Tuli sebagai Hidden Disability: Dampak dan Pentingnya Penanganan Dini

Mar 4, 2026 - 08:43
 0  5
Tuli sebagai Hidden Disability: Dampak dan Pentingnya Penanganan Dini

Tuli atau kehilangan kemampuan mendengar merupakan salah satu bentuk hidden disability atau disabilitas yang tidak terlihat secara fisik. Karena tidak tampak, kondisi ini kerap disalahpahami dan kurang mendapat perhatian dari lingkungan sekitar, padahal dampaknya sangat signifikan pada interaksi sosial dan kualitas hidup penderitanya.

Ad
Ad

Apa Itu Tuli dan Bagaimana Pengaruhnya?

Menurut dr. Fikri Mirza Putranto, dokter spesialis telinga hidung tenggorok dan kepala leher, orang dengan gangguan pendengaran ringan sering tidak terlihat dari luar, namun akan menunjukkan gangguan performa dalam berkomunikasi. Hal ini menunjukkan bahwa tuli bukan sekadar kehilangan kemampuan mendengar, tapi juga berisiko menimbulkan masalah sosial.

"Orang yang mengalami ketulian pada tahap yang levelnya rendah itu tidak terlihat, tapi muncul sebagai gangguan performa," ujar dr. Fikri.

Efek tuli pada anak-anak sangat krusial karena dapat membuat mereka menarik diri dari pergaulan. Kesulitan memahami pembicaraan atau salah persepsi pesan membuat komunikasi menjadi hambar dan menyebabkan isolasi sosial. Pada orang dewasa, gangguan pendengaran dapat menurunkan performa kerja, misalnya lewat kesalahan menangkap arahan atasan.

Kasus terburuk adalah ketika penderitanya benar-benar kehilangan kemampuan berkomunikasi, yang menghambat aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup.

Data Terkini dan Pentingnya Penanganan Dini

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, sekitar 0,4% penduduk Indonesia atau hampir satu juta orang mengalami gangguan pendengaran berat sehingga tidak dapat berkomunikasi tanpa alat bantu dengar. Angka ini menunjukkan bahwa gangguan pendengaran adalah masalah kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian serius.

Berbeda dengan gangguan penglihatan total yang belum bisa dikembalikan fungsi aslinya, tuli total dapat diatasi hingga mendekati normal jika penanganan dilakukan sejak dini. Intervensi seperti pemasangan alat bantu dengar atau implan koklea terbukti efektif mengembalikan fungsi pendengaran dan meningkatkan kualitas hidup penderitanya.

"Pada orang tuli total, bisa dilakukan, bisa dikembalikan fungsi dengan baik," jelas dr. Fikri.

Safe Listening: Cara Mencegah Gangguan Pendengaran

Selain penanganan medis, pencegahan juga sangat penting. Di era digital saat ini, penggunaan personal listening device seperti earphone, TWS, dan headphone sangat marak. Namun, penggunaan yang berlebihan dan volume tinggi berpotensi merusak pendengaran.

Menurut dr. Siti Nadia Tarmizi, Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, konsep safe listening harus diterapkan dengan metode 60-60:

  1. Volume maksimal 60% dari kapasitas alat
  2. Menggunakan earphone maksimal 60 menit berturut-turut, lalu diistirahatkan

Praktik ini penting untuk menjaga kesehatan pendengaran dan mencegah tuli akibat paparan suara berlebihan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, tuli sebagai hidden disability sering kali kurang mendapat perhatian karena tidak tampak secara fisik dan tidak menimbulkan stigma kasat mata. Padahal, dampaknya pada kehidupan sosial dan psikologis sangat besar, terutama jika tidak dideteksi dan ditangani sejak dini. Anak-anak yang mengalami gangguan pendengaran berisiko menghadapi keterlambatan perkembangan bahasa dan sosial, yang berdampak jangka panjang pada pendidikan dan kualitas hidupnya.

Selain itu, kurangnya kesadaran masyarakat dan lingkungan kerja terhadap kondisi ini dapat memperparah isolasi sosial penderita, bahkan mengganggu produktivitas ekonomi. Oleh karena itu, edukasi mengenai gangguan pendengaran dan penerapan safe listening harus diperkuat secara nasional.

Ke depan, penting bagi pemerintah dan lembaga kesehatan untuk meningkatkan akses terhadap deteksi dini dan intervensi alat bantu dengar, serta memperluas kampanye safe listening agar generasi muda lebih sadar menjaga kesehatan pendengaran. Jika langkah ini diabaikan, kita menghadapi risiko meningkatnya jumlah penyandang tuli yang terpinggirkan secara sosial dan ekonomi.

Simak terus update penting seputar kesehatan pendengaran dan informasi terkini dari Kementerian Kesehatan agar kita semua dapat berperan aktif dalam menjaga kualitas hidup masyarakat Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad