Banjir Melanda 7 Kecamatan di Pasuruan, 3.664 KK Terdampak dan Butuh Bantuan

Mar 27, 2026 - 21:20
 0  5
Banjir Melanda 7 Kecamatan di Pasuruan, 3.664 KK Terdampak dan Butuh Bantuan

Banjir masih melanda tujuh kecamatan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, sejak hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Selasa (24/3) lalu. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, sebanyak 3.664 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir yang menggenangi sejumlah wilayah di Pasuruan.

Ad
Ad

Penyebab dan Wilayah Terdampak Banjir di Pasuruan

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satriyo Nurseno, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi pada Selasa (24/3), pukul 15.00-17.00 WIB, menjadi penyebab utama naiknya debit air sungai dan akhirnya menyebabkan banjir di beberapa kecamatan.

"Banjir tersebut disebabkan oleh luapan sungai serta kondisi drainase yang kurang memadai," ujar Satriyo.

Tujuh kecamatan yang terdampak adalah:

  • Kecamatan Beji
  • Rejoso
  • Bangil
  • Winongan
  • Grati
  • Kraton
  • Gempol

Wilayah yang paling parah terdampak adalah Dusun Bahrowo di Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, dengan ketinggian air mencapai 110 centimeter. Sementara di Kecamatan Rejoso, Dusun Bandaran, air juga naik hingga satu meter.

Respon Pemerintah dan Bantuan untuk Korban

Gubernur Jawa Timur bersama jajaran Forkopimda telah melakukan kunjungan ke lokasi terdampak untuk memastikan penanganan cepat dan tepat. Mereka menyalurkan berbagai bantuan logistik, termasuk:

  • Perahu karet untuk evakuasi dan mobilitas warga
  • Pompa air untuk mengurangi genangan
  • Perlengkapan bayi (kidsware)
  • Paket sandang dan pangan bagi warga pengungsian

Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan juga aktif melakukan pemeriksaan kesehatan bagi kelompok rentan di lokasi bencana, sementara Dinas Sosial Jawa Timur menyediakan layanan trauma healing untuk membantu pemulihan psikologis pengungsi.

Hingga kini, ratusan warga masih bertahan di posko pengungsian, antara lain 467 jiwa di Desa Jarangan dan 10 jiwa di Desa Rejosolor. Namun, pengungsian ini bersifat dinamis karena warga kembali ke rumah pada pagi hari untuk membersihkan dan beraktivitas, lalu kembali ke posko saat malam hari.

Upaya Mitigasi dan Kesiagaan BPBD

BPBD Kabupaten Pasuruan telah mengaktifkan shelter di tiga kecamatan, yaitu Rejoso, Bangil, dan Winongan, serta menyiapkan ribuan nasi bungkus setiap hari untuk konsumsi warga terdampak. Meski cuaca saat ini cerah berawan, petugas tetap siaga mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.

Satriyo menambahkan, "BPBD Provinsi Jatim berkoordinasi dengan BMKG Maritim untuk memantau pasang surut air laut. Tim BPBD bersama BPBD Kabupaten Pasuruan juga menyiagakan unit perahu guna membantu mobilitas warga dan menyiapkan kebutuhan pangan."

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, banjir yang melanda tujuh kecamatan di Pasuruan ini tidak hanya sekadar bencana musiman akibat hujan deras, namun juga memperlihatkan kelemahan infrastruktur drainase dan pengelolaan sungai yang selama ini kurang mendapat perhatian serius. Kondisi ini menjadi peringatan penting bagi pemerintah daerah dan pusat agar investasi dan program perbaikan tata kelola sumber daya air dan sistem drainase ditingkatkan guna mencegah bencana serupa yang berulang di masa depan.

Selain itu, pola pengungsian yang dinamis menunjukkan bahwa masyarakat terdampak masih bergantung pada rumah mereka untuk aktivitas sehari-hari, sehingga perlu ada pendekatan penanganan bencana yang lebih adaptif dan berorientasi pada kebutuhan lokal. Pemerintah juga harus memperkuat sistem peringatan dini dan edukasi mitigasi bencana agar warga lebih siap menghadapi kemungkinan banjir susulan.

Ke depan, monitoring cuaca dan kondisi sungai secara real-time melalui kolaborasi BPBD dengan BMKG harus terus ditingkatkan agar respons cepat dan tepat sasaran dapat terlaksana. Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas untuk keselamatan bersama.

Untuk informasi lengkap dan update situasi terkini, Anda dapat membaca laporan langsung dari CNN Indonesia serta pantauan resmi dari BPBD Jawa Timur dan BMKG.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad