Iran Ejek Tentara AS Kabur dan Sembunyi di Hotel, Sebut Macan Kertas

Mar 27, 2026 - 07:20
 0  3
Iran Ejek Tentara AS Kabur dan Sembunyi di Hotel, Sebut Macan Kertas

Teheran – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengeluarkan serangkaian tuduhan tajam terhadap pasukan Amerika Serikat (AS) yang ditempatkan di kawasan Teluk. Dalam beberapa pernyataan yang dipublikasikan melalui media sosial X, Araghchi menyebut tentara AS telah mundur dari pangkalan militer di negara-negara GCC (Dewan Kerjasama Teluk) dan memilih bersembunyi di hotel serta kantor-kantor sipil.

Ad
Ad

Araghchi secara eksplisit menuduh pasukan AS menggunakan warga sipil di wilayah GCC sebagai perisai manusia. Ia menulis, “Sejak awal perang ini, tentara AS melarikan diri dari pangkalan militer di GCC untuk bersembunyi di hotel dan kantor. Mereka menggunakan warga GCC sebagai perisai manusia.”

Lebih lanjut, Menteri Luar Negeri Iran juga menyinggung tanggung jawab otoritas negara-negara Teluk, dengan meminta supaya hotel-hotel di kawasan GCC mengikuti jejak hotel-hotel di AS yang menolak pemesanan kamar bagi perwira militer yang berpotensi membahayakan pelanggan. Ia menyatakan, “Hotel-hotel di AS menolak pemesanan kepada perwira yang dapat membahayakan pelanggan. Hotel-hotel di GCC seharusnya melakukan hal yang sama.”

Kritik Terhadap Kebijakan AS dan Standar Ganda

Dalam pernyataan lain, Araghchi mengkritik kebijakan AS terkait konflik di Timur Tengah, khususnya dukungan AS terhadap blokade Gaza oleh Israel. Dia menuduh AS memotong bantuan kemanusiaan dengan alasan ‘keamanan’ namun justru mengutuk Iran yang membela diri di Selat Hormuz. Araghchi menyoroti standar ganda AS dalam menangani konflik, di mana tindakan Israel yang dianggap kejahatan justru dibiarkan, sementara pembelaan Iran atas wilayahnya dicap negatif.

“Hukum internasional bukanlah alat yang mudah digunakan,” ujar Araghchi, menegaskan ketidakadilan dalam penerapan hukum oleh AS.

Selain itu, ia menyinggung sejarah propaganda perang di AS dengan merujuk pada Edward Bernays, yang dikenal sebagai bapak persuasi massa. Menurut Araghchi, Bernays pernah bekerja untuk Komite Informasi Publik AS dan membantu Presiden Woodrow Wilson mendapatkan dukungan rakyat Amerika untuk perang di Eropa pada 1917. Pernyataan ini diberikan sebagai kritik terhadap cara AS menggunakan propaganda untuk membentuk opini publik terkait konflik yang sedang berlangsung.

Militer AS Disebut "Macan Kertas" oleh Iran

Tuduhan keras ini juga didukung oleh jajaran pimpinan militer Iran yang menilai kemampuan militer AS di kawasan Teluk sebagai lemah dan tidak efektif. Ungkapan "Macan Kertas" digunakan untuk menggambarkan tentara AS yang dinilai hanya kuat di kata-kata namun lemah dalam tindakan nyata, terutama saat menghadapi tekanan militer Iran di area strategis seperti Selat Hormuz.

Serangkaian pernyataan ini muncul di tengah laporan bahwa Presiden AS Donald Trump menerima pengarahan khusus berupa video terkurasi yang menyoroti serangan militer tertentu, yang menunjukkan adanya upaya AS untuk mengelola narasi perang secara ketat.

Konsekuensi dan Reaksi Internasional

Isu ini menambah ketegangan yang sudah tinggi di kawasan Teluk yang strategis, di mana kehadiran militer AS menjadi faktor utama dalam dinamika geopolitik. Tuduhan Iran terhadap AS bisa memicu respons diplomatik dari negara-negara GCC dan memperburuk hubungan AS dengan beberapa sekutunya di kawasan.

  • Penggunaan warga sipil sebagai perisai manusia oleh militer AS menjadi isu kemanusiaan yang mendapat sorotan.
  • Permintaan Iran kepada hotel-hotel GCC untuk menolak perwira militer AS menandakan upaya diplomatik dan sosial untuk membatasi kebebasan operasi militer AS.
  • Standar ganda AS dalam menangani konflik Timur Tengah berpotensi memperdalam ketidakpercayaan antara Iran dan Barat.
  • Propaganda perang sebagai alat politik yang dipertanyakan kredibilitasnya oleh Iran.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, tuduhan Iran yang menyebut tentara AS sebagai "macan kertas" dan menuduh mereka bersembunyi di hotel serta menggunakan warga sipil sebagai perisai bukan hanya sekadar retorika politik biasa. Ini merupakan bagian dari strategi Iran untuk melemahkan citra militer AS di kawasan dan menggiring opini publik internasional agar mempertanyakan legitimasi kehadiran AS di Teluk.

Lebih jauh, sikap Iran ini mencerminkan ketegangan yang semakin mengarah pada konflik terbuka yang berpotensi berdampak luas, mengingat pentingnya Selat Hormuz sebagai jalur perdagangan minyak global. Jika narasi "macan kertas" ini melekat kuat di benak publik dan para pemimpin negara Teluk, bisa jadi ada penolakan yang lebih kuat terhadap keberadaan militer AS di masa depan, yang akan mengubah keseimbangan kekuatan regional.

Ke depan, penting bagi publik dan pengamat internasional untuk mencermati bagaimana AS merespons tuduhan tersebut dan apakah ada perubahan strategi militer maupun diplomatik yang dilakukan. Simak terus perkembangan terbaru di SINDOnews dan sumber berita terpercaya lainnya untuk update terkini terkait ketegangan di Teluk dan dinamika perang yang sedang berlangsung.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad