Bahaya Kasih Susu Kental Manis Setiap Hari ke Anak, Ini Penjelasannya

Mar 27, 2026 - 15:31
 0  4
Bahaya Kasih Susu Kental Manis Setiap Hari ke Anak, Ini Penjelasannya

Masyarakat Indonesia diingatkan kembali untuk tidak menjadikan susu kental manis (SKM) sebagai minuman susu harian, khususnya bagi anak-anak. Para ahli gizi menegaskan bahwa SKM bukanlah pengganti susu segar atau susu UHT karena kandungan gizinya yang tidak memadai serta kadar gula yang sangat tinggi.

Ad
Ad

Komposisi Susu Kental Manis dan Risiko Konsumsi Harian

Menurut dr. Karina Rahmadia Ekawidyani, pakar gizi dari IPB University, SKM dibuat dengan cara mengurangi kadar air pada susu, lalu ditambahkan gula dalam jumlah besar, yaitu sekitar 40% hingga 50%. Dalam satu takaran saji SKM (sekitar 30 gram atau setara tiga sendok makan), terdapat sekitar 15 gram gula.

Untuk konteks, batas konsumsi gula harian yang dianjurkan oleh kesehatan global adalah sekitar 50 gram. Ini berarti hanya dengan mengonsumsi sekitar sembilan sendok makan SKM dalam sehari, seseorang sudah dapat memenuhi atau mendekati batas maksimal asupan gula harian.

"Karena komposisi susunya sudah jauh lebih rendah, kandungan protein dan lemaknya juga tidak sesuai jika dikonsumsi sebagai susu harian, maka kalau dijadikan susu minum utama, ada risiko kesehatan," ujar dr. Karina dalam keterangan resmi, Jumat (27/3/2026).

Kandungan Gizi SKM Tidak Memadai untuk Anak

Konsumsi SKM secara rutin sebagai minuman utama sangat berisiko bagi kesehatan. Meski masih mengandung protein dan lemak, jumlahnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi anak yang sedang tumbuh.

SKM tidak dapat menggantikan susu segar atau susu UHT yang menyediakan nutrisi lengkap dan seimbang. Anak-anak yang hanya diberi SKM sebagai sumber susu utama bisa mengalami kekurangan gizi kritis yang berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif mereka.

SKM Sebaiknya Hanya Sebagai Pelengkap, Bukan Minuman Utama

dr. Karina menegaskan, fungsi utama SKM adalah sebagai pemanis atau pelengkap rasa pada makanan dan minuman, bukan untuk diminum langsung sebagai susu harian.

Dia juga mengingatkan pentingnya memperhatikan takaran konsumsi agar asupan gula tetap terkontrol. Penggunaan sendok takar sangat dianjurkan untuk menghindari menuang SKM secara langsung dari kaleng yang bisa menyebabkan konsumsi gula berlebihan.

"Jangan langsung menuangkan dari kaleng. Dengan menakar, kita bisa mengetahui batas penggunaannya," tambahnya.

Efek Negatif Konsumsi Gula Berlebih dari SKM

Asupan gula berlebihan dari SKM tidak hanya berpotensi menyebabkan kelebihan kalori, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes tipe 2, dan kerusakan gigi. Khusus bagi anak-anak, konsumsi gula tinggi dapat mengganggu pola makan sehat sekaligus menghambat pertumbuhan optimal.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kesalahpahaman masyarakat mengenai fungsi susu kental manis sebagai pengganti susu harian masih menjadi tantangan besar dalam upaya peningkatan gizi anak di Indonesia. Label dan edukasi konsumen harus diperkuat agar SKM tidak disalahgunakan sebagai sumber gizi utama.

Selain itu, pemerintah dan pihak terkait perlu mendorong kampanye kesehatan yang menekankan bahaya konsumsi gula berlebih, terutama dari produk yang sering dianggap "susu" seperti SKM. Langkah ini penting untuk mencegah lonjakan kasus obesitas dan penyakit terkait gula di masa depan, terutama pada anak-anak.

Ke depan, masyarakat harus lebih kritis dalam memilih produk susu untuk anak dan tidak terjebak pada kebiasaan lama yang menempatkan SKM sebagai pengganti susu. Pendidikan gizi yang tepat akan menjadi kunci utama untuk mendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan optimal.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda bisa baca artikel asli di CNBC Indonesia dan update berita kesehatan di CNN Indonesia Gaya Hidup.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad