Ahli Perkirakan 80 Ribu Bayi Indonesia Alami Penyakit Jantung Bawaan Setiap Tahun

Jun 27, 2026 - 17:40
 0  2
Ahli Perkirakan 80 Ribu Bayi Indonesia Alami Penyakit Jantung Bawaan Setiap Tahun

Penyakit jantung bawaan menjadi salah satu masalah kesehatan serius yang dihadapi oleh bayi di Indonesia. Setiap tahun, diperkirakan sekitar 80.000 bayi di Indonesia lahir dengan kondisi ini, namun sayangnya data prevalensi nasional yang komprehensif masih belum tersedia. Hal ini diungkapkan oleh Konsultan Penyakit Jantung Bawaan RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Oktavia Lilyasari, dalam acara Global Summit on Pediatric Rare Disease & Cardiac Excellence yang digelar di RS JIH Yogyakarta pada Selasa, 23 Juni 2024.

Ad
Ad

Prevalensi Penyakit Jantung Bawaan di Indonesia

Oktavia menjelaskan bahwa secara global, prevalensi penyakit jantung bawaan diperkirakan mencapai 10 kasus per 1.000 kelahiran hidup. Jika angka ini diterapkan di Indonesia, maka sekitar 80 ribu bayi lahir setiap tahun dengan penyakit ini. Namun, data spesifik untuk Indonesia masih sangat terbatas dan belum ada survei nasional yang memadai.

"Sayangnya, kami masih kekurangan data mengenai prevalensi penyakit jantung bawaan di Indonesia," kata Oktavia.

Kemajuan dalam layanan kesehatan jantung telah meningkatkan angka kelangsungan hidup anak-anak dengan penyakit jantung bawaan. Kini, lebih dari 90 persen anak dapat bertahan hingga dewasa. Namun, kondisi ini juga membawa tantangan baru seperti risiko gagal jantung, serangan jantung mendadak, dan aritmia yang meningkat seiring dengan riwayat intervensi medis sebelumnya.

Seminar Internasional dan Kolaborasi Global

Acara Global Summit on Pediatric Rare Disease & Cardiac Excellence tersebut dihadiri oleh sekitar 100 dokter dan merupakan hasil kerja sama RS JIH Yogyakarta dengan SJD Barcelona Children's Hospital, pusat layanan kardiologi anak di Spanyol yang sudah beroperasi lebih dari satu abad.

Georgia Sarquella-Brugada, Kepala Departemen Kardiologi Anak di SJD Barcelona, menyoroti pentingnya deteksi dini gangguan irama jantung yang dapat memicu kematian mendadak tanpa gejala sebelumnya.

"Pada sebagian kasus, henti jantung mendadak adalah manifestasi pertama dari penyakit tersebut. Hanya karena pasien tidak pernah menunjukkan gejala sebelumnya, bukan berarti pasien tersebut tidak bisa meninggal mendadak," ujarnya.

Georgia juga membahas sindrom Brugada, sebuah kelainan irama jantung yang menjadi salah satu penyebab utama kematian mendadak pada usia muda. Wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, memiliki jumlah kasus relatif tinggi.

Fenomena ini bahkan berkaitan dengan kepercayaan lokal yang dikenal sebagai "ketindihan genderuwo," di mana masyarakat mengaitkan kematian mendadak tersebut dengan hal mistis.

Pentingnya Deteksi Aritmia dan Inovasi Terapi

Erika Maharani, Ketua Indonesian Heart Rhythm Society (INAHRS), mengingatkan para tenaga medis agar tidak hanya mengandalkan hasil EKG istirahat yang tampak normal untuk mendeteksi aritmia.

"Selalu cobalah untuk mencari aritmia dengan memasang alat monitor. Coba identifikasi apa yang menyebabkan gejala pasien," katanya.

Sementara itu, Georgia Sarquella-Brugada mengajak para dokter untuk terus berinovasi dalam pengembangan terapi untuk anak-anak dengan penyakit jantung, mengingat pilihan pengobatan saat ini masih terbatas.

"Pilihan pengobatan masih terbatas, jadi kita harus berinovasi. Dan yang terbaik belum datang, jadi kita harus terus menjaganya," tuturnya.

Pengembangan Layanan Kardiologi Anak di RS JIH Yogyakarta

Direktur Utama RS JIH, Bambang, menyebut seminar ini sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan tenaga medis Indonesia mengenai penanganan penyakit jantung anak dan penyakit langka lainnya yang belum memiliki protokol jelas di lapangan.

"Kesehatan di Indonesia tidak bisa diselesaikan hanya dengan kompetensi atau keilmuan saja, tetapi juga memerlukan koordinasi dan sinergi, tidak hanya antar institusi tetapi juga lintas negara," jelasnya.

RS JIH saat ini mengoperasikan layanan JIH CardiaCare yang didukung oleh 12 dokter spesialis jantung dan pembuluh darah serta fasilitas lengkap seperti Cath Lab, EKG, Echocardiography, Holter Monitor, dan CT Scan Jantung.

Pada tahun 2024, RS JIH juga meresmikan Pediatric Tower yang dilengkapi fasilitas NICU dan PICU untuk memperkuat layanan kesehatan anak secara menyeluruh.

Octdy Hendrawan Wulantara, Chief Strategic Officer PT Unisia Medika Farma–RS JIH, menambahkan bahwa pengembangan ini memungkinkan rumah sakit menangani berbagai kasus kardiovaskular dengan lebih komprehensif.

"Kami tidak hanya melayani intervensi kardiovaskular, tetapi juga sudah dapat menangani gangguan irama jantung atau aritmia," ujarnya.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, data yang menunjukkan bahwa sekitar 80 ribu bayi Indonesia lahir dengan penyakit jantung bawaan setiap tahun menegaskan urgensi peningkatan layanan kardiologi anak di Tanah Air. Kekurangan data prevalensi nasional menandakan perlunya survei dan pencatatan yang lebih sistematis agar kebijakan kesehatan dapat dirancang dengan tepat sasaran.

Selain itu, fenomena kematian mendadak akibat aritmia tanpa gejala memperlihatkan betapa pentingnya edukasi dan penerapan teknologi deteksi dini yang lebih luas. Sindrom Brugada yang tinggi di wilayah Asia Tenggara juga membuka peluang penelitian dan pengembangan terapi khusus yang sesuai dengan karakteristik lokal.

Pengembangan fasilitas seperti Pediatric Tower di RS JIH merupakan langkah positif yang harus diikuti oleh rumah sakit lain di Indonesia, guna memastikan anak-anak dengan penyakit jantung mendapatkan penanganan terbaik sejak dini. Ke depan, kolaborasi internasional dan inovasi terapi harus terus digalakkan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan mengurangi angka kematian akibat penyakit jantung bawaan dan aritmia.

Untuk informasi lebih lengkap dan perkembangan terkini tentang penyakit jantung bawaan di Indonesia, Anda dapat mengikuti update dari sumber asli maupun situs resmi RS JIH dan organisasi kesehatan terkait.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad