10 Penyakit Paling Mematikan di Dunia Berdasarkan Data WHO Terbaru

Apr 7, 2026 - 07:41
 0  4
10 Penyakit Paling Mematikan di Dunia Berdasarkan Data WHO Terbaru

Pada peringatan Hari Kesehatan Sedunia yang diperingati setiap tanggal 7 April, penting untuk menyadari ancaman yang masih terus mengintai kesehatan global: penyakit mematikan. Berdasarkan data terbaru dari WHO tahun 2021, sekitar 39 juta kematian atau 57 persen dari total kematian dunia disebabkan oleh beberapa penyakit utama. Menariknya, sebagian besar penyakit ini merupakan penyakit tidak menular yang sebenarnya dapat dicegah.

Ad
Ad

Penyakit Jantung Iskemik: Pembunuh Nomor Satu Dunia

Penyakit jantung iskemik menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia dengan angka mencapai 9,1 juta kematian atau sekitar 13 persen dari total kematian global. Di Indonesia, Survei Kesehatan Nasional 2023 mencatat prevalensi penyakit ini sebesar 0,85 persen. Penyakit ini terjadi akibat penyempitan pembuluh darah yang memasok jantung, biasanya karena penumpukan plak. Faktor gaya hidup seperti pola makan tinggi lemak, kurang aktivitas fisik, dan merokok menjadi penyebab utama lonjakan kasus.

Covid-19 dan Dampak Kesehatannya

Covid-19 tetap menjadi ancaman serius dengan 8,8 juta kematian pada tahun 2021. Selain kematian langsung, pandemi ini mengganggu layanan kesehatan global, menyebabkan penanganan penyakit lain tertunda dan berdampak buruk pada kesehatan masyarakat secara luas.

Stroke dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

Stroke menempati peringkat ketiga penyebab kematian global, menyumbang 10 persen kematian dunia. Di Indonesia, prevalensi stroke mencapai 8,3 per 1.000 penduduk. Stroke terjadi akibat gangguan aliran darah ke otak dan menjadi penyebab utama kecacatan jangka panjang.

Sementara itu, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) berada di posisi keempat dengan prevalensi 5,6 persen di Indonesia. PPOK berkembang perlahan akibat kerusakan paru-paru yang sering kali disebabkan oleh paparan asap rokok dan polusi udara. Kondisi ini diperkirakan akan terus meningkat seiring tingginya jumlah perokok dan kualitas udara yang buruk.

Infeksi Saluran Pernapasan Bawah dan Kanker Paru-Paru

Infeksi saluran pernapasan bawah masih menjadi penyakit menular mematikan selain Covid-19, dengan sekitar 2,5 juta kematian pada 2021. Penyakit ini termasuk influenza, bronkitis, hingga pneumonia yang menjadi ancaman berat di banyak negara.

Kanker paru-paru juga menjadi penyebab kematian yang terus meningkat, dengan 1,9 juta kematian di seluruh dunia. Faktor risiko utama selain merokok adalah paparan polusi udara dan bahan karsinogenik. Prevalensi kanker di Indonesia tercatat 1,2 persen.

Alzheimer, Demensia, dan Penyakit Metabolik Lainnya

Alzheimer dan demensia menempati peringkat ketujuh dengan 1,8 juta kematian. Peningkatan kasus berkaitan dengan bertambahnya usia harapan hidup, dan WHO mencatat perempuan lebih rentan mengalami penyakit ini, dengan 68 persen kematian terjadi pada kelompok tersebut.

Diabetes adalah penyakit dengan peningkatan kematian yang signifikan, naik hingga 95 persen sejak tahun 2000. Prevalensi diabetes di Indonesia tahun 2023 mencapai 1,7 persen. Penyakit ini erat kaitannya dengan pola makan tinggi gula, obesitas, dan kurang aktivitas fisik, serta dapat memicu komplikasi serius seperti penyakit jantung dan gagal ginjal.

Penyakit Ginjal dan Tuberkulosis Masih Mengancam

Penyakit ginjal kini termasuk 10 besar penyebab kematian global dengan peningkatan hampir dua kali lipat dalam dua dekade terakhir. Data SKI 2023 mencatat prevalensi penyakit ginjal kronis di Indonesia sebesar 0,18 persen. Penyakit ini sering merupakan komplikasi dari diabetes dan hipertensi.

Terakhir, tuberkulosis (TB), penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, masih menjadi ancaman besar. Indonesia menempati peringkat kedua kasus TB di dunia dengan prevalensi 0,3 persen menurut SKI 2023. TB mudah menular melalui udara dan menyerang paru-paru.

Daftar 10 Penyakit Paling Mematikan di Dunia Menurut WHO

  • Penyakit jantung iskemik
  • Covid-19
  • Stroke
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Infeksi saluran pernapasan bawah
  • Kanker paru-paru
  • Alzheimer dan demensia
  • Diabetes
  • Penyakit ginjal
  • Tuberkulosis

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, data WHO ini menegaskan bahwa perubahan gaya hidup menjadi kunci utama dalam menekan angka kematian akibat penyakit tidak menular. Penyakit seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes sangat erat kaitannya dengan pola makan, aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok yang masih marak di banyak negara, termasuk Indonesia.

Selain itu, meskipun pandemi Covid-19 mulai mereda, dampaknya pada sistem layanan kesehatan masih terasa, khususnya dalam penanganan penyakit lain yang tertunda. Ini menjadi peringatan bahwa kesiapsiagaan dan penguatan sistem kesehatan harus terus dilakukan untuk menghadapi potensi krisis kesehatan masa depan.

Untuk penyakit menular seperti tuberkulosis dan infeksi saluran pernapasan, faktor lingkungan dan akses terhadap layanan kesehatan menjadi tantangan utama. Indonesia sebagai negara dengan kasus TB tinggi wajib memperkuat program eradikasi untuk mencegah penyebaran lebih luas.

Masyarakat diimbau untuk lebih sadar menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat, rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, dan mengikuti program vaksinasi. Pemerintah dan semua pihak terkait juga perlu meningkatkan edukasi dan fasilitas kesehatan untuk menekan angka kematian akibat penyakit mematikan ini. Untuk informasi lebih lengkap dan update, tetap ikuti berita kesehatan terpercaya seperti CNN Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad