Relokasi Gereja Pandohop GKE Sangal untuk Hindari Banjir di Gunung Mas
Gereja Pandohop GKE Sangal di Desa Sangal, Kecamatan Rungan Hulu, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, siap direlokasi untuk menghindari risiko banjir yang selama ini sering mengganggu aktivitas ibadah jemaat. Peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja baru ini dilakukan oleh Bupati Gunung Mas, Jaya S Monong, pada Senin, 6 April 2026.
Relokasi Gereja untuk Mengatasi Permasalahan Banjir
Gereja yang lama terletak di lokasi yang cukup rendah dan kerap terendam banjir saat musim hujan, bahkan lokasinya lebih rendah dari badan jalan di sekitarnya. Kondisi ini menyebabkan pelayanan keagamaan menjadi kurang maksimal bagi puluhan kepala keluarga yang tergabung sebagai jemaat GKE Sangal.
"Gereja yang sebelumnya itu rendah dan sering kena banjir. Akhirnya jemaat GKE Sangal memutuskan untuk pindah lokasi yang bebas dari banjir," ujar Jaya usai prosesi peletakan batu pertama.
Selain banjir lokal, potensi luapan air Sungai Rungan yang berada dekat lokasi juga menjadi ancaman serius yang mengganggu kelangsungan ibadah dan kegiatan gereja. Oleh sebab itu, pemindahan gedung gereja ke lokasi yang lebih tinggi menjadi solusi strategis yang telah disepakati bersama.
Dukungan Pemerintah Daerah untuk Pembangunan Gereja Baru
Dalam sambutannya, Jaya S Monong yang juga menjabat sebagai Ketua Perwakilan Majelis Sinode GKE Wilayah Gunung Mas menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan gereja baru ini. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan membantu proses pembangunan sesuai kemampuan keuangan daerah.
"Tidak hanya GKE yang mendapat bantuan dari pemda, rumah ibadah yang lain juga ada bantuan. Di Kecamatan Rungan Hulu, pemda akan membantu pembangunan Balai Kaharingan dan satu Gereja Pantekosta Tabernakel (GPT) juga ada," tambah Jaya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat dan khususnya jemaat GKE Sangal untuk memperkuat kebersamaan agar pembangunan gedung baru dapat selesai tepat waktu dan segera dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan.
Kondisi Jemaat dan Harapan Pembangunan Gereja Baru
Pdt Wahyu Krisma Jaya, S.Th, Ketua Calon Resort GKE Rungan Hulu, menjelaskan bahwa jemaat GKE Sangal merupakan salah satu komunitas yang berada di bawah naungan Calon Resort GKE Rungan Hulu. Ia menekankan pentingnya relokasi karena kondisi gedung lama yang rawan banjir sangat memengaruhi kualitas pelayanan gereja.
"Jika air Sungai Rungan sudah meluap dan membanjiri gedung gereja, maka pelayanan tidak bisa berjalan. Oleh sebab itu jemaat memutuskan membangun gedung gereja baru, ke lokasi yang lebih tinggi supaya bebas banjir," jelas Pdt Wahyu.
Dengan pembangunan ini, diharapkan pelayanan ibadah dan kegiatan sosial keagamaan bisa berjalan lebih lancar tanpa gangguan alam yang selama ini menjadi kendala.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, langkah relokasi Gereja Pandohop GKE Sangal merupakan contoh konkret adaptasi masyarakat dan pemerintah daerah terhadap tantangan lingkungan, khususnya banjir yang kerap mengganggu aktivitas sosial keagamaan. Keputusan ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan keamanan jemaat, tetapi juga memperlihatkan komitmen pemerintah Gunung Mas dalam mendukung pembangunan fasilitas publik yang inklusif dan berkelanjutan.
Selain aspek fisik, relokasi ini berpotensi menguatkan ikatan komunitas jemaat, karena proses pembangunan membutuhkan partisipasi dan kerja sama yang intensif. Namun, yang perlu diwaspadai adalah agar proses pembangunan tidak terhambat oleh kendala pendanaan atau birokrasi sehingga dampak positifnya dapat dirasakan sesegera mungkin.
Masyarakat dan pemangku kepentingan sebaiknya terus memantau perkembangan pembangunan ini, serta mendorong transparansi dan keterlibatan publik supaya manfaatnya maksimal. Ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendukung keberagaman dan toleransi melalui bantuan keagamaan yang merata, sebagaimana terlihat pada dukungan untuk Balai Kaharingan dan Gereja Pantekosta Tabernakel di wilayah yang sama.
Lebih lanjut, untuk informasi resmi dan perkembangan terbaru mengenai pembangunan ini, pembaca dapat mengunjungi laman resmi ANTARA News Kalimantan Tengah melalui tautan berikut di sini.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0