Ini 11 Lokasi Rawan Banjir di Palembang yang Jadi Prioritas Penanganan Pemkot

Apr 24, 2026 - 17:20
 0  6
Ini 11 Lokasi Rawan Banjir di Palembang yang Jadi Prioritas Penanganan Pemkot

Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menetapkan 11 lokasi rawan banjir sebagai prioritas utama penanganan guna mempercepat upaya mitigasi dan mengurangi dampak genangan air di wilayah tersebut.

Ad
Ad

Kepala Dinas PUPR Palembang, Yudha Fardyansah, menyampaikan bahwa penetapan ini merupakan instruksi langsung Wali Kota Palembang untuk melakukan penanganan secara cepat dan terukur terhadap dampak cuaca ekstrem yang sering menyebabkan banjir di kota berjuluk 'Venice of Indonesia' ini.

"Permasalahan banjir ini cukup kompleks. Selain faktor cuaca dan pasang air Sungai Musi, penyebab utama genangan didominasi oleh sedimentasi dan tumpukan sampah yang menyebabkan penyempitan saluran air," ujar Yudha pada Jumat (24/4/2026).

Penanganan Prioritas dan Kondisi Terkini

Dari 11 lokasi rawan yang ditetapkan, lima titik telah berhasil ditangani melalui normalisasi saluran air yang tersumbat. Petugas pun disiagakan hingga malam hari untuk memastikan kelancaran aliran air saat hujan deras terjadi.

Salah satu fokus penting adalah perbaikan penahan air di Kolam Retensi Simpang Polda yang sempat jebol pada Selasa (21/4) lalu. Kerusakan ini menyebabkan genangan parah di kawasan Jalan Demang Lebar Daun.

"Saat ini penahan air yang jebol sudah selesai diperbaiki. Kami juga berkolaborasi dengan Balai Jalan Nasional untuk normalisasi crossdrain di cekungan depan DA Km 7 yang terhambat oleh utilitas dan sampah," tambah Yudha.

Strategi Jangka Panjang Pengendalian Banjir

Selain penanganan jangka pendek, Pemkot Palembang bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII tengah menyiapkan program Pengendalian Banjir Sistem Sungai Bendung. Program ini mencakup:

  • Normalisasi dan perkuatan tebing sepanjang lima kilometer di Sungai Bendung dan anak-anak sungainya (Sungai Parit, Seduduk, dan IBA).
  • Optimalisasi fungsi kolam retensi.
  • Pemasangan pompa air untuk memperlancar drainase.

Pekerjaan fisik direncanakan mulai pada Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada akhir 2027, menjadi solusi permanen pengendalian banjir di Palembang.

Detail 11 Lokasi Rawan Banjir dan Kendalanya

Menurut data Dinas PUPR, berikut adalah daftar lengkap lokasi prioritas berikut penyebab utama genangan:

  1. Simpang Polda dan UIGM: Penyempitan aliran crossdrain bawah flyover.
  2. Jalan Basuki Rahmat (Bank Sinarmas): Dampak pasang air Sungai Musi.
  3. Jalan Kol H Burlian (Palimo dan Siti Fatimah): Sedimentasi dan sampah menyumbat saluran.
  4. Jalan Mayor Ruslan (Kolam IBA): Penyempitan aliran (bottleneck).
  5. Jalan Demang Lebar Daun (RS Siti Khodijah): Kendala bangunan di sempadan sungai.
  6. Jalan Kapt A Rivai dan Angkatan 45: Kapasitas saluran tidak memadai dan kendala utilitas.
  7. Kambang Iwak Besak: Sedimentasi tinggi menghambat aliran.
  8. Jalan Kol H Burlian (Damri dan Cekungan DA): Masalah sampah dan saluran bawah jalan tersumbat.
  9. Jalan Asrama Haji: Penyempitan pintu masuk air.
  10. Jalan RA Rozak (Kumbang): Tingginya sedimen saluran.

Upaya Kolaborasi dan Siaga Petugas

Pemkot Palembang juga mengerahkan personel gabungan dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD, hingga jajaran kecamatan untuk bersiaga di lapangan. Mereka membantu kelancaran aktivitas warga terutama saat terjadi genangan di area rawan banjir.

Menurut laporan ANTARA News Sumsel, penanganan integratif ini menjadi kunci meminimalisasi dampak banjir yang kerap melanda Palembang.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, langkah Pemkot Palembang menetapkan 11 titik lokasi prioritas banjir merupakan respons yang sangat tepat dan strategis dalam menghadapi tantangan banjir yang berulang setiap tahun. Langkah mitigasi cepat yang didukung penanganan jangka panjang lewat program sistem sungai menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menanggulangi masalah infrastruktur drainase yang selama ini menjadi akar persoalan.

Namun, aspek pengelolaan sampah dan sedimentasi harus mendapat perhatian serius dari masyarakat dan pemerintah. Tanpa partisipasi aktif warga dan pengawasan ketat, normalisasi saluran air bisa kembali terhambat oleh tumpukan sampah yang menyebabkan penyempitan drainase.

Ke depan, warga perlu terus diingatkan pentingnya menjaga kebersihan saluran air dan mendukung program pemerintah agar penanganan banjir tidak hanya bersifat reaktif tapi juga preventif. Pemantauan intensif dan kolaborasi lintas sektor akan menjadi kunci utama keberhasilan pengendalian banjir jangka panjang di Palembang.

Simak terus perkembangan penanganan banjir di Palembang dan bagaimana implementasi program besar ini berjalan demi tercapainya kota yang lebih tangguh terhadap bencana banjir.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad