Banjir Satu Meter di Tigaraksa Rendam 70 KK, Tanggul Jebol Jadi Penyebab Utama

Apr 6, 2026 - 16:30
 0  2
Banjir Satu Meter di Tigaraksa Rendam 70 KK, Tanggul Jebol Jadi Penyebab Utama

Banjir dengan ketinggian hampir satu meter melanda pemukiman di RT/RW 05/09 Perum Mustika Tigaraksa, Kelurahan Pasir Nangka, Kabupaten Tangerang, Banten. Akibat bencana alam ini, sekitar 70 kepala keluarga (KK) terdampak langsung, setelah tanggul sungai Cimanceri jebol karena intensitas hujan deras yang tinggi.

Ad
Ad

Pemicu dan Dampak Banjir di Perum Mustika Tigaraksa

Ketua RT 05, Teguh Handoyo, menjelaskan bahwa seluruh warga di RT 05 terdampak banjir, dengan ketinggian air bervariasi antara 50 cm hingga satu meter. Banjir mulai terjadi sejak Minggu (5/4), dimana air mulai naik ke permukaan rumah warga pada siang hari dan masih bertahan hingga saat ini.

"Kalau dibilang sebenarnya nggak terlalu parah, walaupun ini kedalamannya paling sekitar 80-100 sentimeter," ujar Teguh.

Meski tergolong tidak terlalu parah, banjir ini merupakan yang terparah sejak akhir tahun 2025 di daerah tersebut. Penyebab utama adalah jebolnya tanggul di sungai Cimanceri yang menyebabkan air meluap dan menggenangi seluruh pemukiman.

Respon Warga dan Kondisi Saat Ini

Sejumlah warga memilih bertahan di rumah masing-masing, sementara sebagian lainnya mengungsi ke tempat kerabat yang lebih aman dari banjir. Teguh menyatakan bahwa warga sudah memiliki persiapan menghadapi banjir, namun tetap ada kebutuhan mendesak terkait bantuan logistik.

  • 70 KK terdampak 100% di RT 05
  • Ketinggian air antara 50 cm hingga 1 meter
  • Beberapa warga mengungsi, sebagian bertahan
  • Banjir terjadi sejak 5 April dan masih berlangsung
  • Banjir terparah sejak akhir 2025 di wilayah tersebut

Namun, hingga saat ini belum ada bantuan fasilitas SAR seperti perahu karet dari pemerintah daerah yang diterima warga. Teguh berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan logistik dan fasilitas penyelamatan.

Permintaan Perbaikan dan Bantuan dari Pemerintah

Teguh mendesak pemerintah daerah, khususnya Bupati Tangerang, untuk segera memperbaiki tanggul yang jebol. Ia mengingatkan bahwa bupati sudah melakukan pengecekan lokasi akhir tahun lalu, namun belum ada realisasi perbaikan hingga kini.

"Kalau bisa bupati segera perbaiki tanggul yang jebol. Kemarin, di akhir tahun beliau sudah cek lokasi, namun sampai saat ini belum ada realisasinya," katanya.

Dari sisi pemerintah daerah, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Irwan, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan dan pemantauan kondisi terdampak banjir. Logistik dan fasilitas pendukung sudah disiapkan untuk didistribusikan ke lokasi terdampak.

"Untuk titik dan data korban terdampak saat ini kami masih melakukan rekap. Namun, sejak kemarin kami sudah memonitoring dan kini logistik sudah disiapkan," ujar Irwan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, banjir yang merendam pemukiman hingga satu meter di Tigaraksa ini menyoroti kerentanan infrastruktur tanggul di daerah rawan bencana. Jebolnya tanggul sungai Cimanceri bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga cerminan perlunya pengelolaan risiko bencana yang lebih serius, termasuk perencanaan tata ruang dan penguatan fungsi tanggul sebagai benteng utama penahan banjir.

Selain itu, lambannya realisasi perbaikan tanggul pasca pengecekan oleh Bupati akhir tahun lalu menunjukkan kurangnya prioritas penanganan bencana yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Keterlambatan ini berpotensi memperburuk kondisi jika hujan deras kembali terjadi, mengancam keselamatan dan harta benda warga.

Ke depan, penting bagi pemerintah daerah untuk mempercepat langkah mitigasi, termasuk menyalurkan bantuan SAR dan logistik yang memadai serta melakukan sosialisasi kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat. Masyarakat pun harus didorong untuk aktif berpartisipasi dalam penanggulangan risiko banjir agar dampak bisa diminimalisir.

Untuk informasi lebih lengkap dan update terkini, pembaca dapat mengunjungi laporan resmi dari ANTARA Banten dan berita terkait di CNN Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad