Perang Iran vs AS-Israel Makin Meluas, Kelompok Irak Dukung Iran Serang Kepentingan AS

Mar 19, 2026 - 11:01
 0  4
Perang Iran vs AS-Israel Makin Meluas, Kelompok Irak Dukung Iran Serang Kepentingan AS

Perang antara Iran versus Amerika Serikat (AS) dan Israel di kawasan Timur Tengah semakin melebar dengan keterlibatan kelompok-kelompok bersenjata di Irak yang didukung oleh Iran. Kelompok-kelompok ini secara aktif menyerang berbagai kepentingan AS di wilayah tersebut, menambah dimensi baru dalam konflik yang sudah berlangsung lama.

Ad
Ad

Kelompok Irak Didukung Iran Ikut Campur

Dilansir dari AFP pada Rabu, kelompok-kelompok bersenjata yang mendapat dukungan dari Teheran ini telah berulang kali melancarkan serangan terhadap kepentingan AS, termasuk pangkalan militer yang menampung pasukan AS, misi diplomatik, dan fasilitas minyak. AS mengkategorikan kelompok-kelompok ini sebagai organisasi teroris dan memperingatkan bahwa konflik di Timur Tengah dapat berubah menjadi perang gesekan berkepanjangan.

Kelompok utama yang terlibat adalah Al-Nujaba, yang termasuk dalam daftar hitam AS bersama dengan "poros perlawanan" yang didukung Iran. Poros ini mencakup organisasi seperti Hizbullah di Lebanon, Hamas di Gaza, dan Houthi di Yaman. Al-Nujaba sendiri mengklaim telah memproduksi drone dan roket secara masif, menyamakan produksi senjata ini seperti membuat makanan manis tradisional Irak "Kleicha" di rumah.

Siapa Saja Kelompok Bersenjata Irak yang Terlibat?

  • Al-Nujaba: Kelompok utama dan sangat aktif dalam serangan terhadap kepentingan AS.
  • Kataeb Hizbullah: Dikenal sebagai kelompok yang paling keras dan sering memimpin serangan terhadap AS di Irak.
  • Kataeb Sayyid al-Shuhada dan Asaib Ahl al-Haq: Kelompok lain yang juga berperan dalam konflik ini.

Kataeb Hizbullah khususnya telah lama menjadi penggerak utama dalam serangan terhadap pangkalan AS dan fasilitas strategis di Irak. Target serangan kelompok-kelompok ini meliputi kedutaan besar AS di Baghdad, fasilitas diplomatik dan logistik di bandara Baghdad, serta ladang minyak yang dikelola oleh perusahaan asing. Bahkan wilayah otonom Kurdistan yang menjadi lokasi pasukan Amerika dan konsulat AS juga menjadi sasaran penting.

Analisis dan Latar Belakang Konflik

Analis dari International Crisis Group, Lahib Higel, menyatakan bahwa keterlibatan kelompok-kelompok Irak ini dipicu oleh persepsi bahwa perang yang berlangsung adalah pertarungan eksistensial bagi rezim Iran. Ia menegaskan, "Dalam poros Iran, mereka adalah garis pertahanan terakhir, dan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei menjadi sinyal bahwa kelangsungan hidup mereka sendiri terancam."

Berbeda dengan kelompok Hizbullah di Lebanon dan Houthi di Yaman yang telah lama memiliki persenjataan berat, Iran relatif membatasi pemberian senjata berat kepada kelompok Irak. Meski demikian, kelompok Irak ini telah menguasai drone, roket, dan rudal balistik jarak pendek yang digunakan dalam berbagai serangan sebelumnya. Mereka memandang konflik ini sebagai perang gesekan dengan tujuan utama mengusir AS dari Irak.

Reaksi AS dan Dampak Serangan

Selama bertahun-tahun, AS telah membalas serangan kelompok-kelompok ini dengan operasi militer yang menargetkan para komandan dan fasilitas mereka. Sejak dimulainya perang antara Iran dan AS-Israel pada 28 Februari, serangan udara dan operasi khusus AS-Israel telah menargetkan benteng utama kelompok seperti Kataeb Hizbullah dan pangkalan Jurf al-Sakher di selatan Baghdad.

Berdasarkan data AFP dan sumber keamanan, setidaknya 43 pejuang yang didukung Iran serta anggota Hashed al-Shaabi tewas dalam serangkaian serangan tersebut. Pada hari Sabtu lalu, sebuah rudal menghantam sebuah rumah di Baghdad, menewaskan tiga anggota Kataeb Hizbullah termasuk seorang komandan penting.

Editorial Take

Menurut pandangan redaksi, eskalasi konflik ini menunjukkan bahwa perang di Timur Tengah bukan hanya pertarungan antarnegara, namun juga melibatkan kelompok proxy yang membuat situasi semakin kompleks dan sulit dikendalikan. Keterlibatan kelompok bersenjata Irak sebagai perpanjangan tangan Iran menandakan bahwa konflik ini dapat menyebar ke wilayah yang sebelumnya relatif stabil seperti Irak.

Perang gesekan yang berlangsung ini berpotensi memperpanjang ketidakstabilan regional, yang tidak hanya berdampak pada keamanan tetapi juga ekonomi global, terutama terkait pasokan minyak. Selain itu, respons militer AS yang agresif berisiko memicu balasan yang lebih keras dari kelompok-kelompok yang didukung Iran, berpotensi menciptakan lingkaran kekerasan yang sulit dihentikan.

Penting bagi pengamat dan pemerintah terkait untuk terus memantau perkembangan ini karena setiap eskalasi dapat berdampak luas, tidak hanya di kawasan Timur Tengah tetapi juga pada dinamika geopolitik global. Langkah diplomasi yang efektif dan dialog intensif antar pihak berkepentingan menjadi sangat krusial dalam mencegah perang yang lebih besar.

Dengan situasi yang terus berubah, pembaca disarankan untuk tetap mengikuti berita terkini dan analisis mendalam agar dapat memahami dampak jangka panjang dari konflik ini bagi Indonesia dan dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad