Trump Pertimbangkan Cabut AS dari NATO: Sebut Aliansi 'Macan Kertas'

Apr 2, 2026 - 08:00
 0  5
Trump Pertimbangkan Cabut AS dari NATO: Sebut Aliansi 'Macan Kertas'

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat pernyataan mengejutkan dengan mempertimbangkan kemungkinan menarik AS keluar dari NATO. Langkah ini merupakan respons keras terhadap sikap sekutu Eropa yang menolak membantu Amerika Serikat dalam konflik yang sedang berlangsung di Iran, khususnya terkait upaya membuka kembali Strait of Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dan gas dunia yang kini efektif diblokir oleh Iran.

Ad
Ad

Trump Sebut NATO "Macan Kertas" dan Kritik Sekutu

Dalam wawancara dengan The Telegraph yang dipublikasikan pada Rabu, 1 April 2026, Trump secara tegas menyebut NATO adalah "macan kertas". Ketika ditanya apakah ia akan mempertimbangkan kembali keanggotaan AS di NATO pasca-konflik Iran, Trump menjawab, "Oh ya, saya akan mengatakan itu lebih dari sekadar untuk dipertimbangkan kembali."

"Saya tidak pernah terpengaruh oleh NATO. Saya selalu tahu mereka adalah macan kertas, dan Vladimir Putin juga tahu itu, omong-omong," kata Trump.

Kemarahan Trump muncul karena sekutu Eropa menolak permintaan AS untuk mengirim kapal perang dan memberikan akses pangkalan militer guna mendukung operasi militer di Iran. Para pemimpin Eropa menilai upaya tersebut sangat berisiko dan tidak ingin terlibat dalam konflik yang bisa berubah menjadi "perang tanpa akhir" seperti pengalaman mereka di Irak atau Afghanistan.

Penolakan Sekutu dan Dampaknya pada Hubungan NATO

Penolakan sekutu Eropa untuk membantu AS menimbulkan ketegangan serius dalam aliansi yang sudah berusia 77 tahun ini. Trump bahkan menilai sikap mereka sebagai bentuk pengkhianatan terhadap Amerika, terutama setelah AS telah memberikan dukungan besar kepada Ukraina selama perang melawan Rusia selama empat tahun terakhir.

Trump menyatakan, "Kami sudah ada di sana secara otomatis, termasuk Ukraina. Ukraina bukan masalah kami. Itu adalah ujian, dan kami ada untuk mereka, dan kami akan selalu ada untuk mereka. Mereka tidak ada untuk kami." Pernyataan ini menegaskan ketidakpuasan Presiden AS terhadap solidaritas NATO yang selama ini dianggapnya timpang.

Ancaman dan Kritik Trump terhadap Inggris dan Prancis

Trump juga melayangkan kritik pedas kepada Inggris dan Prancis melalui media sosial Truth Social, menuduh Prancis menghambat pengiriman pasokan militer menuju Israel dan tidak membantu dalam upaya mengatasi Iran. Ia menulis, "Amerika Serikat akan MENGINGAT!!!" sebagai peringatan keras.

Kepada Inggris, Trump bahkan menyindir kemampuan Angkatan Laut Kerajaan, menyebutkan, "Anda bahkan tidak punya angkatan laut. Anda terlalu tua dan memiliki kapal induk yang tidak berfungsi." Ia juga menyarankan Inggris dan negara-negara lain untuk membeli bahan bakar jet dari AS dan menunjukkan keberanian untuk mengambil tindakan langsung di Selat Hormuz.

Reaksi dan Sikap Sekutu NATO

Meski Trump bersikap keras, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan tetap menolak bergabung dalam perang di Iran, walaupun mendapat tekanan besar dari berbagai pihak. Starmer menyatakan, "Saya adalah perdana menteri Inggris dan saya harus bertindak demi kepentingan nasional kami." Ia juga menekankan pentingnya memperkuat hubungan dengan Eropa terutama dalam bidang pertahanan, keamanan, dan ekonomi.

Di sisi lain, pejabat senior AS, termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio, mengindikasikan bahwa hubungan dengan NATO perlu dievaluasi ulang setelah perang di Iran. Rubio mengatakan, "Jika NATO hanya tentang kami membela Eropa jika mereka diserang tetapi kemudian menolak hak penggunaan pangkalan ketika kami membutuhkannya, itu bukan pengaturan yang sangat baik."

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, ancaman Trump untuk menarik AS dari NATO bukan sekadar gertak sambal, melainkan cerminan ketegangan yang semakin dalam antara AS dan sekutu tradisionalnya di Eropa. Ini menandai potensi perubahan besar dalam arsitektur keamanan global, yang selama ini bergantung pada solidaritas pertahanan kolektif.

Keengganan negara-negara Eropa terlibat dalam konflik Iran menunjukkan keinginan mereka menghindari perang yang berlarut-larut dan memperlihatkan pergeseran prioritas keamanan ke arah lain, seperti penanganan isu iklim dan ekonomi. Sementara itu, AS yang merasa terbebani harus menanggung beban utama dalam keamanan global mulai menunjukkan frustrasi mendalam, yang dapat memicu disintegrasi aliansi yang selama ini dianggap fondasi stabilitas Barat.

Ke depan, publik dan pemerhati internasional perlu mengamati bagaimana respons NATO dan negara-negara anggota terhadap ancaman ini, serta apakah akan ada reformasi internal yang memperkuat solidaritas atau justru memperlemah aliansi. Perkembangan ini juga akan berdampak pada dinamika geopolitik, terutama dalam menghadapi kekuatan besar seperti Rusia dan China.

Untuk informasi lebih lengkap dan update terkini, kunjungi sumber asli berita ini di CNBC Indonesia dan ikuti perkembangan terbaru dari media internasional terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad