Rupiah Kuat Lawan Rial Iran, Namun Melemah Terhadap Shekel Israel di Tengah Konflik

Mar 4, 2026 - 08:43
 0  4
Rupiah Kuat Lawan Rial Iran, Namun Melemah Terhadap Shekel Israel di Tengah Konflik

Pergerakan mata uang Israel dan Iran baru-baru ini menunjukkan tren yang sangat berbeda jika dilihat dari nilai tukar terhadap dolar Amerika Serikat (AS) maupun rupiah. Di tengah eskalasi perang di Timur Tengah pasca serangan AS dan Israel ke Iran pada akhir Februari 2026, nilai tukar kedua mata uang ini bergerak berlawanan arah.

Ad
Ad

Shekel Israel Menguat di Tengah Perang

Menariknya, shekel Israel menunjukkan ketahanan yang kuat terhadap dolar AS. Pada perdagangan Senin, 2 Maret 2026, shekel bahkan menguat sebesar 1,61%, menembus level ILS3,0817/US$, yaitu penguatan terbesar dalam lima bulan terakhir menurut data Refinitiv. Ini menunjukkan pasar masih memandang shekel sebagai mata uang yang relatif stabil meski Israel tengah berkonflik terbuka dengan Iran.

Dalam jangka waktu 12 bulan terakhir, shekel Israel telah menguat sekitar 14,26% terhadap dolar AS, sebuah performa yang impresif mengingat situasi geopolitik yang tidak menentu.

Rial Iran Tertekan Berat Melawan Dolar AS

Berbeda jauh dengan shekel, rial Iran menghadapi tekanan berat. Pada penutupan perdagangan Senin, mata uang Iran melemah tipis 0,06% ke posisi IRR1.314.675 per dolar AS. Namun, jika dilihat dalam periode 12 bulan terakhir, rial malah terdepresiasi secara dramatis hingga sekitar 3.030,18% terhadap dolar AS.

Depresiasi ini mencerminkan tekanan ekonomi yang sangat berat dialami Iran, yang dipicu oleh konflik berkepanjangan, sanksi internasional, serta menurunnya kepercayaan pasar terhadap stabilitas ekonomi dalam negeri Iran.

Kurs rial yang sudah menembus angka IRR1,31 juta per dolar AS menegaskan kontras tajam dibandingkan kekuatan shekel Israel di masa perang.

Pergerakan Rupiah terhadap Shekel Israel dan Rial Iran

Dari sisi rupiah, pergerakan nilai tukar terhadap kedua mata uang ini juga cukup menarik. Rupiah melemah terhadap shekel Israel dengan penurunan sebesar 2,46% ke level Rp5.465 per ILS pada penutupan perdagangan Senin. Ini berarti shekel Israel saat ini relatif lebih kuat dibandingkan rupiah, walaupun kawasan Timur Tengah sedang dilanda perang.

Sementara itu, terhadap rial Iran, rupiah justru menunjukkan kekuatan yang jauh lebih baik dalam tren jangka panjang. Pada perdagangan pertama pasca letusan perang, rupiah masih stabil di level Rp0,0128 per IRR. Hal ini menunjukkan bahwa rupiah lebih tangguh dibandingkan rial yang sangat terdepresiasi.

Jika masyarakat Indonesia menukarkan Rp1 juta ke shekel Israel, maka akan memperoleh sekitar 182,98 shekel. Sedangkan jika Rp1 juta ditukar ke rial Iran, nilai tukarnya setara dengan sekitar 78,12 juta rial. Perbedaan nominal yang sangat besar ini sebenarnya menunjukkan lemahnya nilai tukar rial Iran dibandingkan shekel Israel.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, perbedaan dramatis dalam pergerakan nilai tukar shekel Israel dan rial Iran mencerminkan realitas ekonomi dan politik yang sangat kontras antara kedua negara. Shekel yang menguat meski negara sedang berperang menandakan kepercayaan pasar terhadap stabilitas ekonomi Israel, dukungan internasional, dan kapasitas finansial yang lebih solid.

Sementara itu, pelemahan ekstrem rial Iran menegaskan dampak sanksi ekonomi dan isolasi internasional yang terus menekan perekonomian Iran. Ini bukan hanya masalah geopolitik, tapi juga soal bagaimana ekonomi suatu negara dapat bertahan dalam krisis berkepanjangan.

Dari sisi rupiah, kekuatan rupiah melawan rial Iran menunjukkan bahwa Indonesia mampu menjaga stabilitas mata uangnya bahkan saat terjadi gejolak di kawasan Timur Tengah. Namun, kelemahan rupiah terhadap shekel Israel juga mengingatkan pentingnya waspada terhadap dinamika pasar global yang dapat dipengaruhi oleh konflik geopolitik.

Ke depan, pemantauan pergerakan rupiah terhadap mata uang negara-negara konflik seperti Israel dan Iran akan menjadi indikator penting dalam menilai dampak geopolitik terhadap perekonomian Indonesia dan stabilitas moneter.

Dengan demikian, meskipun perang di Timur Tengah masih berlangsung, perbedaan nilai tukar ini memberikan sinyal penting bagi pelaku pasar dan pembuat kebijakan untuk terus memantau dan bersiap menghadapi dampak ekonomi yang mungkin timbul.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad