Dampak Media Sosial pada Remaja: Bahaya Algoritma dan Peran Orangtua Penting

Apr 3, 2026 - 15:00
 0  7
Dampak Media Sosial pada Remaja: Bahaya Algoritma dan Peran Orangtua Penting

Penggunaan media sosial yang semakin meluas di kalangan remaja menghadirkan berbagai tantangan serius, terutama terkait dengan dampak algoritma yang mampu memicu ketergantungan dan mengubah perilaku mereka secara signifikan. Psikolog mengingatkan pentingnya peran orangtua dalam mengontrol dan mendampingi anak agar terhindar dari sisi negatif platform digital.

Ad
Ad

Bahaya Algoritma Media Sosial bagi Remaja

Menurut Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi., seorang psikolog anak, algoritma media sosial bekerja dengan menampilkan konten yang sangat relevan dengan minat pengguna secara berulang-ulang. Hal ini menyebabkan remaja terjebak dalam fenomena dunia yang sempit, di mana mereka hanya melihat konten yang sama berulang kali, sehingga mempersempit wawasan dan membatasi keberagaman informasi.

"Kalau dia senang gim, maka yang muncul terus gim. Kalau belanja, yang muncul terus belanja. Akhirnya dunianya hanya itu-itu saja," ujar Prof. Rose Mini.

Akibat dari paparan konten yang berulang tersebut, remaja menjadi lebih rentan terhadap ketergantungan media sosial. Hal ini diperparah dengan kemudahan akses transaksi digital yang ada di dalam platform, yang dapat memicu perilaku belanja impulsif dan konsumtif tanpa disadari.

Risiko Perilaku Konsumtif dan Ketergantungan

Prof. Rose Mini menambahkan bahwa banyak remaja yang sudah mahir menggunakan platform digital untuk berbelanja, namun belum memahami betapa sulitnya mencari uang. Tanpa adanya edukasi dan pengawasan dari orangtua, kecenderungan konsumtif dapat berkembang menjadi masalah yang serius.

Senada dengan itu, psikolog anak Alva Paramitha, S.Psi., Psikolog, BFRP mengungkapkan sisi neurologis yang membuat remaja sangat sensitif terhadap rangsangan cepat. Platform seperti TikTok dan Instagram Reels yang menampilkan video pendek dan fitur scroll tanpa henti memberikan instant reward berupa notifikasi dan likes, sehingga memicu dorongan untuk terus melihat konten berikutnya.

Analisis Dampak Media Sosial pada Psikologi Remaja

  • Algoritma: Paparan konten berulang yang membatasi wawasan dan menimbulkan ketergantungan.
  • Finansial: Kemudahan transaksi digital memicu perilaku konsumtif yang tidak terkendali.
  • Psikologis: Kebutuhan validasi melalui likes dan komentar sebagai bagian dari pencarian identitas diri.
  • Perkembangan: Keterampilan sosial, berpikir kritis, dan kreativitas berisiko tidak berkembang optimal akibat penggunaan media sosial yang berlebihan.

Peran Penting Orangtua dalam Pengawasan dan Edukasi

Prof. Rose Mini menegaskan bahwa peran orangtua sangat krusial dalam mengajari anak-anaknya untuk mengontrol penggunaan gawai agar tetap produktif dan tidak kecanduan. Orangtua disarankan membatasi waktu penggunaan media sosial, dan memprioritaskan penggunaannya untuk hal-hal yang bermanfaat seperti keperluan sekolah.

Selain itu, pemerintah juga telah mengambil langkah dengan memberlakukan aturan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun melalui Peraturan Pemerintah Tunas. Namun, keberhasilan aturan ini sangat bergantung pada dukungan dan pengawasan dari orangtua di rumah.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, fenomena algoritma media sosial yang menciptakan ketergantungan dan perilaku konsumtif pada remaja bukan sekadar masalah teknis, melainkan tantangan sosial dan psikologis yang serius. Remaja yang tumbuh dalam lingkungan digital tanpa bimbingan berisiko mengalami gangguan perkembangan keterampilan sosial dan berpikir kritis yang esensial untuk masa depan mereka.

Orangtua harus mengambil peran aktif tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pendidik digital yang mengajarkan anak-anaknya untuk menggunakan teknologi secara sehat dan bijak. Pemerintah dan sekolah juga perlu berkolaborasi dalam mengedukasi literasi digital secara menyeluruh agar remaja tidak hanya menjadi konsumen pasif, tetapi juga pengguna yang kritis dan kreatif.

Ke depan, perhatian harus difokuskan pada pengembangan kebijakan yang tidak hanya membatasi akses, tetapi juga memberikan solusi edukatif serta dukungan psikologis kepada remaja dan keluarga. Dengan demikian, media sosial bisa menjadi alat yang memperkaya pengalaman dan pengetahuan, bukan menjadi sumber masalah psikologis dan sosial.

Untuk informasi lebih lengkap dan update terkait dampak media sosial pada remaja, kunjungi berita asli di Media Indonesia dan sumber terpercaya lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad