Hasto Kristiyanto Tekankan Institusionalisasi Partai di Forum CALD Filipina
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menegaskan pentingnya institusionalisasi partai politik dalam menjaga ketahanan dan keberlanjutan organisasi saat menjadi pembicara utama dalam forum internasional Council of Asian Liberals and Democrats (CALD) yang digelar di Makati, Filipina, Jumat (2026).
Dalam paparan berjudul The Institutionalization of Political Parties, Resilience, and Strategic Campaigns, Hasto membedah bagaimana proses institusionalisasi menjadi faktor utama yang memungkinkan sebuah partai politik bertahan dari berbagai tekanan internal maupun eksternal. Dia mencontohkan perjalanan PDIP yang menghadapi tantangan berat pada Pemilu 2024 namun mampu mempertahankan dan bahkan menambah kursi legislatif secara signifikan.
Institusionalisasi Partai Kunci Ketahanan PDIP di Pemilu 2024
Menurut Hasto, PDIP berhasil menambah 14 kursi di tingkat kabupaten-kota pada Pemilu 2024. Hal ini menjadi bukti nyata daya tahan (resilience) partai yang telah terinstitusionalisasi. Ia menyatakan:
"Inilah bukti nyata dari resiliensi atau daya tahan partai yang telah terinstitusionalisasi,"
Hasto menguraikan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kepemimpinan strategis Megawati Soekarnoputri yang menjadi fondasi ideologis dan manajerial PDIP. Kepemimpinan tersebut diwujudkan melalui institusionalisasi dengan tujuh indikator utama:
- Berpikir kritis (critical thinking)
- Visi (vision)
- Arah (direction)
- Nilai-nilai inti (core values)
- Biopolitik
- Keberpihakan (alignment)
- Komitmen (commitment)
Perpaduan indikator tersebut membentuk karakter PDIP yang fleksibel, adaptif, dan memiliki kapasitas bertahan hidup (survival capacity) tinggi menghadapi dinamika politik yang keras.
Forum CALD dan Pesan Bung Karno Tentang Perjuangan Partai
Forum CALD yang dihadiri oleh tokoh-tokoh politik penting dari berbagai negara di Asia, seperti Florencio "Butch" Abad dari Filipina dan Chee Soon Juan dari Singapura, menjadi wadah diskusi strategis membahas dinamika politik di kawasan. Pada sesi penutupan, Hasto mengutip pesan Bung Karno tahun 1965:
"For fighting a nation, the journey never ends" (Bagi bangsa yang berjuang, perjalanan tidak pernah berakhir).
Pesan ini menggarisbawahi bahwa institusionalisasi partai adalah misi berkelanjutan untuk menjaga marwah demokrasi dan kedaulatan rakyat. Forum ini juga menampilkan sambutan dari Chairperson CALD Senator Mardi Seng, Presiden Partai Liberal Filipina Lorenzo "Erin" TaƱada III, serta perwakilan Friedrich Naumann Foundation, Almut Besold.
Terdapat pula pesan video khusus dari Presiden Timor Leste dan penerima Nobel Perdamaian, Jose Ramos-Horta, serta pidato kunci dari Senator Filipina Francis "Kiko" Pangilinan. Dalam diskusi panel, Hasto berbagi panggung dengan tokoh regional yang membahas berbagai tantangan demokrasi dan institusionalisasi partai di Asia Tenggara.
Implikasi dan Tantangan Institusionalisasi Partai di Asia
Institusionalisasi partai politik tidak hanya menjadi kebutuhan PDIP, tetapi juga menjadi isu sentral bagi demokrasi di wilayah Asia. Dengan menghadapi tekanan politik yang semakin kompleks, partai-partai harus membangun struktur yang tangguh, visi yang jelas, serta nilai-nilai yang diterapkan secara konsisten.
Hasto Kristiyanto memberikan contoh nyata bagaimana institusionalisasi dapat meningkatkan daya tahan organisasi partai dan memperkuat strategi kampanye dalam menghadapi Pemilu yang kompetitif. Hal ini menjadi pelajaran penting bagi partai politik di negara lain yang juga menghadapi tantangan serupa.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, penekanan Hasto Kristiyanto pada institusionalisasi partai di forum CALD merupakan sinyal kuat bahwa PDIP fokus membangun fondasi organisasi yang solid untuk jangka panjang. Resiliensi PDIP dalam Pemilu 2024 bukan hanya keberuntungan, melainkan hasil dari strategi internal yang matang dan kepemimpinan yang visioner.
Lebih jauh, institusionalisasi ini menjadi a game-changer dalam politik Indonesia yang selama ini seringkali dipengaruhi oleh figur sentral atau kepentingan sesaat. Dengan struktur yang kuat dan nilai yang terinstitusionalisasi, partai bisa bertahan dalam goncangan politik dan tetap relevan di mata publik.
Ke depan, pembelajaran dari PDIP ini layak menjadi perhatian partai-partai lain di Asia yang ingin memperkuat posisi mereka di kancah politik. Proses institusionalisasi bukan hal instan, melainkan perjalanan panjang yang membutuhkan konsistensi dan komitmen tinggi. Kita perlu terus memantau bagaimana strategi ini akan berpengaruh dalam dinamika politik domestik dan regional.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai paparan Hasto Kristiyanto di forum CALD, kunjungi sumber resmi ANTARA.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0