyesuaikan diri agar bisa bertahan di industri ini.

Namun, dari sisi positif, langkah Sitha untuk tidak memilih jalur diet ekstrem melainkan menerapkan pola hidup sehat menjadi contoh yang baik bagi publik, terutama kaum muda yang sering terjebak dalam pola diet tidak sehat demi penampilan. Selain itu, film yang diambilnya mengangkat isu pelik mengenai perempuan dan keberanian bersuara, sesuatu yang masih menjadi tantangan besar di masyarakat kita.

Kedepannya, penting untuk mengawasi bagaimana film ini diterima oleh publik dan apakah akan membuka ruang diskusi lebih luas tentang isu-isu sosial yang diangkat. Sitha Marino dan film Keluarga Suami Adalah Hama berpotensi menjadi titik balik bagi pembicaraan tentang peran perempuan dalam keluarga dan industri hiburan Indonesia.

Untuk informasi selanjutnya, pantau terus perkembangan film ini dan dampak sosial yang ditimbulkannya di berbagai platform media.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad