Tren Hidup Sehat Meningkat, Ahli Waspadai Risiko Infodemic dan Diet Instan

Apr 8, 2026 - 19:50
 0  4
Tren Hidup Sehat Meningkat, Ahli Waspadai Risiko Infodemic dan Diet Instan

Tren hidup sehat semakin digandrungi oleh para pekerja urban di Indonesia, yang mulai aktif mengikuti berbagai diet viral dan tantangan olahraga di media sosial. Namun, di balik popularitas gaya hidup sehat ini, para ahli kesehatan memberikan peringatan serius tentang risiko infodemic dan diet instan yang tidak berdasarkan ilmu pengetahuan dan berpotensi membahayakan kesehatan.

Ad
Ad

Fenomena Infodemic dan Dampaknya pada Gaya Hidup Sehat

Fenomena infodemic, yaitu banjir informasi yang berlebihan dan seringkali tidak akurat, menjadi salah satu faktor utama dalam menyebarnya berbagai tren kesehatan yang tidak tepat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan bahwa informasi kesehatan yang salah dapat mempengaruhi pengambilan keputusan masyarakat secara negatif. Hal ini membuat banyak pekerja dengan mobilitas tinggi terjebak dalam pola hidup sehat instan yang tidak berkelanjutan.

Dalam rangka peringatan World Health Day 2026 bertema “Together for Health, Stand with Science”, Allianz Indonesia meluncurkan inisiatif wellbeing yang bertujuan mendorong penerapan gaya hidup sehat yang realistis dan berbasis sains.

Inisiatif Allianz Indonesia dan Pendekatan Berbasis Sains

Nina Hatumena, Chief People & Culture Allianz Life Indonesia, menyatakan bahwa kesehatan seringkali menjadi prioritas terakhir di tengah kesibukan kerja. Ia mengajak masyarakat untuk mengubah pandangan tersebut, dan mulai membangun kebiasaan sehat kecil yang konsisten sebagai investasi jangka panjang.

“Hidup sehat harus dibangun dari kebiasaan kecil yang konsisten setiap hari. Ini bukan tren sesaat, melainkan investasi jangka panjang,” ujar Nina.

Acara ini menghadirkan Melanie Putria, publik figur sekaligus wellness enthusiast, dan Rinta Agustiani Dwiputra, ahli gizi, yang memberikan edukasi penting seputar gaya hidup sehat yang benar.

Kesalahpahaman Aktivitas Fisik dan Pilar Gaya Hidup Sehat

Melanie Putria menyoroti bahwa banyak orang salah mengartikan aktivitas fisik sehari-hari seperti berjalan kaki atau beres-beres rumah sebagai pengganti olahraga. Padahal, aktivitas tersebut termasuk dalam kategori Non-Exercise Physical Activity (NEPA) yang belum cukup memenuhi kebutuhan olahraga terstruktur.

“Berjalan ke stasiun, berdiri di transportasi umum, atau naik tangga memang bermanfaat, tetapi belum cukup untuk memenuhi kebutuhan olahraga. Dibutuhkan aktivitas fisik yang terukur,” jelasnya.

Menurut Melanie, ada empat pilar utama gaya hidup sehat yang harus diperhatikan, yaitu:

  • Olahraga teratur
  • Nutrisi seimbang
  • Istirahat dan pemulihan yang cukup
  • Manajemen stres yang efektif

Risiko Diet Instan dan Cara Memilah Informasi Kesehatan

Ahli gizi Rinta Agustiani menegaskan bahwa masalah utama bukan kekurangan informasi, melainkan ketidakmampuan masyarakat memilah informasi yang benar dan tepat. Banyak orang terjebak dalam tren diet ekstrem yang menjanjikan hasil cepat namun merusak metabolisme tubuh, seperti efek yoyo yang menyebabkan berat badan naik turun drastis.

Dalam sesi "Trend vs Truth", beberapa tren diet populer yang dikritisi antara lain:

  • Very low-calorie diet - berisiko kehilangan massa otot dan memperlambat metabolisme
  • Diet keto - efektif untuk kondisi tertentu tetapi dapat meningkatkan risiko gangguan jantung tanpa pengawasan
  • Intermittent fasting - bermanfaat jika disertai asupan nutrisi seimbang
  • Juice fasting - harus dilakukan dengan durasi dan komposisi tepat agar aman

Rinta menyarankan pendekatan sederhana dan konsisten bagi pekerja urban, seperti menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, tidur berkualitas, serta melakukan istirahat singkat setiap 90 menit dan power nap selama 15–20 menit untuk pemulihan energi.

Pencegahan Berbasis Sains dan Pentingnya Imunisasi

Selain gaya hidup sehat, pendekatan berbasis sains juga meliputi upaya pencegahan penyakit, termasuk imunisasi. Menurut data WHO, imunisasi telah menyelamatkan sekitar 154 juta jiwa dalam 50 tahun terakhir, atau setara dengan enam nyawa setiap menit.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, tren hidup sehat yang semakin populer merupakan tanda positif bahwa masyarakat mulai peduli pada kesehatannya. Namun, fenomena infodemic menjadi tantangan besar yang dapat menggiring publik kepada pilihan gaya hidup yang salah dan berbahaya, terutama diet instan yang tidak berdasar pada ilmu kesehatan.

Guna mengatasi ini, edukasi kesehatan yang berbasis sains harus diperkuat, baik oleh pemerintah, media, maupun sektor swasta seperti Allianz Indonesia. Pekerja urban, sebagai kelompok yang sangat rentan terhadap pola hidup tidak sehat, perlu mendapatkan arahan yang jelas dan praktis untuk menjalani gaya hidup sehat yang berkelanjutan, bukan sekadar tren sesaat.

Penting pula bagi pembaca untuk kritis terhadap informasi kesehatan yang beredar di media sosial dan internet. Memilih sumber yang terpercaya dan menghindari diet ekstrem tanpa konsultasi profesional adalah kunci menjaga kesehatan jangka panjang. Ke depannya, kita perlu terus memantau bagaimana infodemic memengaruhi perilaku masyarakat dan bagaimana solusi berbasis teknologi dan pendidikan dapat mengatasinya secara efektif.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat membaca laporan lengkapnya melalui sumber asli Koran Jakarta.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad