Pejabat Pentagon Diklaim Ancam Vatikan Usai Kritikan Paus Leo XIV soal Perang

Apr 9, 2026 - 14:51
 0  5
Pejabat Pentagon Diklaim Ancam Vatikan Usai Kritikan Paus Leo XIV soal Perang

Pejabat Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) dikabarkan melakukan ancaman kepada Vatikan setelah kritikan keras yang disampaikan Paus Leo XIV mengenai perang yang melibatkan AS dan Israel melawan Iran.

Ad
Ad

Laporan dari CNN Indonesia mengungkapkan bahwa pada Januari 2026, sejumlah pejabat Pentagon memanggil seorang diplomat tinggi Vatikan, Kardinal Christophe Pierre, yang saat itu menjabat sebagai Nuncio Apostolik untuk Amerika Serikat, untuk memberikan peringatan tegas agar Vatikan tunduk pada kebijakan AS.

Ancaman Terselubung dalam Pertemuan Tertutup

Menurut laporan The Free Press via CNN Indonesia, dalam pertemuan tertutup tersebut, Kardinal Pierre bertemu dengan Wakil Menteri Perang Bidang Kebijakan AS, Elbridge Colby. Colby mengatakan kepada Pierre agar Vatikan berpihak kepada AS, dengan menegaskan bahwa Washington "memiliki kekuatan militer yang bisa melakukan apa saja yang diinginkan di dunia."

Salah satu pejabat Pentagon bahkan membandingkan situasi saat ini dengan Kepausan Avignon, sebuah periode di Abad Pertengahan ketika kepausan secara efektif dikendalikan oleh raja Prancis yang didukung kekuatan militer. Pernyataan ini dianggap sebagai bentuk ancaman terselubung yang menunjukkan dominasi militer AS atas kebijakan internasional.

Kritikan Paus Leo XIV dan Reaksi Pemerintah AS

Pertemuan tersebut berlangsung tidak lama setelah pidato Paus Leo XIV pada Januari 2026 mengenai Keadaan Dunia, di mana Paus mengkritik "semangat perang yang meluas" dan kegagalan diplomasi dalam mengutamakan perdamaian. Paus menyoroti bahwa kekuatan militer sering kali menggantikan upaya diplomasi.

Paus Leo XIV menyatakan, "Semangat perang yang meluas menggantikan diplomasi dan prioritas perdamaian, menciptakan situasi yang sangat mengkhawatirkan bagi umat manusia."

Menurut sejumlah sumber, pemerintah Presiden Donald Trump sangat keberatan dengan kritik tersebut. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, dan pejabat senior Pentagon lainnya dilaporkan "sangat marah" atas isi pidato Paus Leo.

Konsekuensi Terhadap Hubungan AS-Vatikan

Setelah pertemuan tersebut, Vatikan dikabarkan merasa tersinggung dengan perlakuan pejabat Pentagon terhadap Kardinal Pierre. Akibatnya, Paus Leo XIV membatalkan rencana kunjungannya ke AS sebagai bentuk protes atas sikap Pentagon.

Namun, Pentagon membantah adanya ketegangan dalam pertemuan itu. Juru bicara Pentagon menegaskan bahwa pertemuan tersebut adalah "diskusi penuh hormat dan masuk akal" dan menyatakan bahwa laporan ketegangan telah "dilebih-lebihkan dan didistorsi."

Konflik AS dan Iran yang Memicu Ketegangan

Ketegangan ini berakar dari perang terbuka antara AS dan Iran sejak 28 Februari 2026. Konflik ini dipicu oleh serangan bersama AS dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Dalam konteks ini, Paus Leo XIV yang berasal dari AS beberapa kali secara terbuka mengkritik kebijakan pemerintahan Trump yang dinilai mengobarkan perang tanpa solusi damai.

Dalam salah satu khotbahnya pada Minggu Paskah, Paus secara implisit menyindir presiden dengan mengatakan bahwa Tuhan menolak doa "orang-orang yang berperang." Pernyataan ini menambah ketegangan hubungan antara Vatikan dan pemerintahan AS.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, insiden ini mengungkapkan konflik mendalam antara kekuatan militer dan suara moral global yang diwakili oleh Vatikan. Ancaman terselubung Pentagon kepada Vatikan menunjukkan bagaimana kebijakan luar negeri AS di bawah pemerintahan Trump lebih mengedepankan kekuatan militer daripada diplomasi dan dialog.

Keretakan antara Paus Leo XIV dan pemerintah AS juga mencerminkan polarisasi yang semakin tajam dalam hubungan internasional, khususnya dalam menghadapi isu-isu perang dan perdamaian. Ketegangan ini patut diwaspadai karena dapat memengaruhi diplomasi internasional dan peran Vatikan sebagai mediator moral dunia.

Ke depan, publik dan komunitas internasional sebaiknya terus mengawasi dinamika hubungan AS-Vatikan serta implikasinya terhadap kebijakan global. Apakah Vatikan akan tetap bersikap kritis terhadap kebijakan militer AS atau memilih kompromi demi menjaga hubungan diplomatik, akan sangat menentukan arah perdamaian dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad