IHSG Masih Volatil: Deretan Saham Menarik untuk Dilirik di Tengah Tekanan Pasar

Mar 27, 2026 - 11:20
 0  5
IHSG Masih Volatil: Deretan Saham Menarik untuk Dilirik di Tengah Tekanan Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan volatilitas tinggi dengan penutupan melemah sebesar 1,89% ke level 7.164,09 pada perdagangan Kamis (26/03/2026). Situasi ini mencerminkan ketidakpastian pasar yang masih membayangi investasi saham di Indonesia, terutama di tengah sentimen negatif yang datang dari dalam dan luar negeri.

Ad
Ad

Pergerakan IHSG dan Saham-saham Berpengaruh

Meski IHSG melemah, terdapat beberapa saham yang berhasil mencatatkan penguatan signifikan. Saham MEGA naik 9,64%, GIAA melonjak 15,07%, dan JPFA bertambah 8,26%. Di sisi lain, saham berkapitalisasi besar seperti ASII turun 5,30%, TLKM melemah 3,94%, serta BMRI turun 2,62%, yang menjadi tekanan utama bagi IHSG.

Aksi jual investor asing juga menjadi faktor yang turut menekan pasar dengan catatan net sell sebesar Rp1,93 miliar di pasar reguler dan total penjualan mencapai Rp20,71 triliun di seluruh pasar. Hal ini menunjukkan bahwa sentimen global dan domestik masih belum memberikan kepercayaan penuh bagi investor asing untuk bertahan di pasar Indonesia.

Sektor dan Sentimen Eksternal yang Mempengaruhi IHSG

Dari sisi sektoral, mayoritas sektor saham berada di zona merah. Dari 11 sektor, 10 sektor mengalami koreksi, dengan sektor energi mengalami pelemahan terdalam sebesar 2,91%. Sektor transportasi menjadi satu-satunya sektor yang menguat sebesar 2,96%, menandakan adanya peluang di sektor ini di tengah tekanan pasar.

Tekanan eksternal juga signifikan. Bursa saham Amerika Serikat mencatat penurunan dengan indeks Dow Jones melemah 1,01%, S&P 500 turun 1,74%, dan Nasdaq terkoreksi 2,38%. Ketidakpastian negosiasi antara AS dan Iran memicu kenaikan harga minyak mentah Brent dan WTI, yang berdampak negatif pada indeks ETF EIDO dan MSCI Indonesia, masing-masing turun lebih dari 2%.

Kinerja Emiten: EMTK dan JGLE Menjadi Sorotan

Elang Mahkota Teknologi (EMTK) mencatat lonjakan laba bersih sebesar 389,20% menjadi Rp8,88 triliun pada 2025, naik dari Rp1,81 triliun tahun sebelumnya. Pendapatan EMTK juga meningkat 56,29% menjadi Rp19,12 triliun, meski beban pokok pendapatan naik lebih tajam sebesar 72,16% menjadi Rp14,06 triliun.

"Kenaikan laba EMTK didorong oleh faktor non-berulang seperti keuntungan akuisisi entitas anak sebesar Rp3,12 triliun dan laba investasi meningkat menjadi Rp3,89 triliun," jelas laporan keuangan EMTK.

Penjualan sebagian saham di Grab Holdings Limited senilai Rp3,41 triliun juga berkontribusi besar terhadap laba tersebut. Namun, kenaikan laba ini tidak sepenuhnya mencerminkan kinerja operasional berkelanjutan, sehingga investor perlu mewaspadai faktor ini dalam pengambilan keputusan investasi.

Sementara itu, Graha Andrasentra Propertindo (JGLE) berencana melakukan rights issue dengan penerbitan 8,28 miliar saham Seri B pada harga pelaksanaan Rp50 per saham, berpotensi menghimpun dana hingga Rp414 miliar. Dana ini akan digunakan untuk akuisisi saham Jungleland Asia senilai Rp413,94 miliar serta kebutuhan operasional lainnya.

Setelah aksi korporasi ini, aset JGLE diproyeksikan meningkat menjadi Rp2,58 triliun dengan ekuitas Rp2,07 triliun. Manajemen optimistis kinerja perusahaan akan membaik, dengan proyeksi laba tahun depan sebesar Rp519,66 miliar, berbalik dari rugi Rp46,42 miliar di 2025.

Rekomendasi Saham yang Layak Dilirik

  • DSNG: Buy di kisaran 1500-1510, target harga 1560-1610, stop loss di 1415
  • DEWI: Buy di kisaran 119-121, target harga 125-127, stop loss di 112
  • MAIN: Buy di kisaran 890-900, target harga 920-930, stop loss di 830
  • MDKA: Buy di kisaran 3190-3210, target harga 3300-3370, stop loss di 3000
  • MEDC: Buy di kisaran 1760-1780, target harga 1840-1860, stop loss di 1675

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kondisi volatilitas tinggi IHSG saat ini menunjukkan pasar sedang dalam fase penyesuaian terhadap ketidakpastian global dan domestik. Sentimen negatif dari aksi jual asing dan ketegangan geopolitik internasional menjadi faktor utama yang membatasi kenaikan indeks secara signifikan.

Kinerja luar biasa EMTK yang didorong oleh faktor non-berulang mengindikasikan bahwa laba perusahaan tidak sepenuhnya berasal dari operasional inti, sehingga investor harus berhati-hati dalam menilai valuasi saham ini agar tidak terjebak pada ekspektasi berlebihan. Sementara itu, langkah rights issue JGLE dapat menjadi katalis positif jika akuisisi berjalan lancar dan mampu memperbaiki kinerja di masa depan.

Investor disarankan untuk lebih selektif, memanfaatkan momentum penguatan saham-saham sektor transportasi dan properti yang menunjukkan potensi rebound. Pantauan terhadap sentimen global dan perkembangan negosiasi geopolitik akan sangat krusial untuk menentukan arah IHSG ke depan. Selalu lakukan analisis risiko dan sesuaikan strategi investasi sesuai profil risiko masing-masing.

Untuk informasi lengkap dan update perkembangan pasar saham Indonesia, kunjungi sumber aslinya di CNBC Indonesia dan update berita terkini dari CNN Indonesia Ekonomi.

Selamat berinvestasi secara bijak dan terus pantau pergerakan pasar untuk mengambil keputusan terbaik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad