Generasi Muda Ramai Cari Rumah Usai Lebaran, Pencarian Melonjak 32%

Mar 4, 2026 - 08:42
 0  2
Generasi Muda Ramai Cari Rumah Usai Lebaran, Pencarian Melonjak 32%

Jakarta – pencarian rumah oleh generasi muda melonjak signifikan usai Lebaran. Data dari platform properti Rumah123 mengungkapkan adanya kenaikan pencarian rumah sebesar 32,8% pada hari kedua setelah Hari Raya Idulfitri (H+2) tahun 2026. Fenomena ini menunjukkan bahwa momentum pascalebaran mulai dimanfaatkan oleh generasi milenial dan Gen Z untuk mewujudkan impian memiliki hunian pribadi.

Ad
Ad

Data dan Tren Pencarian Rumah Generasi Muda

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 81 juta generasi muda Indonesia pada tahun 2025 belum memiliki rumah sendiri. Kondisi ini diperparah oleh stagnasi upah yang tidak seimbang dengan kenaikan harga properti yang agresif di berbagai kota besar.

Namun, analisis data Rumah123 selama tiga tahun terakhir (2023-2025) menampilkan pola unik dalam perilaku pencarian rumah. Selama Ramadan, pencarian hunian cenderung menurun, sebagai dampak fokus masyarakat pada persiapan dan kebutuhan hari raya. Penurunan pencarian tercatat sebesar 16% pada April 2023 dan 8,8% pada Maret 2025, yang disebut sebagai fase "tunda beli".

Menariknya, setelah Lebaran, terjadi lonjakan pencarian properti yang konsisten. Berikut kenaikan pencarian rumah menurut data Rumah123:

  • 29,3% naik pada H+3 Lebaran 2023
  • 32,8% melonjak pada H+2 Lebaran 2024
  • 29,2% meningkat pada periode serupa tahun 2025

Lebaran: Momentum "Reset Point" Keputusan Finansial

Marisa Jaya, Head of Research Rumah123, menyatakan bahwa Lebaran kini berfungsi sebagai "reset point" bagi keputusan finansial rumah tangga. Momen berkumpul bersama keluarga besar membuka kesadaran akan keterbatasan ruang dan kebutuhan kenyamanan hunian yang lebih baik.

“Berkumpul bersama keluarga besar sering memunculkan kesadaran akan keterbatasan ruang dan kenyamanan. Momen ini mendorong banyak orang mulai serius mempertimbangkan kepemilikan rumah,” ujar Marisa dalam keterangan tertulis pada 3 Maret 2026.

THR Sebagai Modal Awal Uang Muka Rumah

Selain momen psikologis, aspek finansial juga menjadi pendorong utama. Rumah123 menilai bahwa Tunjangan Hari Raya (THR) kini dipandang bukan hanya sebagai dana konsumsi musiman, melainkan modal awal pembentukan ekuitas properti. Banyak generasi muda mulai menggunakan sebagian THR untuk membayar uang muka (DP) rumah.

Strategi yang disarankan adalah mengalokasikan minimal 30 persen dari total THR ke rekening terpisah khusus dana DP. Jika dikombinasikan dengan penghematan pengeluaran gaya hidup tersier, hal ini dianggap sebagai langkah realistis untuk mengejar kepemilikan rumah, terutama di wilayah penyangga kota besar yang harga propertinya relatif lebih terjangkau.

Proyeksi Pasca Lebaran 2026 dan Implikasi Industri Properti

Berdasarkan pola yang berulang selama tiga tahun terakhir, periode pascalebaran 2026 diperkirakan kembali menjadi momentum strategis bagi pasar properti Indonesia. Melalui platform digitalnya, Rumah123 optimistis dapat memfasilitasi kebutuhan hunian bagi masyarakat yang semakin matang dalam pengambilan keputusan finansial.

  1. Ramadan sebagai fase tunda beli yang memusatkan konsumsi pada kebutuhan hari raya.
  2. Lonjakan pencarian properti signifikan di H+2 hingga H+3 Lebaran.
  3. THR sebagai sumber dana utama untuk uang muka rumah.
  4. Kesadaran generasi muda meningkat untuk memiliki hunian pribadi.
  5. Industri properti mempersiapkan strategi digital guna melayani kebutuhan pembeli pascalebaran.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, tren ini menunjukkan perubahan mindset generasi muda terhadap peran Lebaran dan THR dalam perencanaan keuangan jangka panjang. Lebaran tidak lagi hanya dipandang sebagai momen konsumtif, melainkan juga sebagai titik balik keputusan investasi properti. Hal ini menandakan kematangan finansial yang mulai tumbuh di kalangan milenial dan Gen Z meski menghadapi tantangan kenaikan harga rumah yang signifikan.

Lebih jauh, strategi mengalokasikan sebagian THR untuk uang muka rumah merupakan langkah cerdas yang bisa menjadi contoh bagi masyarakat luas agar tidak terjebak dalam konsumsi berlebihan saat hari raya. Jika terus berlanjut, kebiasaan ini berpotensi meningkatkan permintaan pasar properti di segmen entry-level dan wilayah penyangga, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi sektor properti secara lebih inklusif.

Ke depan, pembeli rumah muda perlu juga mewaspadai risiko kenaikan suku bunga KPR dan fluktuasi ekonomi global yang bisa memengaruhi kemampuan pembiayaan rumah. Industri properti dan platform digital seperti Rumah123 harus terus berinovasi menyediakan solusi pembiayaan yang fleksibel dan edukasi finansial agar momentum pascalebaran ini bisa dimanfaatkan secara optimal.

Dengan demikian, para pembaca disarankan tetap mengikuti perkembangan pasar properti dan mempersiapkan strategi finansial yang matang, terutama menjelang Lebaran dan periode pascalebaran berikutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad