Pemprov Jatim Siapkan Bantuan Benih Padi untuk Petani Terdampak Banjir Pasuruan

Mar 26, 2026 - 19:50
 0  7
Pemprov Jatim Siapkan Bantuan Benih Padi untuk Petani Terdampak Banjir Pasuruan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mengambil langkah cepat untuk membantu para petani di Kabupaten Pasuruan yang sawahnya terdampak banjir besar sejak Selasa (24/3). Banjir yang menyebabkan genangan air tak kunjung surut ini telah mengakibatkan gagal panen bagi banyak petani padi di daerah tersebut.

Ad
Ad

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa Pemkab Pasuruan bersama Dinas Pertanian Provinsi Jatim telah melakukan pemetaan dan pendataan sawah yang terdampak banjir. Setelah data tersebut rampung, Dinas Pertanian siap memberikan bantuan berupa benih padi kepada para petani yang terdampak.

"Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama Dinas Pertanian Provinsi Jatim sudah melakukan pemetaan, pendataan pada sawah-sawah yang terdampak. Setelah data tersebut final, Dinas Pertanian Provinsi Jatim siap membantu benih bagi petani terdampak rendaman banjir ini," ujar Khofifah di Pasuruan, Kamis (26/3).

Banjir dan Dampaknya Terhadap Pertanian di Pasuruan

Dalam kunjungannya ke Dusun Bandaran, Desa Jarangan, Kecamatan Rejoso, Khofifah mengamati langsung kondisi sawah yang terendam air. Genangan yang terlalu lama menyebabkan tanaman padi membusuk, sehingga petani dipastikan mengalami kerugian akibat gagal panen.

Selain kerusakan tanaman, infrastruktur irigasi juga mengalami kerusakan akibat banjir. Khofifah menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi untuk memperbaiki sistem irigasi agar pengairan sawah dapat kembali normal saat musim tanam berikutnya.

Strategi Pemprov Jatim untuk Mengurangi Risiko Gagal Panen

Selain bantuan benih, Pemprov Jatim juga menyiapkan beberapa langkah strategis untuk mengurangi dampak cuaca buruk terhadap pertanian:

  • Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengurangi intensitas hujan dan mempercepat surutnya genangan air di sawah.
  • Pemantauan kondisi cuaca secara intensif guna membantu petani menentukan waktu tanam yang tepat.
  • Perbaikan infrastruktur irigasi agar sistem pengairan kembali optimal dan mengurangi risiko kerusakan pada musim tanam berikutnya.

Khofifah menegaskan bahwa langkah-langkah ini merupakan ikhtiar maksimal dari pemerintah untuk melindungi petani dan meningkatkan ketahanan produksi pangan di Jawa Timur.

"Kami telah menyiapkan format semaksimal mungkin termasuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai ikhtiar mengurangi intensitas hujan, agar genangan dapat segera surut," ujarnya.

Bantuan Sosial untuk Warga Terdampak Banjir

Tidak hanya petani, Khofifah juga memberikan perhatian langsung kepada masyarakat terdampak banjir. Pada kesempatan yang sama, ia membagikan bantuan sembako kepada ratusan warga di lokasi yang terendam air dan sebagian harus mengungsi.

Berdasarkan data dari BPBD Jawa Timur per Kamis (26/3), jumlah warga terdampak banjir di Kabupaten Pasuruan mencapai 1.148 Kepala Keluarga (KK). Mereka tersebar di beberapa kecamatan, yakni Beji, Rejoso, Bangil, Winongan, Grati, Kraton, dan Gempol.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, langkah cepat Pemprov Jawa Timur dalam menyiapkan bantuan benih padi adalah upaya krusial untuk memitigasi dampak gagal panen yang bisa memperburuk krisis pangan lokal. Banjir yang berkepanjangan tidak hanya merusak tanaman, tetapi juga infrastruktur irigasi yang vital untuk keberlangsungan pertanian di daerah tersebut. Oleh karena itu, koordinasi lintas dinas dan pemerintah daerah harus terus diperkuat agar pemulihan bisa berjalan lebih efektif dan efisien.

Selain itu, penggunaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai salah satu solusi menunjukkan inovasi pemerintah dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim. Namun, perlu pengawasan ketat dan evaluasi berkelanjutan agar langkah ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi petani dan tidak menimbulkan efek samping lingkungan.

Kedepannya, penting bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk memperkuat sistem peringatan dini dan edukasi bagi petani terkait perubahan cuaca dan pengelolaan lahan. Ini akan membantu mereka mengambil keputusan tanam yang lebih tepat dan mengurangi risiko kerugian di masa depan.

Untuk informasi lebih lengkap dan update terkini terkait bantuan ini, Anda dapat mengunjungi sumber berita resmi ANTARA Jawa Timur serta memantau perkembangan dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad