Juru Bicara Klaim Donald Trump Kutu Buku, Netizen Langsung Nyinyir

Apr 5, 2026 - 05:50
 0  6
Juru Bicara Klaim Donald Trump Kutu Buku, Netizen Langsung Nyinyir

Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, secara mengejutkan mengklaim bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump adalah sosok yang sangat gemar membaca dan bisa disebut kutu buku. Pernyataan ini disampaikannya dalam sebuah acara di George Washington University pada Kamis (2/4), yang langsung memicu beragam reaksi dari publik dan netizen di media sosial.

Ad
Ad

Klaim Karoline Leavitt Soal Kebiasaan Membaca Donald Trump

Dalam acara Turning Point USA bersama Erika Kirk, Leavitt menceritakan pengalaman dan nasehat dari pendahulunya, Dana Perino, yang menyarankan agar seorang Juru Bicara Gedung Putih harus menjadi pembaca yang rajin. Leavitt mengaku berusaha mengikuti nasihat itu setiap hari, dan menyatakan bahwa "Donald Trump juga selalu begitu, pria itu tak pernah melewatkan satu berita pun".

"Dan saya mencoba untuk menjadi itu [selalu membaca] setiap hari, dan Donald Trump juga selalu begitu [membaca]. Pria itu tak pernah melewatkan satu berita pun," ujar Leavitt, seperti dikutip dari Huff Post.

Kontradiksi dengan Laporan-Laporan Sebelumnya

Namun, klaim Leavitt ini bertolak belakang dengan sejumlah laporan media yang selama ini menyoroti kurangnya minat membaca Trump. Misalnya, The Washington Post pernah melaporkan pada 2018 bahwa selama masa jabatan pertamanya, Trump tidak suka membaca laporan intelijen harian secara tertulis dan lebih memilih pengarahan secara lisan.

"Setelah beberapa bulan, Trump memperjelas bahwa dia tidak tertarik untuk meninjau salinan pribadi laporan intelijen tertulis yang dikenal sebagai PDB," tulis The Washington Post.

Selain itu, sebelum terjun ke dunia politik, Trump sendiri pernah mengakui bahwa ia jarang membaca karena kesibukan. Dalam sebuah wawancara dengan Axios sebelum pelantikannya, Trump menyatakan kesukaannya pada informasi yang disajikan secara singkat dan to the point.

"Saya suka poin-poin penting atau sesingkat mungkin. Saya tidak butuh [laporan panjang]. Anda tahu, laporan 200 halaman tentang sesuatu yang bisa ditangani dalam satu halaman," ujar Trump.

Reaksi Netizen terhadap Klaim Leavitt

Klaim dari Karoline Leavitt ini langsung menjadi bahan perbincangan dan sindiran di media sosial. Banyak netizen yang meragukan pernyataan tersebut dan memberikan tanggapan nyinyir, bahkan ada yang menyebutnya sebagai pernyataan paling menggelikan dari Leavitt sejak menjabat sebagai juru bicara.

  • "Karoline Leavitt telah mengatakan banyak hal yang menggelikan sejak menjadi sekretaris pers. Tapi, 'Donald Trump gemar membaca' tidak diragukan lagi adalah yang paling menggelikan," tulis seorang netizen.
  • "Mereka semua membicarakan tentang dia yang membaca segalanya dan memiliki pengetahuan ensiklopedia tentang Timur Tengah. Dia akan memecahkan soal-soal matematika yang belum terpecahkan pada akhir masa jabatannya," cuit netizen lainnya dengan nada sarkastik.

Sejarah Kebiasaan Membaca Trump

Secara historis, Trump memang dikenal lebih suka mendapatkan informasi melalui pengarahan verbal dan ringkasan singkat dibanding membaca dokumen panjang. Ini menjadi salah satu ciri khas gaya kepemimpinannya yang berbeda dari presiden sebelumnya. Kebiasaan seperti ini juga memengaruhi cara dia mengambil keputusan dan berkomunikasi dengan stafnya.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, klaim dari Karoline Leavitt ini tampak sebagai upaya untuk memperbaiki citra dan persepsi publik terhadap sosok Donald Trump, terutama di tengah kritik yang terus berdatangan terkait gaya kepemimpinan dan kebiasaan kerjanya. Namun, fakta dan sejarah perilaku Trump menunjukkan bahwa ia lebih nyaman dengan informasi yang sederhana dan langsung, bukan sebagai kutu buku yang gemar membaca secara mendalam.

Ketidaksesuaian antara klaim resmi dan realita ini berpotensi menimbulkan skeptisisme terhadap komunikasi publik Gedung Putih. Hal ini juga menandakan bahwa di era digital dan media sosial saat ini, narasi resmi harus lebih hati-hati dan didukung data yang kredibel agar tidak menjadi bahan ejekan atau kritik tajam dari masyarakat.

Ke depan, publik perlu terus memantau bagaimana Presiden Trump menyikapi informasi dan pengambilan keputusan, terutama dalam isu-isu penting seperti kebijakan luar negeri dan ekonomi. Klaim semacam ini juga mengingatkan pentingnya transparansi dalam komunikasi pejabat publik agar kredibilitas tetap terjaga.

Untuk informasi lebih lanjut tentang pernyataan Karoline Leavitt dan reaksi netizen, Anda dapat membaca sumber aslinya di CNN Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad