IHSG Turun Tajam 1,89%, Asing Jual Bersih Rp20 Triliun Lewat 10 Saham Ini
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan sebesar 1,89% pada perdagangan Kamis, 26 Maret 2026, menurun ke level 7.164,09. Penurunan ini terjadi setelah IHSG sempat menguat cukup dalam sehari sebelumnya. Aktivitas perdagangan juga terlihat sangat ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp32,34 triliun, melibatkan sebanyak 31,14 miliar saham dalam sekitar 1,7 juta kali transaksi.
Pergerakan saham kemarin cukup fluktuatif dengan jumlah saham yang naik sebanyak 292 saham, sementara yang turun mencapai 380 saham, dan 148 saham tidak mengalami perubahan harga.
Investor Asing Lakukan Penjualan Bersih Rp20,71 Triliun
Sebaliknya dengan kondisi pasar yang melemah, investor asing melakukan aksi jual bersih yang sangat besar di pasar saham Indonesia. Total penjualan bersih asing mencapai Rp20,71 triliun di seluruh pasar saham, yang terbagi menjadi Rp1,93 triliun di pasar reguler dan Rp18,78 triliun di pasar negosiasi dan tunai. Hal ini menunjukkan adanya aksi profit taking atau kekhawatiran investor asing terhadap prospek pasar jangka pendek.
10 Saham Teratas yang Paling Banyak Dijual Asing
Berdasarkan data dari Stockbit, berikut adalah daftar 10 saham dengan net foreign sell terbesar di pasar reguler pada 26 Maret 2026:
- PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp555,54 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp201,66 miliar
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) - Rp157,19 miliar
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) - Rp120,48 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) - Rp117,47 miliar
- PT Petrosea Tbk. (PTRO) - Rp80,40 miliar
- PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) - Rp64,75 miliar
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) - Rp64,71 miliar
- PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) - Rp57,70 miliar
- PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) - Rp47,35 miliar
Mayoritas saham yang dijual asing berasal dari sektor perbankan dan tambang, yang selama ini menjadi andalan investor asing dalam portofolio mereka. Penjualan ini menjadi sinyal tekanan pasar yang cukup kuat dan berpotensi memperpanjang tren koreksi IHSG dalam jangka pendek.
Faktor dan Dampak Koreksi IHSG
Penurunan IHSG ini dipengaruhi oleh beberapa faktor makroekonomi dan sentimen pasar global yang sedang bergejolak, termasuk kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi global dan potensi kenaikan suku bunga. Selain itu, faktor domestik seperti ketidakpastian kebijakan energi dan inflasi juga turut memberi tekanan pada pasar modal.
Dengan nilai transaksi yang tinggi dan volume perdagangan besar, koreksi ini menunjukkan adanya pengambilan posisi ulang oleh investor setelah reli sebelumnya. Investor dalam negeri maupun asing perlu waspada terhadap volatilitas yang masih tinggi di pasar saham Indonesia.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, koreksi tajam IHSG dan aksi jual asing yang mencapai lebih dari Rp20 triliun ini bukan hanya sebatas reaksi jangka pendek, melainkan juga indikasi peningkatan ketidakpastian di pasar Indonesia. Penjualan besar-besaran di saham blue chip seperti BBCA dan BBRI menunjukkan bahwa investor asing mulai mengurangi eksposur mereka terhadap saham paling likuid dan berkapitalisasi besar, yang biasanya menjadi barometer kesehatan pasar.
Langkah ini bisa menjadi sinyal peringatan bagi investor lokal untuk lebih selektif dan berhati-hati dalam memilih saham, terutama menjelang periode ketidakpastian global yang masih berlangsung. Dari sisi kebijakan, pemerintah dan otoritas pasar harus terus memantau arus modal asing dan memberikan stimulus yang tepat agar pasar modal tidak kehilangan daya tariknya.
Kedepannya, pergerakan IHSG akan sangat bergantung pada perkembangan situasi ekonomi global dan sentimen investor terhadap prospek perekonomian domestik. Investor disarankan untuk mengikuti berita terkini dan melakukan diversifikasi portofolio guna mengurangi risiko volatilitas yang tinggi.
Untuk informasi lebih lengkap dan update terkini IHSG dan pasar modal Indonesia, Anda bisa membaca artikel lengkapnya di CNBC Indonesia.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0