Harga Minyak Melonjak Setelah Ancaman Trump ke Iran Soal Selat Hormuz

Apr 7, 2026 - 09:00
 0  5
Harga Minyak Melonjak Setelah Ancaman Trump ke Iran Soal Selat Hormuz

Harga minyak dunia mengalami kenaikan signifikan pada Minggu, 6 April 2026, menyusul ancaman keras dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kepada Iran terkait penutupan Selat Hormuz. Ancaman tersebut memicu kekhawatiran pasar minyak global akan gangguan pasokan, yang langsung mendorong harga minyak Brent naik 1,4% ke level US$ 110,60 per barel dan minyak mentah AS meningkat 1,8% menjadi US$ 113,60 per barel.

Ad
Ad

Ancaman Trump dan Reaksi Iran terhadap Penutupan Selat Hormuz

Pada unggahan di platform Truth Social, Trump menulis dengan nada tegas dan emosional:

"Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya jadi satu, di Iran. Tidak akan ada yang seperti ini!!! Buka selat itu sekarang juga, kalian orang gila, atau kalian akan hidup dalam neraka - LIHAT SAJA!"

Pernyataan ini menegaskan sikap keras dari AS yang mengancam akan menyerang fasilitas energi Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka. Selat Hormuz adalah jalur pelayaran vital bagi transportasi minyak dunia, menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia.

Namun, pejabat senior Iran merespons dengan tegas bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka sampai Iran mendapatkan kompensasi penuh atas kerusakan akibat perang, menunjukkan sikap yang tidak mudah mundur dari pemerintah Teheran.

Ketegangan yang Meningkat dan Dampaknya pada Pasokan Minyak Global

Ancaman ini muncul setelah Trump sebelumnya memberikan ultimatum dua hari kepada Iran pada 21 Maret, yang kemudian diperpanjang hingga 6 April. Ironisnya, pekan sebelumnya Trump juga menyatakan bahwa AS tidak membutuhkan Selat Hormuz, menunjukkan perubahan sikap yang drastis dalam kebijakan AS terhadap kawasan tersebut.

Sementara itu, Oman mengadakan pertemuan dengan Iran pada Minggu untuk membahas kemungkinan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Namun, belum ada indikasi konkret bahwa pembicaraan tersebut membuahkan hasil positif.

Negara-negara produsen minyak dari kelompok OPEC+ menyatakan keprihatinan atas potensi serangan AS ke fasilitas energi Iran. Dalam pernyataan resmi, mereka menegaskan bahwa pemulihan permintaan minyak global membutuhkan waktu dan biaya yang tinggi. Meski demikian, mereka menyepakati untuk meningkatkan produksi minyak sebesar 206.000 barel per hari mulai Mei 2026 sebagai langkah antisipasi gangguan pasokan.

Harga Bensin di AS Mencapai Level Tertinggi Sejak 2022

Gangguan pasokan minyak ini langsung berdampak pada harga bahan bakar di Amerika Serikat. Menurut data dari AAA, harga bensin rata-rata di AS pada Minggu mencapai US$ 4,11 per galon, yang merupakan level tertinggi sejak tahun 2022 dan naik hampir 38% sejak dimulainya perang di kawasan Timur Tengah.

Kenaikan harga ini menimbulkan kekhawatiran bagi konsumen Amerika, terutama menjelang musim panas ketika permintaan bensin biasanya meningkat.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, ancaman Presiden Trump terhadap Iran bukan sekadar retorika politik, melainkan sinyal ketegangan yang berpotensi menimbulkan eskalasi militer di kawasan strategis Selat Hormuz. Dengan jalur ini menjadi pintu utama ekspor minyak dunia, gangguan atau penutupan jangka panjang akan memperparah ketidakstabilan pasar energi global, yang sudah rentan akibat konflik dan kebijakan geopolitik.

Selain berdampak langsung pada harga minyak dan bahan bakar, situasi ini juga berpotensi memicu inflasi lebih tinggi di berbagai negara, terutama yang sangat bergantung pada impor minyak. Pemerintah dan pelaku industri harus bersiap menghadapi volatilitas harga yang bisa memengaruhi biaya produksi dan distribusi barang secara luas.

Ke depan, yang perlu diwaspadai adalah bagaimana respons Iran dan negara-negara lain di kawasan, serta peran diplomasi internasional dalam meredam ketegangan. Perkembangan pertemuan Oman dan Iran menjadi kunci, sementara keputusan OPEC+ dalam mengelola produksi juga akan menentukan kestabilan pasar minyak dunia.

Untuk informasi terbaru tentang dinamika harga minyak dan konflik geopolitik, pembaca dapat mengikuti laporan terkini dari detikFinance serta sumber berita internasional terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad