Penelitian Terbaru Ungkap Makanan Favorit Psikopat: Rasa Pahit dan Perilaku Sadis

May 2, 2026 - 14:10
 0  4
Penelitian Terbaru Ungkap Makanan Favorit Psikopat: Rasa Pahit dan Perilaku Sadis

Penelitian terbaru dari University of Innsbruck, Austria, telah mengungkap hubungan menarik antara preferensi makanan pahit dengan perilaku sadis yang sering muncul pada individu dengan gangguan kepribadian antisosial (ASPD), termasuk psikopat. Studi ini melibatkan 953 orang Amerika yang diminta menilai kesukaan mereka terhadap berbagai rasa makanan seperti manis, asam, asin, dan pahit, serta menjawab survei kepribadian yang menilai ciri-ciri psikopat, narsisme, agresi, dan sadisme.

Ad
Ad

Preferensi Makanan Pahit dan Kaitannya dengan Psikopat

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenikmatan terhadap rasa pahit secara signifikan berkorelasi dengan perilaku sadis. Menurut para penulis, perilaku sadisme sehari-hari berkaitan erat dengan kesukaan terhadap rasa pahit.
Penelitian sebelumnya oleh Sagioglou dan Greitemeyer juga menguatkan temuan ini dengan menunjukkan korelasi antara preferensi rasa pahit dan sifat kejam pada individu.

Makanan dan minuman yang memiliki rasa pahit, seperti kopi, lobak, bir, air tonic, dan seledri, menjadi indikator "sisi psikopat" pada seseorang ketika dibandingkan dengan rasa lain. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa individu dengan kepekaan tinggi terhadap rasa pahit (supertasting) cenderung memiliki tingkat emosi yang lebih intens, baik pada manusia maupun pada tikus dalam studi terkait.

Di sisi lain, orang yang ramah dan cenderung positif biasanya lebih menyukai makanan manis seperti permen dan cokelat, serta menghindari rasa pahit.

Ciri-ciri Gangguan Kepribadian Antisosial (ASPD) yang Perlu Diketahui

Seringkali istilah psikopat disalahartikan sebagai orang yang benar-benar kejam dan tak segan membunuh. Namun menurut Eric Patterson, konselor profesional berlisensi di Pennsylvania, psikopat sebenarnya adalah bagian dari gangguan kepribadian antisosial (ASPD) yang diakui dalam psikiatri. Berikut beberapa ciri utama ASPD yang sering muncul:

  1. Mengabaikan hak orang lain dan norma sosial
    Ini adalah tanda paling menonjol, di mana individu melanggar hak dan hukum yang berlaku tanpa rasa bersalah. Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi ke-5, penderita ASPD menunjukkan pola pengabaian yang konsisten terhadap hak orang lain.
  2. Berbohong dan manipulatif
    Mereka sering menggunakan kebohongan untuk keuntungan pribadi, termasuk memanipulasi orang lain dengan pesona dan pujian, kadang disertai pelecehan emosional atau pemerasan.
  3. Agresif
    Meskipun tidak selalu agresif secara fisik, mereka mudah tersinggung dan cenderung menunjukkan perilaku agresif verbal maupun fisik.
  4. Impulsif
    Perilaku tanpa pertimbangan konsekuensi, termasuk risiko terhadap keselamatan diri dan orang lain. Ini juga meningkatkan risiko kecanduan narkoba dan perilaku seksual berisiko.
  5. Kurangnya rasa penyesalan
    Individu dengan ASPD tidak merasa bersalah atas tindakan merugikan yang mereka lakukan, meskipun melanggar hak orang lain.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, temuan hubungan antara preferensi makanan pahit dan perilaku sadis membuka perspektif baru dalam memahami aspek biologis dan psikologis dari gangguan kepribadian antisosial. Preferensi rasa pahit bisa menjadi salah satu indikator non-invasif yang membantu mendeteksi kecenderungan psikopat pada individu, meskipun tentu tidak dapat dijadikan satu-satunya tolok ukur.

Lebih jauh, hasil ini mengingatkan kita bahwa perilaku menyimpang seperti sadisme dan sifat antisosial tidak hanya dipengaruhi oleh faktor psikologis atau sosial, tetapi juga bisa terkait dengan preferensi sensorik dan biologis. Hal ini membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut yang menghubungkan neurobiologi, psikologi, dan kebiasaan makan dalam memahami gangguan kepribadian.

Ke depan, penting bagi masyarakat dan praktisi kesehatan mental untuk mengenali ciri-ciri ASPD secara menyeluruh dan tidak sekadar berfokus pada stereotip psikopat yang selama ini berkembang. Pengenalan dini dan pemahaman yang lebih baik akan membantu intervensi yang tepat serta mengurangi stigma negatif yang melekat pada orang dengan gangguan ini.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca artikel aslinya di CNBC Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad